Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 22 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Ketika Utang Whoosh ‘Pulang Kampung’ ke APBN 
Ekonomi Bisnis

Ketika Utang Whoosh ‘Pulang Kampung’ ke APBN 

Nisa-OWRITEAmin-Suciady-Owrite
Last updated: April 14, 2026 12:25 pm
Anisa Aulia
Amin Suciady
Share
Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh
Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. (Sumber: KCIC)
SHARE

Untuk menyelesaikan masalah utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh, opsi PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) diambil alih oleh Kementerian Keuangan menjadi skema yang akan dipilih oleh pemerintah. 

Daftar isi Konten
  • Kesehatan Fiskal Jadi Taruhan
  • Renegosiasi Bukan Ambil Alih KCIC
  • Opsi Ideal Selesaikan Utang Kereta Cepat
  • Utang Kereta Cepat Tembus Rp120 Triliun

COO BPI Danantara Dony Oskaria mengatakan, opsi tersebut belum bersifat final. Sebab, masih ada beberapa pilihan yang dikaji untuk menyelesaikan permasalahan utang ini.

Iya, kemungkinan (KCIC diambil alih Kementerian Keuangan), ini sedang kami Insya Allah, mudah-mudahan sebentar lagi selesai, kami pikirin satu-satu kan. Ada beberapa skema tentunya, nanti saya akan update,”

ujar Dony di Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Minggu 12 April 2026.

Dony belum berbicara detail terkait nasib konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dalam KCIC, yang terdiri dari PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT Wijaya Karya (WIKA), PT Jasa Marga, dan PT Perkebunan Nusantara I. 

Kesehatan Fiskal Jadi Taruhan

Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI), Ronny P. Sasmita mengatakan, secara administratif langkah tersebut merupakan ‘cuci piring’ yang tidak bisa terelakkan.

Danantara menyadari bila membiarkan KCIC di bawah konsorsium BUMN, KAI, WIKA, dan lainnya sama saja dengan membiarkan neraca keuangan perusahaan-perusahaan plat merah ini ‘berdarah-darah’ selamanya.

Sedangkan secara moral, langkah diambil alihnya KCIC oleh Kemenkeu merupakan lanjutkan kegagalan perencanaan. Sebab, proyek yang awalnya dijanjikan business-to-business (B2B) tanpa jaminan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ternyata harus ‘pulang kampung’.

Proyek yang awalnya dijanjikan business-to-business (B2B) tanpa jaminan APBN, nyatanya sekarang harus ‘pulang kampung’ ke pelukan Kementerian Keuangan. Jadi, kalau ditanya tepat atau tidak? Tepat untuk menyelamatkan BUMN agar tidak bangkrut, tapi sangat tidak tepat bagi kesehatan fiskal jangka panjang,”

ujar Ronny saat dihubungi Owrite.id.

Ronny berpandangan, salah satu opsi Kemenkeu mengambil alih KCIC karena institusi yang di pimpin Purbaya ini memiliki daya tawar lebih tinggi, untuk menegosiasikan ulang utang dengan China.

Tujuannya ya bailout alias penyelamatan. Pertama, untuk restrukturisasi utang karena Kemenkeu punya daya tawar lebih tinggi untuk menegosiasikan ulang utang dengan China dibandingkan konsorsium BUMN,”

jelasnya.

Tentu saja bila rencana itu terealisasi, maka Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan terbebani. Hal ini karena, ruang fiskal saat ini sedang menyempit karena belanja wajib dan program prioritas pemerintah baru.

Mekanisme shock absorber yang sangat melelahkan di mana APBN dipaksa menjadi penanggung risiko terakhir atau ultimate risk bearer. Jika KCIC di bawah Kemenkeu, maka cicilan utang dan biaya operasional yang tidak tertutup pendapatan tiket otomatis akan masuk dalam pos belanja negara,”

jelasnya.

Selain itu, Ronny mengatakan bahwa APBN juga berpotensi defisit di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu. Kondisi ini diperparah dengan nilai tukar rupiah mencapai Rp17.000 per dolar AS. Situasi ini pun bisa membuat defisit APBN melebihi batas 3 persen.

Di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu dan kurs rupiah yang fluktuatif mendekati Rp17.000-an, menambah beban utang infrastruktur ke APBN bisa menjadi langkah yang sangat berisiko bagi batas defisit 3 persen,”

tuturnya.

Renegosiasi Bukan Ambil Alih KCIC

Sementara itu, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira menyatakan, bila KCIC diambil oleh Kemenkeu, maka langkah ini merupakan kesalahan yang berisiko tinggi, khususnya bagi fiskal karena akan membebani APBN. 

Jadi bukan di takeover, kalau di takeover ini kesalahan yang beresiko tinggi atau rencana yang beresiko tinggi bagi fiskal. Artinya beban kereta cepat yang sebenarnya awalnya bisnis to bisnis semua ditanggung pemerintah apalagi mau dibeli asetnya ini diluar dari skenario awal, dan ini akan diteruskan bebannya kepada APBN,”

ujar Bhima kepada owrite.id.

Bhima membeberkan, masalah yang dihadapi APBN selain harus menanggung banyak beban untuk belanja rutin dan pembayaran bunga utang di luar dari kereta.

