PT Singaraja Putra Tbk (SINI) emiten milik Happy Hapsoro berencana melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue. SINI akan menerbitkan maksimal sebanyak 721,5 juta saham baru.
Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) Jumat, 17 April 2026, dana dari rights issue ini ditujukan untuk melakukan aksi akuisisi PT Kemilau Mulia Sakti (KMS) dari emiten Prajogo Pangestu, Petrosea (PTRO). Kemudian pembayaran lebih awal utang perseroan, dan modal kerja.
Perseroan menargetkan mengakuisisi sebanyak 507.380.875 saham KMS atau setara 99,99 persen kepemilikan. Dalam hal ini nilai pengambilalihan sebanyak Rp1,73 triliun.
SINI berencana menerbitkan maksimal sebanyak 721,5 juta saham baru, dengan nominal Rp100 per saham. Asumsi harga pelaksanaannya yakni Rp5.000 per saham, artinya perseroan berpotensi mengantongi dana sekitar Rp3,61 triliun.
Namun, rencana ini baru akan dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada tanggal 26 Mei 2026. Adapun setelah rights issue, total aset perseroan diperkirakan naik dari Rp1,57 triliun menjadi Rp3,9 triliun.
Kemudian jumlah ekuitas perseroan meningkat dari Rp687 miliar menjadi positif Rp1,53 triliun. Sedangkan rasio liabilitas terhadap aset diperkirakan menurun dari 1,44 kali menjadi 0,62 kali.
Manajemen SINI mengatakan, akuisisi ini dilakukan sejalan dengan permintaan batu bara global masih relatif terjaga, terutama dari negara-negara yang masih mengandalkan pembangkit listrik tenaga uap seperti China dan India.
Perseroan dalam menjalankan kegiatan usahanya sebagai perusahaan holding berupaya meningkatkan kinerja secara berkelanjutan, meningkatkan ketahanan bisnis jangka panjang, dan meningkatkan nilai perusahaan bagi para pemegang saham di masa mendatang melalui aktivitas investasi pada bidang usaha yang memiliki potensi pertumbuhan usaha,”
kata manajemen SINI.


