Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 6 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • iran
  • MBG
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Rupiah-IHSG Boncos Berjamaah: Trust Investor Sudah Jatuh ke Jurang
Ekonomi Bisnis

Rupiah-IHSG Boncos Berjamaah: Trust Investor Sudah Jatuh ke Jurang

Nisa-OWRITEowrite-adi-briantika
Last updated: Juni 6, 2026 6:11 pm
Anisa Aulia
Adi Briantika
Share
Nasabah melihat pergerakan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing di Kantor Cabang Bank Syariah Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Nasabah melihat pergerakan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing di Kantor Cabang Bank Syariah Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/nym.)
SHARE

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah kompak amblas dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini menuai sorotan dari kalangan ekonom, yang menilai bahwa investor sudah mulai kehilangan kepercayaan terhadap arah kebijakan dan tata kelola ekonomi nasional.

Daftar isi Konten
  • Intervensi Tak Manjur
  • Kepastian Hukum

Ekonom Senior Indef Didik J Rachbini mengatakan pasar modal kini terjungkal dan telah mendekati krisis 2008, pasalnya IHSG dari indeks 9.200 kini turun drastis menjadi 5.900. Bahkan saham perbankan seperti BCA turun nilainya lebih 50 persen, karena investor asing kabur.

“Ini menandakan ada masalah yang sangat mendalam, yakni kepercayaan investor yang jatuh ke jurang tidak mau hadir lagi di pasar Indonesia. Substansi penting di balik angka-angka tadi adalah masalah trust yang belum hadir di pasar,”

ujar Didik dalam keterangan resmi, Sabtu, 6 Juni 2026.

Sebagai catatan, pada penutupan perdagangan Jumat, 5 Juni 2026, IHSG ambruk 4,20 persen ke level 5.594. Sedangkan nilai tukar rupiah mencetak rekor terlemah sepanjang sejarah di level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat.

Baca juga:
Isu 'Sell Indonesia': Purbaya Minta Investor Baca Detail Data Ekonomi… Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons 'sell Indonesia' alias jual Indonesia yang…
Tagih Paksa Pakai Dolar di Pelabuhan? Purbaya: Nanti Saya Hajar! Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan seluruh transaksi di dalam negeri menggunakan…
Mensesneg Tepis Rumor Copot Menkeu dan Gubernur BI, Pilih Fokus… Istana membantah isu pergantian posisi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur…
  • Isu 'Sell Indonesia': Purbaya Minta Investor Baca Detail Data Ekonomi RI
  • Tagih Paksa Pakai Dolar di Pelabuhan? Purbaya: Nanti Saya Hajar!
  • Mensesneg Tepis Rumor Copot Menkeu dan Gubernur BI, Pilih Fokus Hadapi Krisis…

Intervensi Tak Manjur

Didik menuturkan Bank Indonesia yang bertanggung jawab atas sektor moneter telah mengguyur pasar dan menguras devisa, tapi pasar dan investor tidak bergeming. Pasar saham dan rupiah tetap saja melemah. 

Meski angka pertumbuhan Indonesia tumbuh dan indikator perdagangan cukup baik, namun jatuhnya kepercayaan investor terhadap pemerintah membuat intervensi Bank Indonesia menjadi tak ampuh. 

“Sebaliknya, banyak negara memiliki defisit anggaran atau utang yang tinggi, tetapi mata uangnya tetap kuat karena investor percaya pada kredibilitas pemerintah dan institusinya. Jadi, kepercayaan harus dibangun dan harus ada sikap sense of crisis terhadap keadaan,”

tegas Didik.

Saat ini pasar menunggu jawaban terhadap sejumlah pertanyaan mendasar terkait apakah kebijakan ekonom akan dijalankan konsisten, tidak berubah, dan dipengaruhi kepentingan politik.

Selain itu, investor mencermati apakah fiskal akan dikelola secara hati-hati dan transparan. Kemudian pasar melihat apakah lembaga negara yang independen menjalankan fungsi dan menjaga kredibilitasnya?

Kepastian Hukum

Didik berpendapat investor juga mencermati terkait kepastian hukum di dalam negeri. Mereka ingin memastikan hak kepemilikan dan investasi mendapatkan perlindungan yang kuat. 

“Jika semua masalah dari pertanyaan tadi bisa dijawab, maka kepercayaan akan hadir, pasar akan pulih, investor datang kembali, seperti Presiden Habibie menjalankannya pada masa krisis hebat dahulu,”

terang dia.

Namun, bila muncul keraguan terhadap aspek-aspek tersebut, premi risiko Indonesia naik dan investor meminta kompensasi yang lebih tinggi atau memilih keluar. 

Berdasar pengalaman, saat pemerintahan Presiden BJ Habibie melakukan sejumlah langkah, rupiah menguat dari Rp16.800  per dolar AS, menjadi Rp6.500 per dolar AS.

“Waktu itu Pak Habibie menjalankan berbagai reformasi pasca krisis, dari penguatan demokrasi, pembebasan tahanan politik, pembentukan bank sentral yang independen, hingga lahirnya regulasi anti monopoli,”

tutur Didik.

