Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merespons, arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta agar Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menyediakan kredit untuk rakyat dengan bunga maksimal 5 persen.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, arahan tersebut bisa dimanfaatkan bank sebagai kesempatan bisnis untuk menyasar Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), dan masyarakat yang belum tersentuh perbankan atau unbankable.
Program kredit rakyat yang diinisiasi pemerintah dinilai sangat baik, dapat dimanfaatkan oleh bank sebagai kesempatan bisnis yang berkelanjutan, sehingga masyarakat terutama yang berpenghasilan rendah dan unbankable dapat merasakan manfaatnya secara berkesinambungan,”
ujar Dian dalam keterangannya dikutip Senin, 18 Mei 2026.

Tata Kelola dan Manajemen Risiko Perbankan
Untuk itu, Dian meminta agar perbankan meningkatkan kualitas tata kelola dan manajemen risiko yang baik guna menjalankan program tersebut.
Mempertimbangkan hal tersebut, bank perlu meningkatkan kualitas tata kelola dan manajemen risiko yang baik dalam menjalankan program dimaksud agar dapat menjadi program yang berkesinambungan sesuai dengan risk appetite dan expertise bank,”
terangnya.
Adapun untuk mengantisipasi potensi risiko kredit dari program tersebut, OJK mendorong agar bank melakukan penguatan pengawasan serta pelaksanaan stress test secara berkala. Hal ini untuk memastikan ketahanan permodalan dan kualitas aset tetap terjaga di berbagai skenario ekonomi.
Terapkan 5C
Dian juga meminta, agar perbankan melakukan pencadangan yang memadai sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kondisi ini perlu dilakukan untuk mengantisipasi potensi kerugian kredit, serta tetap menerapkan prinsip 5C (Character, Capacity, Capital, Collateral, dan Condition of Economy) dalam proses penyaluran kredit agar kualitas pembiayaan tetap terjaga
OJK juga akan senantiasa berkoordinasi dengan Pemerintah dan stakeholders lainnya agar pelaksanaan Program Kredit Rakyat tepat sasaran dan termitigasi dengan baik, serta berjalan secara sehat dan berkelanjutan,”
imbuhnya.


