Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 19 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Sepak Bola
  • iran
  • Spill
  • BMKG
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Defisit APBN Terancam Lewati 3 Persen, Krisis Fiskal dan Lanjutannya Mengintai RI
Ekonomi Bisnis

Defisit APBN Terancam Lewati 3 Persen, Krisis Fiskal dan Lanjutannya Mengintai RI

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Mei 19, 2026 10:50 am
Anisa Aulia
Dusep
Share
Ilustrasi Uang Rupiah.
Ilustrasi Uang Rupiah. (Sumber: Unsplash/Mufid Majnun)
SHARE

Pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berpotensi menghadapi pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melebihi batas 3 persen. Bahkan, Indonesia berpeluang memasuki krisis fiskal.

Daftar isi Konten
  • Krisis Fiskal
  • Ruang Fiskal Terbatas

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE), Indonesia Dipo Satria Ramli mengatakan defisit APBN per Maret 2026 tercatat sebesar 0,93 persen. Defisit disebabkan oleh tingginya belanja dibandingkan penerimaan, pada tahun ini defisit berpotensi mencapai 4 persen.

Defisit di kuartal I itu 0,93 persen hampir 1 persen, artinya itu secara undang-undang itu kita 3 persen. Itu kita hampir sepertiga dari jatah undang-undang kita itu kan 3 bulan nih, Januari, Februari, Maret. Kalau kita pakai jurus yang sama gitu kuartal II artinya kita kali empat, 4 persen di atas 3 persen,”

kata Dipo kepada Owrite, dikutip Selasa, 19 Mei 2026.
Baca juga:
Gegara Perang di Timur Tengah, Harga Minyak RI April 2026… Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan rata-rata harga minyak mentah…
Pelemahan Rupiah Belum Berhenti dan Cetak Sejarah Lagi, Pagi Ini… Nilai tukar rupiah mencetak rekor terlemah sepanjang sejarah Indonesia. Pada perdagangan Selasa,…
Ini Strategi Pemerintah Tekan Biaya Haji di Tengah Kurs Dolar… Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengungkap strategi untuk menjaga biaya…
  • Gegara Perang di Timur Tengah, Harga Minyak RI April 2026 Tembus US$117…
  • Pelemahan Rupiah Belum Berhenti dan Cetak Sejarah Lagi, Pagi Ini Rp17.706 per…
  • Ini Strategi Pemerintah Tekan Biaya Haji di Tengah Kurs Dolar yang Terus…
Ekonom Core Indonesia, Dipo Satria Ramli. (Sumber: Yotube/Dipo Satria Ramli)
Ekonom Core Indonesia, Dipo Satria Ramli. (Sumber: Yotube/Dipo Satria Ramli)

Sebagai catatan, realisasi belanja per Maret atau kuartal I-2026 mencapai Rp815 triliun atau tumbuh 31,4 persen. Realisasi belanja lebih tinggi dibandingkan pendapatan negara yang hanya Rp574,9 triliun atau tumbuh 10,5 persen.

Dipo mengatakan, defisit ini berpotensi melebar jika pemerintah ‘ngotot’ menggenjot belanja pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal berikutnya. Pasalnya, pada kuartal I-2026 pertumbuhan ekonomi 5,61 persen dicapai melalui dorongan belanja pemerintah. 

Jadi nggak mungkin dia genjot fiskal lagi nih karena bisa melanggar konstitusi,”

katanya.

Krisis Fiskal

Di samping itu, saat ini rupiah terus mengalami pelemahan, berdasarkan data terbaru rupiah sudah mencapai level Rp17.700 per dolar Amerika Serikat (AS). 

Meski rupiah terus melemah, Dipo mengatakan Indonesia tidak akan mengalami krisis moneter seperti 1998. Namun, RI berpotensi mengalami krisis fiskal. 

Krisis fiskal itu apa? Ketika kita tidak bisa membayar utang. Jadi, misalnya kartu kredit kan ya nggak bayar sekali, dua kali, oke lah. Nah, kalau negara kalau dia nggak bayar sekali, itu default,”

terangnya.
Petugas menunjukkan pecahan mata uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat (AS) di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta
Petugas menunjukkan pecahan mata uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat (AS) di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym)

Dipo tak mengkhawatirkan, pemerintah tidak bisa membayar utang, yang mana pada tahun ini utang jatuh tempo tercatat mencapai Rp833,96 triliun. Akan tetapi dikhawatirkan, pemerintah sulit melakukan refinancing utang.

Jadi concern-nya adalah kita refinancing risk karena itu tadi modal sekarang lagi rebutan kapital, makin mahal juga, ini kita porsi ini kita nggak bisa refinancing. Kalau itu terjadi, ya itu potensi default. Nah, kalau setelah potensi default, yang kejadian itu hampir sama sama 1998,”

katanya.

Jadi fiskal nanti nilai tukar jatuh, karena kan kapitalnya keluar lalu inflasi, lalu urutannya sama tuh habis itu tetapi, awalnya beda. Jadi, titik awalnya beda karena fiskal dulu, jadi, kita kan nggak bisa kontrol nilai tukar. Tapi kalau fiskal kan itu dikendali kita ini kayak cash flow perusahaan aja,”

sambungnya.

