Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Minggu, 2 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Era Nikel Murah Berakhir! RI Resmi Jadi ‘Pengatur’ Pasar Global, Tapi Smelter Terjepit
Ekonomi Bisnis

Era Nikel Murah Berakhir! RI Resmi Jadi ‘Pengatur’ Pasar Global, Tapi Smelter Terjepit

iren natania longdongdusep-malik
Last updated: April 21, 2026 12:28 pm
By
Natania Longdong
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id,...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
3 bulan lalu
Share
Situasi Tambang Nikel di Indonesia. (Sumber: Yayasan Indonesia Cerah)
Situasi Tambang Nikel di Indonesia. (Sumber: Yayasan Indonesia Cerah)
SHARE

Industri nikel nasional memasuki babak baru setelah pemerintah resmi mengubah formula Harga Patokan Mineral (HPM) melalui Keputusan Menteri ESDM No. 144/2026. Menurut Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), posisi Indonesia saat ini bukan hanya sekadar pengikut pasar, namun menjadi penentu harga global.

Sekretaris Umum APNI Meidy Katrin Lengkey mengatakan, perubahan tersebut menandai era baru tata kelola nikel nasional yang lebih berdaulat.

Hari ini, kita berdiri di sebuah titik balik bersejarah bagi tata kelola sumber daya mineral Republik Indonesia. Indonesia kini bukan sekadar pengikut pasar, melainkan pembuat harga yang aktif dalam menyeimbangkan suplai global,”

kata Meidy dalam keterangan resminya, dikutip Selasa, 21 April 2026.

Regulasi baru tersebut mengubah penetapan harga dari sebelumnya hanya berbasis nikel (single mineral) menjadi multi-mineral, yang memperhitungkan kandungan kobalt (Co), besi (Fe), dan kromium (Cr). Selain itu, correction factor untuk bijih nikel kadar 1,6 persen juga dinaikkan dari 17 persen menjadi 30 persen.

Menurut APNI, perubahan formula tersebut berdampak terhadap lonjakan harga acuan. Berdasarkan simulasi pasar, HPM bijih nikel kadar 1,5 persen melonjak lebih dari 100 persen, dari sekitar US$26,66 per wet metric ton (wmt) menjadi di atas US$50 per wmt.

Asosiasi itu juga menilai bahwa kebijakan ini memperkuat posisi tawar penambang domestik yang selama ini menghadapi tekanan harga rendah dibandingkan negara pesaing seperti Filipina.

Harga bijih kita yang selama ini dinilai terlalu rendah kini berhasil dikoreksi. Ini memberikan fondasi harga yang jauh lebih kuat bagi para penambang,”

ujar Meidy.

Meski demikian, kenaikan harga bahan baku tersebut menimbulkan tekanan besar bagi industri pengolahan dan pemurnian (smelter). APNI menyebut kondisi ini sebagai “double squeeze”, yakni tekanan ganda akibat kenaikan harga bijih dan lonjakan biaya produksi.

Industri smelter kita saat ini sedang mengalami apa yang kami sebut sebagai ‘double squeeze’. Di satu sisi harga bahan baku naik drastis, di sisi lain biaya produksi ikut melonjak,”

bebernya.

Tekanan biaya tersebut pun semakin berat akibat dampak eksternal, terutama kenaikan harga sulfur yang menjadi bahan utama produksi smelter hidrometalurgi (HPAL).

Diketahui, harga sulfur dilaporkan melonjak hingga US$800–US$910 per ton, yang mendorong kenaikan biaya produksi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) hingga US$2.400–US$2.600 per ton nikel.

Lebih jauh, kebijakan pengetatan kuota produksi melalui Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 turut mempersempit pasokan bijih di dalam negeri. Kuota produksi tahun ini dipangkas menjadi sekitar 250–270 juta ton, atau turun sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dengan kebutuhan smelter yang mencapai 350 juta ton, kondisi ini berpotensi menciptakan defisit pasokan yang signifikan.

