Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 23 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / (Part I) Satgas Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Prabowo: Beban Baru Kejar Ilusi 8 Persen
Ekonomi Bisnis

(Part I) Satgas Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Prabowo: Beban Baru Kejar Ilusi 8 Persen

owrite-adi-briantikaAmin-Suciady-Owrite
Last updated: April 27, 2026 3:23 pm
Adi Briantika
Amin Suciady
Share
Gambar ilustrasi saham
Gambar ilustrasi saham (Sumber: blog.bankmega.com)
SHARE

Demi mewujudkan Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045 perihal penguatan ekonomi kerakyatan, diperlukan akselerasi program pemerintah untuk mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi, maka Presiden Prabowo menerbitkan regulasi baru.

Kebijakan itu tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 4 Tahun 2026 tentang Satuan Tugas Percepatan Program Pemerintah untuk Mendukung Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi. Aturan ini menjadi salah satu basis ambisi Prabowo di tengah “kegemukan” lembaga di bawah rezimnya. Artinya, tubuh pemerintah kini semakin tambun.

Berdasarkan keterangan resmi pemerintah tersebut, terdapat total 32 pimpinan Kementerian dan Lembaga yang dilibatkan dalam Satgas Percepatan Program Pemerintah.

Berikut rinciannya:

Ketua (2 Kementerian)

1. Ketua I: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
2. Ketua II: Menteri Sekretaris Negara

Wakil Ketua (3 Kementerian/Lembaga)

1. Wakil Ketua 1: Menteri Keuangan
2. Wakil Ketua 2: Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM
3. Wakil Ketua 3: Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas

Anggota (27 Kementerian/Lembaga)

1.Menteri Dalam Negeri
2.Menteri Ketenagakerjaan
3.Menteri Perdagangan
4.Menteri Perindustrian
5.Menteri Pariwisata
6.Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN
7.Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
8.Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
9.Menteri Pertanian
10.Menteri Kelautan dan Perikanan
11.Menteri Pekerjaan Umum
12.Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman
13.Menteri Perhubungan
14.Menteri Komunikasi dan Digital
15.Menteri Koperasi
16.Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
17.Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif
18.Menteri Sosial
19.Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Kepala BP2MI
20.Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH
21.Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara
22.Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia
23.Jaksa Agung Republik Indonesia
24.Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
25.Kepala Badan Gizi Nasional
26.Kepala Badan Pangan Nasional
27.Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara

    Beban Anyar di Tengah Krisis

    Gaya kepemimpinan Prabowo yang memilih melahirkan wadah baru alih-alih memaksimalkan tupoksi institusi yang ada, kini dipertanyakan. Bahkan kritik publik atas gemuknya kabinet rezimnya, seolah dianggap angin lalu.

    Persoalannya sejak awal, kecenderungan Prabowo itu membentuk sesuatu yang baru. Sesuatu yang memang dia sangat punya kontrol di situ, penyusunan personel-personelnya dan lain-lain, tanpa mengindahkan efisiensi,”

    kata peneliti Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Firman Noor, kepada owrite.id.

    Adapun mekanisme pengawasan terhadap Satgas yang bersifat ad hoc namun penuh kekuatan ini, Firman menilai fungsinya tetap berjalan normal melalui komisi-komisi di DPR. 

    Keberadaan Satgas ini turut berdampak terhadap APBN, sebab setiap struktur baru pasti menuntut kucuran dana operasional. Padahal kondisi kas negara sedang “sakit”. 

    Setiap Satker akhirnya juga membutuhkan pendanaan agar bisa mencapai target-target yang ditetapkan. Sementara di sisi lain, negara dalam posisi kondisi ekonomi yang  memprihatinkan,” 

    ujar Firman.

    Ketika ditanya apakah pembentukan Satgas ini merupakan bentuk mikromanajemen atau kurangnya kepercayaan presiden terhadap mesin birokrasinya, Firman menilai ada percampuran antara tujuan politik dan pemecahan masalah. 

    Nuansanya lebih pada politik ketimbang kapabilitas. Tapi saya kira tekanan terhadap pemerintah cukup besar sekarang, semakin intens. Sehingga di balik kepentingan politik, tetap pada akhirnya harus menjawab kondisi bangsa hari ini dalam banyak dimensi ekonomi, sosial, politik, dan lain-lain,”

    jelas dia. 

    Oleh karena itu, Firman mendorong agar ke depannya pembentukan wadah sejenis tidak terus didominasi oleh kepentingan politik semata. Harus ada unsur taktis, strategis, efektif, dan efisien. 

    Kombinasi keduanya (politik dan kapabilitas) saya kira tidak bisa dipisahkan, hanya proporsi saja. Mungkin membawa proporsi politik lebih sulit. Barangkali sudah semakin berjalan dan sudah semakin kelihatan peta persoalannya, seharusnya porsi meritokrasi lebih besar,”

    kata Firman. 

    Perihal “gemuk” atau tidak, sebetulnya menjadi tema usang. Karena banyak kalangan mengkritik pembentukan kabinet Prabowo. 

    Ketika (gemuk) itu sudah dianggap biasa dan juga didukung secara politik dengan tidak ada kritik dari parlemen maupun di partai-partai, menyebabkan langkah presiden dalam membangun satu Satgas itu menjadi suatu kebiasaan,”

    kata Firman.

