Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan seluruh transaksi di dalam negeri menggunakan rupiah. Ia meminta agar pelaku usaha melapor bila ada penagihan tidak menggunakan mata uang Garuda.
Pernyataan ini merespons keluhan sejumlah pelaku usaha yang mengaku terkena tagihan di pelabuhan menggunakan mata uang dolar Amerika Serikat.
“Kalau aturan (transaksi menggunakan) rupiah, dia paksa pakai dolar, laporkan kepada saya. Nanti saya hajar. Kami bereskan,”
ujar Purbaya di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu, 6 Juni 2026.
Purbaya akan mengecek apakah betul masih ada pungutan di pelabuhan menggunakan dolar. Menurutnya, sesuai ketentuan yang berlaku aktivitas di kawasan pelabuhan seharusnya menggunakan rupiah.
“Secara peraturan seharusnya (gunakan) rupiah. Di Indonesia alat transaksi yang diakui adalah rupiah. Jadi kalau ada dolar itu penyelewengan. Kasih tahu kami, kami akan tindak,”
tegas dia.
Kedatangan
Purbaya melakukan peninjauan langsung ke Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) Graha Segara di Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok. Hal ini dilakukan untuk memastikan kelancaran arus logistik nasional dan optimalisasi pelayanan kepabeanan.
“Saya mendapatkan informasi beberapa hari yang lalu bahwa terjadi penumpukan di Tanjung Priok. Jumlah surat atau dokumen yang harus diproses sekitar 3.000 kontainer. Kondisi ini menyebabkan dwelling time meningkat dan mulai menimbulkan gangguan terhadap pasokan bahan baku bagi pelaku usaha,”
ujar dia.
Purbaya mengungkapkan sejumlah perbaikan telah dilakukan oleh instansi terkait sehingga jumlah dokumen yang tertunda mulai berkurang dari sekitar 3.000 menjadi 2.500. Namun, pemerintah menilai langkah tambahan masih diperlukan agar proses pelayanan kembali normal.
Demi mengatasi kondisi tersebut, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai diminta memperkuat kapasitas layanan dengan menambah personel dan memperpanjang jam operasional.
“Saya minta tambah personel. Mereka harus bekerja 24 jam dengan dua sif atau lebih, sampai jumlah antrean turun kembali ke level normal sekitar 500,”
tutur Purbaya.

