Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 22 Apr 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • Banjir
  • sumatera
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Di Balik Kejayaan Nikel RI Ada Tekanan Global yang Mengintai, Apa Itu?
Ekonomi Bisnis

Di Balik Kejayaan Nikel RI Ada Tekanan Global yang Mengintai, Apa Itu?

iren natania longdongdusep-malik
Last updated: April 22, 2026 1:07 pm
Iren Natania
Dusep
Share
Situasi Tambang Nikel di Indonesia. (Sumber: Yayasan Indonesia Cerah)
Situasi Tambang Nikel di Indonesia. (Sumber: Yayasan Indonesia Cerah)
SHARE

Indonesia menjadi salah satu produsen nikel terbesar di dunia, yang memiliki peran penting dalam rantai pasok global. Posisi ini membuat Indonesia harus berhadapan dengan dinamika kebijakan, baik dari dalam negeri maupun dari standar internasional.

Pengelolaan nikel di Indonesia juga tidak berdiri sendiri, sebab hal itu diikut oleh aturan lintas negara. Salah satunya adalah kebijakan uji tuntas (due diligence) dalam kerangka EU Green Deal dari Uni Eropa. 

Aturan tersebut bakal berdampak pada cara produksi, perdagangan, hingga standar keberlanjutan. Akibatnya, Indonesia berada di posisi yang cukup rumit, di satu sisi ingin menjaga kedaulatan sumber daya, sisi lain harus menyesuaikan diri dengan aturan global yang terus berkembang.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Pusat Riset Politik BRIN Athiqah Nur Alami mengatakan, bahwa tata kelola nikel tidak hanya dilihat dari kebijakan pemerintah pusat saja. Menurutnya, ada banyak faktor yang saling terhubung, mulai dari peran pemerintah daerah, kebijakan investasi, hingga pengaruh regulasi dari Uni Eropa.

Tata kelola nikel di Indonesia tidak bisa dipahami hanya dari kebijakan di tingkat pusat. Interaksi antara pemerintah pusat dan daerah, kebijakan investasi, serta masuknya regulasi transnasional, seperti uji tuntas Uni Eropa membentuk dinamika yang kompleks dan saling memengaruhi. Di sinilah pentingnya pendekatan berbasis riset untuk melihat keterkaitan tersebut secara utuh,”

kata Athiqah dalam keterangan resmi, dikutip Rabu, 22 April 2026.

Peneliti BRIN tersebut juga menekankan bahwa kebijakan hilirisasi harus dilihat lebih luas. Bukan hanya soal geopolitik atau ekonomi, melainkan juga posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Artinya, Indonesia perlu siap dari sisi regulasi, koordinasi antar pemerintah, dan kemampuan merespons standar internasional.

Sebagai informasi, kebijakan hilirisasi sudah dimulai sejak UU No. 4/2009 tentang Minerba, lalu diperkuat dengan larangan ekspor bijih nikel pada 2014. Kebijakan ini sempat dilonggarkan pada 2017, sebelum akhirnya diperketat lagi pada 2020.

Kebijakan hilirisasi bukan hanya strategi geopolitik dan geoekonomi, tetapi juga bagian dari positioning Indonesia dalam rantai pasok global, yang menuntut kesiapan regulasi, koordinasi antarlevel pemerintahan, serta respons terhadap standar internasional,”

ujarnya.

Selain itu, kebijakan tersebut makin didorong lewat pengembangan industri kendaraan listrik dan baterai di dalam negeri. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengolahan sekaligus menarik investasi dari luar.

Meski demikian, pelaksanaannya tidak selalu berjalan mulus. Di berbagai daerah, pembangunan kawasan industri nikel dan pemberian insentif investasi masih menunjukkan peran besar pemerintah daerah. Tetapi, di sisi lain, hal ini juga menimbulkan tantangan koordinasi antara pusat dan daerah, terutama dalam menyelaraskan kepentingan pembangunan lokal dengan kebijakan nasional.

Tag:BRINHilirisasinikelrantai pasokUni Eropa
Share This Article
Email Salin Tautan Print
iren natania longdong
ByIren Natania
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Peristiwa Nasional dan Politik.
dusep-malik
ByDusep
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani
Ekonomi Bisnis

Investasi Melejit! Kuartal I 2026 Tembus Rp498,79 Triliun, Serap 706 Ribu Tenaga Kerja

Presiden Prabowo Subianto menerima laporan capaian investasi kuartal I 2026 dari Menteri Investasi dan Hilirisasi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 21 April 2026. Dalam laporan tersebut, realisasi investasi mencapai…

By
Ani Ratnasari
Ivan
2 Min Read
Ketua DPR RI Puan Maharani saat melakukan konfrensi pers
Politik

Di Tengah Dinamika Politik, RUU Pemilu 2029 Terus Digodok

Ketua DPR RI Puan Maharani memastikan bahwa proses pembahasan RUU Pemilu tetap berlangsung meski situasi politik terus berkembang. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan menuju Pemilu 2029, dengan tujuan…

By
Hadi Febriansyah
Ivan
2 Min Read
Uang sitaan penyidik KPK dalam kasus dugaan importasi jajaran Dirjen Bea Cukai.
Hukum

Kasus Importasi, KPK Sita Valas dan Logam Mulia Eks Pejabat Bea Cukai

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah salah satu bank di Kota Medan, Senin, 20 April 2026, sebagai tindak lanjut penyidikan dugaan korupsi importasi dalam tubuh Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC).…

By
Rahmat
Adi Briantika
2 Min Read

BERITA LAINNYA

Konglomerat Prajogo Pangestu. (Sumber: Barito Pasific)
Ekonomi Bisnis

Konglomerat Prajogo Pangestu Jual 57 Juta Saham CUAN, Kantongi Dana Segar Segini

Konglomerat RI Prajogo Pangestu melepas 57,15 juta saham miliknya di PT Petrindo…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
2 jam lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (sumber: owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Purbaya Ngaku Tak Tahu-Menahu Soal Rencana Pengenaan Pajak Jalan Tol, Kok Bisa? 

Rencana pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas jasa jalan tol kini tengah…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
2 jam lalu
Sejumlah kendaraan melintas di Gerbang Tol Cikampek Utama, Karawang, Jawa Barat.
Ekonomi Bisnis

DJP Mau Pungut Pajak Jalan Tol, YLKI: Ngawur dan Pindahin Beban Negara ke Rakyat

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menolak wacana pengenaan pajak terhadap jasa jalan…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
3 jam lalu
Selat Malaka yang menjadi jalur perdagangan strategis di dunia. (Sumber: Google Maps)
Ekonomi Bisnis

Purbaya Soroti Peluang Pajak Kapal di Selat Malaka: Punya RI Jalurnya Paling Besar

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bicara, terkait pengenaan pajak terhadap kapal yang…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
3 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up