Meski demikian, APNI menilai langkah pemerintah tersebut sebagai strategi jangka panjang untuk menjaga nilai komoditas nikel di tengah kelebihan pasokan global.

Kita rela mengorbankan volume produksi jangka pendek, demi menjaga nilai tambah sumber daya kita agar tidak terus diobral murah,”

ujar Meidy.

Selanjutnya, APNI memproyeksikan pasar nikel akan memasuki fase konsolidasi dengan tren harga yang lebih kuat. Pada 2026, harga diperkirakan bergerak di kisaran US$17.000 hingga US$18.500 per ton, dengan potensi kenaikan lebih lanjut seiring meningkatnya permintaan dari industri baterai kendaraan listrik.

Era pasokan murah nikel Indonesia telah berakhir. Ke depan, pasar akan bergerak menuju keseimbangan baru yang lebih berkelanjutan,”

tutup Meidy.
Tag:APNIbijih nikelESDMharga nikelHPMindustri bateraiindustri nikelSmelter
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
10 Orang Terkaya di Indonesia per Agustus 2026, Nomor Satu Dipegang Raja Batu Bara
By Anisa Aulia
Low Tuck Kwong adalah pendiri Bayan Resources. (Sumber: IG @lowtuckkwong01)
1
Terungkap! Pilot Malaysia Pembawa 70 Ribu Butir Ekstasi Simpan Urine ‘Bersih’ di Tas
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi penyelundupan narkoba via Bandara Soetta.
2
Ada Kompromi Elite, Kasus Febrie Adriansyah Jadi ‘Buah Simalakama’ Penegakan Hukum
By Hardani Triyoga
Tersangka mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah (kanan) turun dari mobil tahanan setibanya di Rutan Cabang KPK, Gedung KPK, Jakarta, Jumat (24/7/2026).
3
Harga BBM Pertamax Cs Kompak Turun Hari Ini, Berikut Rinciannya
By Natania Longdong
Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Pertamina Jalan Veteran, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (10/6/2026).
4
Jangan Hanya Terlalu Fokus Isu Politik, 5 Tarif Baru Ini Senyap Berlaku Mulai 1 Agustus
By Natania Longdong
Warga melihat barang dagangan melalui perangkat elektronik pada aplikasi platform niaga elektronik (e-commerce) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (30/6/2026). (Sumber: Antara Foto/Harviyan Perdana Putra/nym)
5

BERITA LAINNYA

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (tengah) didampingi Wakil Kepala BGN Trenggono (kiri) dan Agustina Arumsari (kanan) memberikan keterangan pers terkait penutupan dapur SPPG bermasalah di Jakarta, Senin (27/7/2026).
Ekonomi Bisnis

BGN Setujui Usulan Beras Premium untuk Program MBG, Tapi Ada Syaratnya

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyetujui usulan Perum Bulog mengenai penggunaan…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
24 menit lalu
Ilustrasi bantuan pangan beras pemerintah (sumber: Bapanas)
Ekonomi Bisnis

Bantuan Pangan Beras Disalurkan Serentak 17 Agustus 2026, Cek Lokasi Pembagiannya

Badan Pangan Nasional (Bapanas) menugaskan Perum Bulog untuk menyalurkan Cadangan Pangan Pemerintah…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
2 jam lalu
Sejumlah pekerja berada di area ruang produksi yang sudah berhenti operasionalnya selama satu bulan di pabrik PT Victory Apparel Indonesia di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, Senin (27/7/2026).
Ekonomi Bisnis

Korban PHK di RI Capai 32.389 Orang per Juni 2026, Kemnaker: Jabar Paling Banyak Kena

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) melaporkan, jumlah pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
3 jam lalu
Low Tuck Kwong adalah pendiri Bayan Resources. (Sumber: IG @lowtuckkwong01)
Ekonomi Bisnis

10 Orang Terkaya di Indonesia per Agustus 2026, Nomor Satu Dipegang Raja Batu Bara

Daftar 10 orang terkaya di Indonesia mengalami perubahan pada Agustus 2026. Berdasarkan…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
3 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up