Rupiah kembali menembus level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Nilai tukar anjlok 0,24 persen ke level Rp18.007 pada pukul 13.59 WIB.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengungkapkan pelemahan rupiah hingga menembus level Rp18.000 per dolar AS, karena Fitch Ratings memperingatkan akan menurunkan rating kredit Indonesia.
Secara umum sentimen rupiah masih lemah dan tertekan sejak mendapatkan peringatan dari Fitch akan potensi penurunan rating kredit,”
ujar Lukman saat dihubungi Owrite Senin, 6 Juli 2026.
Investor Tunggu Data Cadangan Devisa RI


Selain itu, investor juga tengah mengantisipasi rilis data-data ekonomi penting RI pada pekan ini, mulai dari cadangan devisa hingga kepercayaan konsumen.
Investor mengantisipasi rilis data-data ekonomi penting domestik sepakan ini yang diantaranya cadangan devisa, penjualan ritel dan indeks kepercayaan konsumen,”
tuturnya.
Melemah Sejak Pagi
Sebelumnya, nilai tukar rupiah anjlok pada Senin pagi, 6 Juli 2026. Rupiah diperdagangkan melemah 0,18 persen ke level Rp17.996 per dolar Amerika Serikat (AS).
Lukman menjelaskan melemahnya rupiah ini karena indeks dolar AS yang naik karena kuatnya ekspektasi pasar terhadap rilis data sektor jasa AS.
Rupiah diperkirakan berpotensi berbalik melemah oleh dolar AS yang rebound. Indeks dolar AS naik oleh ekspektasi rilis atau ISM service AS malam ini yang secara historis kuat,”
ujar Lukman kepada Owrite Senin, 6 Juni 2026.





