Kondisi yang terjadi saat ini sudah terang benderang terlihat. Permasalahan kepercayaan menjadi titik pangkal masalah, walaupun dipicu oleh krisis global sebelumnya. 

“Karena masalah kepercayaanlah, investor asing bereaksi spontan mengurangi eksposur inilah yang menyebabkan indeks terjungkal.  Mereka sudah untung selama ini, daripada berat risikonya ke depan maka lebih baik keluar. Permintaan dolar naik dan otomatis rupiah melemah untuk mengatasi hal ini, kepercayaan harus dibangun kembali,”

kata dia.
Baca juga:
Purbaya Akui Rupiah Jeblok Bikin Kedelai Impor Mahal, Tahu-Tempe Dipaksa… Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menerima keluhan dari pedagang tahu dan tempe…
Rupiah Tembus Rp18.000, OJK Pastikan Tidak Ada Indikasi 'Bank Rush'… Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae memastikan…
Dolar Tembus Rp18.000, BI dan Kemenkeu Racik Dua 'Jutsu' Penyelamat Merespons lonjakan nilai tukar rupiah yang menembus level Rp18.000 per dolar AS,…
  • Purbaya Akui Rupiah Jeblok Bikin Kedelai Impor Mahal, Tahu-Tempe Dipaksa Ikut Kurs…
  • Rupiah Tembus Rp18.000, OJK Pastikan Tidak Ada Indikasi 'Bank Rush' di Indonesia
  • Dolar Tembus Rp18.000, BI dan Kemenkeu Racik Dua 'Jutsu' Penyelamat
Tag:AnggaranBank IndonesiaIHSGinvestorkepercayaan investorNilai TukarRupiah
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Ekonomi dan Bisnis.
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Teddy Banjir Kritik, Pejabat Bertumbangan Diciduk! Kebetulan atau Ada yang Panik?
By Rahmat Tunny
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya (kanan) berbincang dengan calon siswa saat meninjau bakal Sekolah Rakyat di kompleks Sekolah Tinggi Ilmu Adminstrasi Lembaga Administrasi Negara (STIA LAN), Penjompongan, Jakarta, Rabu (22/4/2026). Peninjauan tersebut untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana bakal Sekolah Rakyat yang menampung sebanyak 100 siswa dari keluarga tidak mampu untuk memperoleh pendidikan dengan lingkungan berkualitas. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)
1
Hasil Peras Izin WNA: Porsche dan Harley Silmy Karim Kompak Pindah ke Garasi KPK
By Rahmat Baihaqi
Truk towing membawa motor mewah dari rumah mantan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim di kawasan Brawijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2026).
2
Bukan Selamat Biasa, Ada Udang di Balik Surat ‘Hadiah Indah’ Eks Wakil BGN Sony Sanjaya
By Rika Pangesti
Tersangka dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya (tengah) berjalan memasuki mobil tahanan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
3
Giliran Kepala BGN Nanik Deyang Masuk Radar Kejagung, Bakal Dipanggil Jadi Saksi Korupsi MBG?
By Rahmat Baihaqi
Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang menyapa wartawan sebelum konferensi pers di Kantor Pusat BGN, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
4
Siap Jadi Justice Collaborator, Sony Sonjaya Bakal ‘Kicau’ Nama Besar
By Rahmat Baihaqi
Tersangka dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya (kanan) berjalan memasuki mobil tahanan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
5

BERITA LAINNYA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kiri) didampingi Direktur Jenderal Bea Cukai Djaka Budi Utama (kedua kanan) saat meninjau Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (6/6/2026).
Ekonomi Bisnis

Isu ‘Sell Indonesia’: Purbaya Minta Investor Baca Detail Data Ekonomi RI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons 'sell Indonesia' alias jual Indonesia yang…

Nisa-OWRITEowrite-adi-briantika
By
Anisa Aulia
Adi Briantika
2 jam lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Ekonomi Bisnis

Tagih Paksa Pakai Dolar di Pelabuhan? Purbaya: Nanti Saya Hajar!

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan seluruh transaksi di dalam negeri menggunakan…

Nisa-OWRITEowrite-adi-briantika
By
Anisa Aulia
Adi Briantika
3 jam lalu
Gedung Direktorat Jenderal Pajak.
Ekonomi Bisnis

Borok Pajak CPO Dikerok: DJP Incar Rp1,1 Triliun dari 32 Wajib Pajak

Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan membeberkan ada 32 wajib pajak di sektor…

Nisa-OWRITEowrite-adi-briantika
By
Anisa Aulia
Adi Briantika
4 jam lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersiap menyampaikan pendapat akhir mewakili Presiden saat Rapat Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Ekonomi Bisnis

Purbaya Akui Rupiah Jeblok Bikin Kedelai Impor Mahal, Tahu-Tempe Dipaksa Ikut Kurs Dolar

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menerima keluhan dari pedagang tahu dan tempe…

Nisa-OWRITEowrite-adi-briantika
By
Anisa Aulia
Adi Briantika
6 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up