Imbas dari lonjakan harga avtur, pemerintah membatasi kenaikan harga tiket pesawat domestik sekitar 9 hingga 13 persen.
Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO), Pauline Suharno menyoroti terkait kenikan harga tiket pesawat domestik ini. Ia mengaku sempat mengecek harga tiket pesawat ke Bali dan juga Manado yang melambung tinggi.
Kemarin kita sempat cek, seperti harga tiket ke Bali itu, kemarin tuh kita cek jadi Rp4,7 juta. Terus kemudian harga tiket ke Manado yang biasanya Rp6-7 juta itu jadi Rp8 juta. Ini yang dijaga supaya tidak lebih dari 13 persen, tapi kan kelihatannya kalau dari angka ini aja udah lebih dari 13 persen ya,”
ujar Pauline saat dihubungi Owrite.id, Senin, 13 Maret 2026.
Pauline mengatakan dengan adanya kenaikan harga tiket pesawat ini tentunya sangat berpengaruh pada kunjungan wisatawan domestik.
Dari tahun lalu saja ketika harga tiketnya yang dianggap bukan normal ya, tapi dengan harga tiketnya tahun lalu segitu saja, masyarakat udah teriak harga tiket pesawat domestik mahal. Dan sedang dicari formulanya, apa sih penyebab harga tiket mahal, dan itu kan baru teridentifikasi ternyata avtur, lalu juga dengan bayar impot dan sebagainya,”
jelasnya.
Namun ketika masyarakat sudah mulai menormalisasi harga tiket tahun sebelumnya, harga tiket kembali naik.
Ia juga melihat daya beli masyarakat untuk melakukan perjalanan belum naik karena berpengaruh pada perjalanan dinas para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengalami efisiensi anggaran.
Sebanarnya bukan baru tahun ini saja sepi karena kenaikan ini ya, tapi dari tahun lalu sudah sepi karena ada pemotongan anggaran untuk kegiatan, dan juga dengan melemahnya daya beli masyarakat, sehingga masyarakat nggak banyak yang melakukan (perjalanan). Kalau dulu kan punya uang ekstra nih karena ada bonus perjalanan dinas,”
jelasnya.
Pauline menambahkan dengan adanya kenaikan harga tiket pesawat ini juga berpengaruh pada tren berwisata. Di sisi lain, Pauline melihat ini menjadi momen untuk memperkuat paket wisata domestik.
Ia pun memberi contoh negara China yang wisata domestiknya semakin kuat, selain masyarakatnya banyak, populasinya besar, tapi juga seluruh negara di China itu terhubung dengan jalan tol dan kereta.
Meskipun susah diterapkan di Indonesia karena negara kepulauan, tapi bisa diantisipasi dengan perbaikan infrastruktur yang menghubungkan antar provinsi.
Setidaknya itu harus baik, harus aman, dan masyarakat nggak takut gitu kalau misalkan mereka harus overland. Ini kan infrastrukturnya harus dibangun, sekarang di Jawa sendiri jalan tolnya sudah sangat baik, tinggal penambahan fasilitas toiletnya, dan lain sebagainya,”
tambahnya.





