APBN tahun ini juga harus membayar bunga utang sebesar Rp590 triliun, jika ditambah kereta cepat maka beban utang yang harus ditanggung oleh APBN semakin besar.

Jadi konteksnya juga dari sisi ketahanan fiskalnya kurang memadai dan ruang fiskal yang semakin sempit ini, kalau ditambah lagi maka akan mengakibatkan tekanan juga nih kepada efisiensi belanja yang lebih dalam lagi hanya untuk membayar utang cicilan dan bunga dari kereta cepat itu,”

jelasnya.

Opsi Ideal Selesaikan Utang Kereta Cepat

Bhima menyebut, ada langkah ideal yang bisa dilakukan pemerintah dalam mengatasi utang ini. Misalnya dengan renegosiasi, dalam hal ini Indonesia bisa meminta perubahan klausul terkait dengan pembayaran utang.

Opsi yang paling bagus itu adalah untuk melakukan renegosiasi ke konsorsium KCIC untuk melakukan misalnya perubahan klausul terkait dengan pembayaran utang itu digantikan dengan moratorium utang atau digantikan dengan term yang lebih panjang sehingga secara cash flow tidak memberatkan dari sisi PT KAI,”

jelasnya.

Selain itu, pemerintah bisa menempuh opsi dalam bentuk kerja sama Transit Oriented Development (TOD), untuk membangun apartemen hingga pusat perkantoran

Jadi banyak opsi-opsi lain yang seharusnya diambil, dan jangan sampai ada kepikiran untuk opsi untuk melakukan take over atau pengambilalihan aset dari kereta cepat. Ini bukan keputusan yang bijak dan ini sangat  berbahaya bagi APBN,”

imbuhnya.

Utang Kereta Cepat Tembus Rp120 Triliun

Berdasarkan analisis yang dilakukan oleh ISEAI, total utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung diperkirakan mencapai Rp120 triliun secara keseluruhan setelah pembengkakan biaya atau cost overrun.

Dengan nominal ini, beban cicilan yang harus dibayarkan oleh APBN diperkirakan akan bertambah sekitar Rp1,2 triliun per tahun hanya untuk bunga dan pokok utang Whoosh. 

Lalu lonjakan beban 2026, tanpa pengalihan ini beban utang yang harus ditanggung KAI saja diproyeksikan melonjak hingga Rp6 triliun tahun ini. Inilah alasan mengapa Danantara buru-buru ingin menyerahkannya ke Kemenkeu,”

kata Ronny.
Tag:APBNBandungBerita PentingBUMNDanantaraKCICKereta CepatSpillutangWhoosh
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Jokowi ‘Curi Start’ Pilpres 2029, Ada Misi Mengunci Kursi Cawapres untuk Gibran
By Hardani Triyoga
Presiden Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kedua kiri) bersiap memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025).
1
Janji Kompensasi Mandalika Diduga Zonk, ITDC dan Dinas Perkim Loteng Dilaporkan ke KPK
By Rahmat Baihaqi
LSBH NTB melaporkan dugaan korupsi relokasi pemukiman Mandalika kepada KPK, 22 Juni 2026.
2
Teriak Takbir Pakai Baju Tahanan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Resmi Dilimpahkan ke Kejari Jaksel
By Rahmat Baihaqi
Roy Suryo dan dr. Tifa dilimpahkan kepada Kejari Jaksel dari Rutan Polda Metro Jaya, Senin, 22 Juni 2026.
3
Usai Bikin Geger Pemadaman Bergilir, PLN Klaim Gangguan Listrik Jawa Berangsur Pulih
By Natania Longdong
Direktur Utama PLN (Persero) Darmawan Prasodjo dalam konferensi pers di PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali), Depok, Jawa Barat. (Sumber: Dok. PLN)
4
PLN Jadwalkan Pemadaman Listrik di Bojonggede dan Citayam Hari Ini, Cek Wilayah Terdampak
By Ani Ratnasari
Pemadaman listrik
5

BERITA LAINNYA

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers stimulus pertumbuhan ekonomi semester II (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Pemadaman Listrik Bergilir Beri Efek Negatif ke Ekonomi, Airlangga Minta Ini ke PLN

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengakui pemadaman listrik bergilir di berbagai…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
8 detik lalu
Ilustrasi produksi batu bara RI. (Sumber: Dok. ESDM)
Ekonomi Bisnis

Pemadaman Listrik Bergilir Meluas, Indef Kritik Kebijakan Batu Bara yang Tak Sinkron

Indef Green Transition Initiative (GTI) mengkritisi adanya pemadaman listrik bergilir yang terjadi…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
15 menit lalu
Kantor Pusat PLN. (Sumber: PLN)
Ekonomi Bisnis

Piutang Rp110,74 T Belum Dibayar Negara, PLN Menjerit dan Pinjam Bank untuk Bertahan

Piutang PT PLN (Persero) kepada Pemerintah tercatat melambung tinggi sepanjang tahun 2025.…

Ani Ratnasaridusep-malik
By
Ani Ratnasari
Dusep Malik
29 menit lalu
RUPS Inalum. (Sumber: Dok. Inalum)
Ekonomi Bisnis

Inalum Panen Cuan di 2025, Laba Bersih Melonjak 15 Persen 

PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) mencatatkan kinerja keuangan dan operasional pada Tahun…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
1 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up