Wacana Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk mengenakan pungutan pajak bagi kapal yang melintas di Selat Malaka berpotensi memicu kenaikan biaya logistik global.
Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI) Ronny P. Sasmita menilai kebijakan tersebut berpotensi berdampak luas terhadap perdagangan global, karena jalur pelayaran tersebut dilewati seperempat arus perdagangan internasional.
Shipping adalah industri dengan margin tipis dan sangat sensitif terhadap biaya. Tambahan biaya sekecil apa pun bisa mendorong perubahan rute, kenaikan premi asuransi, dan pada akhirnya meningkatkan harga barang global,”
kata Ronny pada Owrite, Jumat, 24 April 2026.
Menurut dia, kapal-kapal berpotensi mencari jalur alternatif seperti melalui Selat Lombok atau Selat Makassar jika biaya di Selat Malaka meningkat. Namun, pengalihan rute justru dapat memperpanjang waktu tempuh dan menambah biaya operasional.






