Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 7 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / (Part I) Satgas Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Prabowo: Beban Baru Kejar Ilusi 8 Persen
Ekonomi Bisnis

(Part I) Satgas Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Prabowo: Beban Baru Kejar Ilusi 8 Persen

owrite-adi-briantikaAmin-Suciady-Owrite
Last updated: April 27, 2026 3:23 pm
By
Adi Briantika
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
3 bulan lalu
Share
Gambar ilustrasi saham
Gambar ilustrasi saham (Sumber: blog.bankmega.com)
SHARE

Demi mewujudkan Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045 perihal penguatan ekonomi kerakyatan, diperlukan akselerasi program pemerintah untuk mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi, maka Presiden Prabowo menerbitkan regulasi baru.

Kebijakan itu tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 4 Tahun 2026 tentang Satuan Tugas Percepatan Program Pemerintah untuk Mendukung Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi. Aturan ini menjadi salah satu basis ambisi Prabowo di tengah “kegemukan” lembaga di bawah rezimnya. Artinya, tubuh pemerintah kini semakin tambun.

Berdasarkan keterangan resmi pemerintah tersebut, terdapat total 32 pimpinan Kementerian dan Lembaga yang dilibatkan dalam Satgas Percepatan Program Pemerintah.

Berikut rinciannya:

Ketua (2 Kementerian)

1. Ketua I: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
2. Ketua II: Menteri Sekretaris Negara

Wakil Ketua (3 Kementerian/Lembaga)

1. Wakil Ketua 1: Menteri Keuangan
2. Wakil Ketua 2: Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM
3. Wakil Ketua 3: Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas

Anggota (27 Kementerian/Lembaga)

1.Menteri Dalam Negeri
2.Menteri Ketenagakerjaan
3.Menteri Perdagangan
4.Menteri Perindustrian
5.Menteri Pariwisata
6.Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN
7.Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
8.Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
9.Menteri Pertanian
10.Menteri Kelautan dan Perikanan
11.Menteri Pekerjaan Umum
12.Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman
13.Menteri Perhubungan
14.Menteri Komunikasi dan Digital
15.Menteri Koperasi
16.Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
17.Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif
18.Menteri Sosial
19.Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Kepala BP2MI
20.Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH
21.Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara
22.Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia
23.Jaksa Agung Republik Indonesia
24.Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
25.Kepala Badan Gizi Nasional
26.Kepala Badan Pangan Nasional
27.Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara

    Beban Anyar di Tengah Krisis

    Gaya kepemimpinan Prabowo yang memilih melahirkan wadah baru alih-alih memaksimalkan tupoksi institusi yang ada, kini dipertanyakan. Bahkan kritik publik atas gemuknya kabinet rezimnya, seolah dianggap angin lalu.

    Persoalannya sejak awal, kecenderungan Prabowo itu membentuk sesuatu yang baru. Sesuatu yang memang dia sangat punya kontrol di situ, penyusunan personel-personelnya dan lain-lain, tanpa mengindahkan efisiensi,”

    kata peneliti Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Firman Noor, kepada owrite.id.

    Adapun mekanisme pengawasan terhadap Satgas yang bersifat ad hoc namun penuh kekuatan ini, Firman menilai fungsinya tetap berjalan normal melalui komisi-komisi di DPR. 

    Keberadaan Satgas ini turut berdampak terhadap APBN, sebab setiap struktur baru pasti menuntut kucuran dana operasional. Padahal kondisi kas negara sedang “sakit”. 

    Setiap Satker akhirnya juga membutuhkan pendanaan agar bisa mencapai target-target yang ditetapkan. Sementara di sisi lain, negara dalam posisi kondisi ekonomi yang  memprihatinkan,” 

    ujar Firman.

    Ketika ditanya apakah pembentukan Satgas ini merupakan bentuk mikromanajemen atau kurangnya kepercayaan presiden terhadap mesin birokrasinya, Firman menilai ada percampuran antara tujuan politik dan pemecahan masalah. 

    Nuansanya lebih pada politik ketimbang kapabilitas. Tapi saya kira tekanan terhadap pemerintah cukup besar sekarang, semakin intens. Sehingga di balik kepentingan politik, tetap pada akhirnya harus menjawab kondisi bangsa hari ini dalam banyak dimensi ekonomi, sosial, politik, dan lain-lain,”

    jelas dia. 

    Oleh karena itu, Firman mendorong agar ke depannya pembentukan wadah sejenis tidak terus didominasi oleh kepentingan politik semata. Harus ada unsur taktis, strategis, efektif, dan efisien. 

    Kombinasi keduanya (politik dan kapabilitas) saya kira tidak bisa dipisahkan, hanya proporsi saja. Mungkin membawa proporsi politik lebih sulit. Barangkali sudah semakin berjalan dan sudah semakin kelihatan peta persoalannya, seharusnya porsi meritokrasi lebih besar,”

    kata Firman. 

    Perihal “gemuk” atau tidak, sebetulnya menjadi tema usang. Karena banyak kalangan mengkritik pembentukan kabinet Prabowo. 