Ruang Fiskal Terbatas

Chief Economist Bank Permata, Josua Pardede. (Sumber: Owrite)
Chief Economist Bank Permata, Josua Pardede. (Sumber: Owrite)

Sementara itu, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede meminta agar pemerintah rajin melakukan komunikasi dengan investor global dan lembaga rating internasional, di tengah kondisi fiskal yang terbatas. Pasalnya, perang di Timur Tengah telah membawa dua risiko kenaikan harga minyak dan penguatan dolar AS. 

Jadi makanya ini yang harus kita lihat juga bahwa pemerintah memiliki ruang fiskal yang sangat terbatas, dan ini memang harus disering-sering dikomunikasikan oleh pemerintah terhadap kepada investor global dan juga lembaga pemerintah internasional. Bahwa sekalipun memang pemerintah dari awal menyatakan bahwa komitmen disiplin fiskal itu 3 persen itu akan terus dijaga,”

jelasnya.

Josua menuturkan, ketidakpastian perang ini dikhawatirkan bisa mengganggu disiplin fiskal. Apalagi, dengan adanya program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang menjadi sorotan.

Jadi makanya nih kementerian keuangan lagi pusing banget pastinya ya. Karena pendapatan mungkin nggak naik banyak tapi dari sisi belanjanya naik terus gitu. Nah ini bagaimana mengkomunikasikannya kepada investor global seperti itu,”

imbuhnya.

Sebagai informasi, pada tahun 2026 pemerintah mengalokasikan anggaran untuk Program MBG sebesar Rp335 triliun. Pada kuartal I-2026 realisasi MBG sudah mencapai Rp55,34 triliun, atau 16,5 persen dari pagu.

Baca juga:
Pedagang Meninggal usai Ditabrak Mobil MBG, Warganet: Banyak Ruginya Dibanding… Insiden tragis terjadi di kawasan Bekasi Timur setelah sebuah mobil operasional Satuan…
Gubernur BI Disemprot DPR Gegara Rupiah, Perry Warjiyo Diminta Mundur Komisi XI DPR RI mencecar Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo terkait,…
Sosiolog Kritik SPPG Masuk Kampus: UKT Belum Beres Malah Disuruh… Rencana pemerintah memasukkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) demi mengeksplorasi program Makan…
  • Pedagang Meninggal usai Ditabrak Mobil MBG, Warganet: Banyak Ruginya Dibanding Manfaat
  • Gubernur BI Disemprot DPR Gegara Rupiah, Perry Warjiyo Diminta Mundur
  • Sosiolog Kritik SPPG Masuk Kampus: UKT Belum Beres Malah Disuruh Ngurus Dapur
Tag:APBNDefisitDolar ASfiskalHarga Minyakkrisis FiskalMBGRefinancing Utang
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Ekonomi dan Bisnis.
dusep-malik
ByDusep
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Pelemahan Rupiah Belum Berhenti dan Cetak Sejarah Lagi, Pagi Ini Rp17.706 per Dolar AS
By Anisa Aulia
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa (12/5) melemah 115 poin atau 0,66 persen menjadi Rp17.529 per dolar AS. (Sumber: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/kye)
1
Gegara Perang di Timur Tengah, Harga Minyak RI April 2026 Tembus US$117 per Barel
By Iren Natania
Pengeboran Lepas Pantai di Kalimantan Timur, (Sumber: Dok. Pertamina)
2
Defisit APBN Terancam Lewati 3 Persen, Krisis Fiskal dan Lanjutannya Mengintai RI
By Anisa Aulia
Ilustrasi Uang Rupiah.
3
IHSG Ditutup Merosot 3,46 Persen, Asing Jual Saham-saham Ini
By Anisa Aulia
Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (24/4/2026). IHSG pada Jumat (24/4) ditutup melemah 249,12 poin atau 3,38 persen ke posisi 7.129,49, sementara indeks LQ45 turun 25,12 poin atau 3,51 persen ke posisi 690,76.
4
Mimpi Gigi Copot, Benarkah Pertanda Buruk?
By Ossid Duha Jussas Salma
Mimpi gigi copot
5

BERITA LAINNYA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan pers terkait kebijakan transportasi dan BBM di Jakarta (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/agr)
Ekonomi Bisnis

Purbaya Akui Sulit Capai Target Serapan Obligasi Rp2 Triliun per Hari, Ini Dalihnya?

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, target Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk menyerap…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
31 menit lalu
Cara BJ Habibie selamatkan rupiah
Ekonomi Bisnis

5 Jurus Jitu BJ Habibie Selamatkan Rupiah Saat Krisis 1998

Krisis moneter 1998 menjadi salah satu masa paling berat dalam sejarah Indonesia.…

Ani RatnasariSyifa Fauziah
By
Ani Ratnasari
Syifa Fauziah
31 menit lalu
Gedung Kementerian ESDM. (Sumber: Google Street View)
Ekonomi Bisnis

Anggaran ESDM 2026 Melonjak Tajam Usai Tambah Rp14 Triliun, Ada Proyek Jumbo Apa?

Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ahmad Erani Yustika…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
45 menit lalu
Direktur Utama MedcoEnergi Hilmi Panigoro. (Sumber: Dok. MedcoEnergi)
Ekonomi Bisnis

MedcoEnergi Makin Moncer Ekspansi di Timur Tengah, Produksi Tembus 110 Juta Barel

PT Medco Energi Internasional telah memproduksi 110 juta barel minyak selama 20…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
1 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up