Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, mengatakan adanya peluang kenaikan harga pada Pertamax dan Green Pertamax di masa mendatang.
Menurut Bahlil, kepastian harga untuk kedua jenis bahan bakar tersebut masih sangat bergantung pada dinamika pasar internasional.
Sebagaimana diketahui, Pertamina baru saja mengumumkan kenaikan harga untuk tiga jenis BBM nonsubsidi, yakni Pertamax Turbo yang naik menjadi Rp19.400, Dexlite menjadi Rp23.600, dan Pertamina Dex menjadi Rp23.900 per liter.
Sementara itu, untuk saat ini belum ada penyesuaian harga untuk dua jenis BBM nonsubsidi lainnya, seperti Pertamax dan Green Pertamax.
Saya katakan bahwa kalau yang untuk BBM nonsubsidi itu ada penyesuaian harga. Tahap pertama mungkin sekarang dilakukan seperti sekarang. Tahap berikutnya kita lihat penyesuaian,”
kata Bahlil di kantornya, Jakarta Pusat, dikutip Selasa, 21 April 2026.
Bahlil menekankan bahwa pemerintah akan terus memantau kondisi pasar global, terutama perkembangan situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang saat ini masih memanas. Faktor eksternal tersebut dinilai sangat berpengaruh terhadap fluktuasi komoditas energi.
Dia juga menegaskan ada potensi kenaikan harga pada Pertamax dan Green Pertamax jika harga minyak dunia terus melejit. Langkah penyesuaian ini dianggap tidak terelakkan untuk mengikuti nilai keekonomian yang ada di pasar dunia.
Kalau harga turun ya enggak naik, tetapi kalau harganya begini terus (naik), ya mungkin pasti ada penyesuaian,”
ujar Bahlil.
Lebih jauh, politikus Partai Golkar itu menegaskan sejauh ini pemerintah hanya bisa memberikan jaminan tidak ada kenaikan untuk BBM bersubsidi.
Yang bisa kita jamin, pemerintah bisa menjamin itu kan adalah harga subsidi. Dan itu kan Peraturan Menteri ESDM 2022 kan sudah jelas itu ada formulasinya,”
tutupnya.