    Ketika (gemuk) itu sudah dianggap biasa dan juga didukung secara politik dengan tidak ada kritik dari parlemen maupun di partai-partai, menyebabkan langkah presiden dalam membangun satu Satgas itu menjadi suatu kebiasaan,”

    kata Firman.

    Apalagi hasil survei kekinian perihal kepuasan terhadap presiden. Sehingga muncul refleksi bahwa membangun sesuatu yang dianggap penting oleh pemerintah, dianggap akan berjalan dan pasti berjalan tanpa halangan berarti. Artinya, pemerintah merasa yakin kebijakan apa pun yang rezim nilai vital bakal berjalan mulus. 

    Pembentukan Satgas lintas kementerian yang diketuai Menko Perekonomian menunjukkan ada problem ekonomi skala besar yang membutuhkan penanganan khusus. Namun, muncul pertanyaan mengapa pemerintah “hobi” membuat wadah baru ketimbang mengoptimalkan fungsi lembaga eksisting?

    Mengapa tidak mengambil unsur yang ada di dalam satu institusi yang sudah ada? Tinggal dimaksimalkan (tupoksi mereka),”

    ucap Firman. 

    Eksistensi Satgas ini seolah pemerintah ingin memberikan pesan bahwa mereka bekerja keras dan fokus menyelesaikan masalah. Maka, publik diharapkan mengurangi perdebatan yang tak penting. 

    Ini bisa menjadi satu bagian dari argumentasi bahwa kritik terkait ketidakseriusan pemerintah dijawab dengan keberadaan hal-hal seperti ini,” 

    ujar Firman.
    Tag:HeadlinePrabowo SubiantoPresidensatgas percepatan ekonomiSpill
    Share This Article
    Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
    owrite-adi-briantika
    ByAdi Briantika
    Asred
    Follow:
    Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
    Amin-Suciady-Owrite
    ByAmin Suciady
    Redaktur Pelaksana
    Follow:
    Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
    Trending di OWRITE
    Persib Gagal Adu Penalti! Persebaya Cetak Sejarah Jadi Juara Baru Piala Presiden 2026
    By Hadi Febriansyah
    Persebaya Juara Piala Presiden 2026. (Sumber: Media Piala Presiden)
    1
    Aksi Mulia Numan Nomad: Jelajah Nusantara Sambil Bantu Mahasiswa Lulus Skripsi Tanpa Biaya
    By Ossid Duha Jussas Salma
    Numan Nomad
    2
    Dipecat karena Tilap Uang, Eks Bos Sekolah Swasta di Jaksel Tinggalkan ‘Gudang’ Bedil
    By Rahmat Baihaqi
    Ilustrasi ruangan eks ketua yayasan sekolah.
    3
    Dari Court ke Street, Sepatu Basket Berubah Jadi Statement Fashion
    By Syifa Fauziah
    Sepatu Basket
    4
    Ada AK-47 Hingga Narkoba: ‘Gudang Rahasia’ Mantan Ketua Yayasan Sekolah di Jaksel Terbongkar
    By Rahmat Baihaqi
    Ilustrasi ruang sekolah berisi senpi dan narkotika.
    5

    BERITA LAINNYA

    Ekonomi Bisnis

    IHSG Dibuka Menguat ke 6.352, Investor Mulai Sumringah! Ada Sinyal Bakal Terbang Lagi

    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada pembukaan perdagangan Jumat pagi, 7…

    Nisa-OWRITEHardani Triyoga
    By
    Anisa Aulia
    Hardani Triyoga
    56 detik lalu
    Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan saat konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
    Ekonomi Bisnis

    Dapat Saingan Jakarta Jual Surat Utang Rp3,5 T, Purbaya: Kami Lebih Kredibel dari Pemda

    Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku tidak khawatir surat utang yang diterbitkan…

    Nisa-OWRITEdusep-malik
    By
    Anisa Aulia
    Dusep Malik
    16 jam lalu
    Anggota DPR sekaligus Ketua Badan Anggaran DPR Said Abdullah.
    Ekonomi Bisnis

    Ekonomi RI 5,29 Persen Bikin Pemerintah Tak Boleh Cepat Puas, Industri dan Pertanian Mulai Melambat

    Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah mengingatkan pemerintah agar tak…

    Rika PangestiHardani Triyoga
    By
    Rika Pangesti
    Hardani Triyoga
    17 jam lalu
    Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Sumber: Antara Foto/Rivan Awal Lingga/nz)
    Ekonomi Bisnis

    Rupiah Ditutup Menguat Rp17.923 per Dolar AS, Tapi IHSG Merosot 0,12 Persen

    Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup tak sejalan…

    Nisa-OWRITEdusep-malik
    By
    Anisa Aulia
    Dusep Malik
    17 jam lalu
    OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

    Your Reading Dose, Right Here:
    Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

    Info lainnya

    • Redaksi
    • Beriklan
    • Tentang Kami
    • Pedoman Media
    • Kebijakan Privasi
    FacebookLike
    InstagramFollow
    YoutubeSubscribe
    TiktokFollow
    © PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
    OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
    Everything's gonna be owrite!

    Sign in to your account

    Username or Email Address
    Password

    Lost your password?

    Not a member? Sign Up