Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS Gegara Peringatan Fitch Ratings

pelemahan rupiah hingga menembus level Rp18.000 per dolar AS, karena Fitch Ratings memperingatkan akan menurunkan rating kredit Indonesia.

Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/kye)
Ilustrasi karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/kye)

Rupiah kembali menembus level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Nilai tukar anjlok 0,24 persen ke level Rp18.007 pada pukul 13.59 WIB.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengungkapkan pelemahan rupiah hingga menembus level Rp18.000 per dolar AS, karena Fitch Ratings memperingatkan akan menurunkan rating kredit Indonesia.

Secara umum sentimen rupiah masih lemah dan tertekan sejak mendapatkan peringatan dari Fitch akan potensi penurunan rating kredit,”

ujar Lukman saat dihubungi Owrite Senin, 6 Juli 2026.

Investor Tunggu Data Cadangan Devisa RI

Ilustrasi uang dolar
Ilustrasi uang dolar (Foto: freepik)

Selain itu, investor juga tengah mengantisipasi rilis data-data ekonomi penting RI pada pekan ini, mulai dari cadangan devisa hingga kepercayaan konsumen.

Iklan

Investor mengantisipasi rilis data-data ekonomi penting domestik sepakan ini yang diantaranya cadangan devisa, penjualan ritel dan indeks kepercayaan konsumen,”

tuturnya.

Melemah Sejak Pagi

Sebelumnya, nilai tukar rupiah anjlok pada Senin pagi, 6 Juli 2026. Rupiah diperdagangkan melemah 0,18 persen ke level Rp17.996 per dolar Amerika Serikat (AS).

Lukman menjelaskan melemahnya rupiah ini karena indeks dolar AS yang naik karena kuatnya ekspektasi pasar terhadap rilis data sektor jasa AS.

Rupiah diperkirakan berpotensi berbalik melemah oleh dolar AS yang rebound. Indeks dolar AS naik oleh ekspektasi rilis atau ISM service AS malam ini yang secara historis kuat,”

ujar Lukman kepada Owrite Senin, 6 Juni 2026.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.