Harga minyak mentah dunia melonjak 2 persen, setelah rencana negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran pada putaran kedua kembali gagal. Ketegangan di Selat Hormuz juga kian tinggi menyusul Garda Revolusi Iran menghadang dua kapal di perairan tersebut.
Harga minyak mentah Brent naik lebih dari 2 persen menjadi US$107,89 per barel pada pukul 18.27 waktu setempat. Kemudian harga minyak mentah AS juga melonjak lebih dari 2 persen menjadi US$96,63 per barel.
Adapun Presiden Donald Trump pada Sabtu, membatalkan rencana mengirim utusannya, yakni Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Islamabad, Pakistan untuk melakukan negosiasi dengan Iran.
Terlalu banyak waktu terbuang untuk perjalanan, terlalu banyak pekerjaan! Lagi pula, terjadi pertikaian hebat dan kebingungan di dalam jajaran ‘kepemimpinan’ mereka,”
tulis Trump dalam sebuah posting di Truth Social dikutip dari CNBC, Senin, 27 April 2026.
Selain itu, Trump mengatakan bahwa AS memegang kendali penuh atas Iran.
Kita memegang semua kartu as (all the cards). Kalau mereka mau bicara, tinggal telepon saja!”
tutur Trump.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melakukan perjalanan ke Islamabad pada akhir pekan lalu, Namun, ia hanya bertemu dengan pejabat Pakistan sebelum meninggalkan negara tersebut.
Tidak ada pertemuan yang direncanakan antara Iran dan Amerika Serikat,”
kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, dalam sebuah unggahan di media sosial pada Jumat malam.


