Nilai tukar rupiah mencetak rekor terlemah sepanjang sejarah Indonesia. Pada perdagangan Selasa, 19 Mei 2026 rupiah ambruk sebesar 0,22 persen atau 38 poin ke level Rp17.706 per dolar Amerika Serikat (AS).
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong menjelaskan melemahnya rupiah pada hari ini, karena tidak ada respons jelas dan konkrit dari pemerintah terkait rupiah. Padahal, hari ini tidak ada alasan bagi rupiah untuk tidak menguat.
Sentimen rupiah masih sangat negatif, oleh tidak adanya respons yang jelas dan konkrit dari pemerintah. Walau seharusnya rupiah bisa menguat hari ini karna tekanan dolar yang mereda, indeks dolar AS turun merespons penundaan penyerangan AS ke Iran,”
ujar Lukman saat dihubungi Owrite.id Selasa, 19 Mei 2026.
BI Rate Bakal Dinaikkan

Akibatnya, Lukman mengatakan bahwa nilai tukar rupiah saat ini mencetak rekor terlemah sepanjang sejarah RI. Ia memperkirakan, Bank Indonesia (BI) akan menaikkan BI Rate atau suku bunga pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Rabu besok, 20 Mei 2026.
RDGBI juga diperkirakan akan menaikkan suku bunga besok untuk sedikit banyak menahan perlemahan rupiah,”
katanya.
Untuk hari ini, Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan melemah di kisaran Rp17.600-Rp17.750.
Rupiah Kalah dari Filipina dan Malaysia
Adapun bila dilihat pada perdagangan hari ini, nilai tukar dari beberapa negara Asia Tenggara turut melemah seperti bhat Thailand (THB) 0,09 persen, dolar Singapura (SGD) melemah 0,09 persen.
Sementara itu, nilai tukar Malaysia dan Filipina justru mengalami penguatan terhadap dolar AS. Tercatat ringgit Malaysia (MYR) menguat 0,01 persen, dan peso Filipina (PHP) menguat sebesar 0,06 persen.
Tabel Pergerakan Rupiah (USD/IDR) di Pasar Spot
(Periode Sepekan Terakhir: 12 Mei – 19 Mei 2026)
| Tanggal | Kurs Penutupan (Rp) | Perubahan Harian (Poin) | Persentase Perubahan (yoy/harian) | Keterangan / Sentimen Utama |
|---|---|---|---|---|
| 12 Mei 2026 | Rp 17.549,00 | Pelemahan 136 | +0,78% | Rekor pelemahan tajam akibat kekhawatiran harga komoditas energi |
| 13 Mei 2026 | Rp 17.500,00 | Penguatan 49 | -0,28% | Rebound teknis seiring aksi ambil untung (profit taking) terhadap USD |
| 14 Mei 2026 | Rp 17.530,60 | Pelemahan 30,6 | +0,17% | Tekanan kembali berlanjut akibat meningkatnya permintaan USD untuk kebutuhan impor |
| 15 Mei 2026 | Rp 17.587,00 | Pelemahan 56,4 | +0,32% | Penutupan pekan dengan tekanan jual rupiah yang cukup tinggi |
| 18 Mei 2026 | Rp 17.702,00 | Pelemahan 115 | +0,65% | Tembus rekor terlemah baru seiring ketatnya likuiditas valas global |
| 19 Mei 2026* | Rp 17.716,00 | Pelemahan 14 | +0,08% | Posisi berjalan (pagi hari) |
*Data per 19 Mei 2026 pukul 10.15 WIB (Real-time Google Finance)