    Apalagi hasil survei kekinian perihal kepuasan terhadap presiden. Sehingga muncul refleksi bahwa membangun sesuatu yang dianggap penting oleh pemerintah, dianggap akan berjalan dan pasti berjalan tanpa halangan berarti. Artinya, pemerintah merasa yakin kebijakan apa pun yang rezim nilai vital bakal berjalan mulus. 

    Pembentukan Satgas lintas kementerian yang diketuai Menko Perekonomian menunjukkan ada problem ekonomi skala besar yang membutuhkan penanganan khusus. Namun, muncul pertanyaan mengapa pemerintah “hobi” membuat wadah baru ketimbang mengoptimalkan fungsi lembaga eksisting?

    Mengapa tidak mengambil unsur yang ada di dalam satu institusi yang sudah ada? Tinggal dimaksimalkan (tupoksi mereka),”

    ucap Firman. 

    Eksistensi Satgas ini seolah pemerintah ingin memberikan pesan bahwa mereka bekerja keras dan fokus menyelesaikan masalah. Maka, publik diharapkan mengurangi perdebatan yang tak penting. 

    Ini bisa menjadi satu bagian dari argumentasi bahwa kritik terkait ketidakseriusan pemerintah dijawab dengan keberadaan hal-hal seperti ini,” 

    ujar Firman.
    Tag:HeadlinePrabowo SubiantoPresidensatgas percepatan ekonomiSpill
    Share This Article
    Email Salin Tautan Print
    owrite-adi-briantika
    ByAdi Briantika
    Asred
    Follow:
    Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
    Amin-Suciady-Owrite
    ByAmin Suciady
    Redaktur Pelaksana
    Follow:
    Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
    Trending di OWRITE
    Jokowi ‘Curi Start’ Pilpres 2029, Ada Misi Mengunci Kursi Cawapres untuk Gibran
    By Hardani Triyoga
    Presiden Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kedua kiri) bersiap memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025).
    1
    PLN Jadwalkan Pemadaman Listrik di Bojonggede dan Citayam Hari Ini, Cek Wilayah Terdampak
    By Ani Ratnasari
    Pemadaman listrik
    2
    Teriak Takbir Pakai Baju Tahanan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Resmi Dilimpahkan ke Kejari Jaksel
    By Rahmat Baihaqi
    Roy Suryo dan dr. Tifa dilimpahkan kepada Kejari Jaksel dari Rutan Polda Metro Jaya, Senin, 22 Juni 2026.
    3
    Usai Bikin Geger Pemadaman Bergilir, PLN Klaim Gangguan Listrik Jawa Berangsur Pulih
    By Natania Longdong
    Direktur Utama PLN (Persero) Darmawan Prasodjo dalam konferensi pers di PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali), Depok, Jawa Barat. (Sumber: Dok. PLN)
    4
    Janji Kompensasi Mandalika Diduga Zonk, ITDC dan Dinas Perkim Loteng Dilaporkan ke KPK
    By Rahmat Baihaqi
    LSBH NTB melaporkan dugaan korupsi relokasi pemukiman Mandalika kepada KPK, 22 Juni 2026.
    5

    BERITA LAINNYA

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: Owrite/Anisa Aulia)
    Ekonomi Bisnis

    2 Perusahaan Cabut ke Vietnam, Airlangga Tak Khawatir Investor Lain Masih Masuk ke RI

    Dua perusahaan asing asal Jepang berinisial PT J dan PT S akan…

    Nisa-OWRITEdusep-malik
    By
    Anisa Aulia
    Dusep Malik
    10 jam lalu
    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers stimulus pertumbuhan ekonomi semester II (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
    Ekonomi Bisnis

    Pemerintah Gelontorkan Stimulus Ekonomi Rp26,34 Triliun di Semester II-2026, Buat Apa?

    Pemerintah menggelontorkan anggaran sebesar Rp26,34 triliun di semester II-2026. Sebanyak delapan kebijakan…

    Nisa-OWRITEdusep-malik
    By
    Anisa Aulia
    Dusep Malik
    10 jam lalu
    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers stimulus pertumbuhan ekonomi semester II (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
    Ekonomi Bisnis

    Pemadaman Listrik Bergilir Beri Efek Negatif ke Ekonomi, Airlangga Minta Ini ke PLN

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengakui pemadaman listrik bergilir di berbagai…

    Nisa-OWRITEdusep-malik
    By
    Anisa Aulia
    Dusep Malik
    11 jam lalu
    Ilustrasi produksi batu bara RI. (Sumber: Dok. ESDM)
    Ekonomi Bisnis

    Pemadaman Listrik Bergilir Meluas, Indef Kritik Kebijakan Batu Bara yang Tak Sinkron

    Indef Green Transition Initiative (GTI) mengkritisi adanya pemadaman listrik bergilir yang terjadi…

    iren natania longdongdusep-malik
    By
    Natania Longdong
    Dusep Malik
    11 jam lalu
    OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

    Your Reading Dose, Right Here:
    Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

    Info lainnya

    • Redaksi
    • Beriklan
    • Tentang Kami
    • Pedoman Media
    • Kebijakan Privasi
    FacebookLike
    InstagramFollow
    YoutubeSubscribe
    TiktokFollow
    © PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
    OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
    Everything's gonna be owrite!

    Sign in to your account

    Username or Email Address
    Password

    Lost your password?

    Not a member? Sign Up