Presiden Prabowo Subianto kembali menyentil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan. Bahkan, ia meminta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk mempertimbangkan mencopot Direktur Jenderal Bea dan Cukai.
Dia selalu mengingatkan agar Bea dan Cukai segera diperbaiki. Prabowo bahkan pernah mengancam akan membubarkan Bea Cukai dan digantikan dengan Société Générale de Surveillance (SGS).
“Saya ingatkan kembali untuk kesekian kali, Bea Cukai harus diperbaiki. Menteri Keuangan, kalau pimpinan Bea Cukai tidak mampu (maka) segera diganti,”
ujar Prabowo dalam Rapat Paripurna di DPR RI, Rabu, 20 Mei 2026.
Prabowo mengatakan pencopotan itu bisa dilakukan karena rakyat menuntut hasil yang cepat dari kinerja pemerintah. Ia meminta agar seluruh jajarannya tidak bekerja secara santai.
“Bangsa dan rakyat menuntut pekerjaan yang cepat, jangan jadi pemerintah yang santai, leha-leha, pemerintah yang ‘kumaha engke wae‘. Kalian harus jadi pemerintah ‘engke kumaha‘, bukan ‘kumaha engke‘,”
kata dia.
Pungli
Prabowo menuturkan banyak pengusaha yang mengeluh karena menjadi korban pungutan liar (pungli). Dia mengingatkan kepada seluruh anak buahnya agar segera mengambil tindakan “bersih-bersih”.
“Para pengusaha mengeluh mereka mengalami pungli yang terlalu banyak. Saya ingatkan semua Kepala Badan, menteri-menteri dan pemimpin-pemimpin lembaga pemerintah untuk segera berinisiatif membersihkan birokrasinya masing-masing, jangan ragu-ragu. Pelanggar, (segera) tindak,” .
tegas dia
Kepala Negara menekankan agar semua institusi bekerja dengan baik guna menghilangkan korupsi, penyalahgunaan wewenang, dan praktik-praktik yang menghambat perjalanan ekonomi nasional.
“Tidak ada orang yang tidak bisa diganti, rakyat menuntut pemerintah yang benar dan baik. Jangan mentang-mentang sudah jadi ASN tidak bisa diberhentikan, kalau tidak suruh dia tinggal di rumah saja, biar dia malu sama istri dan anaknya,”
ujar Prabowo.
Djaka Korup
Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama muncul dalam surat dakwaan kasus dugaan suap pengurusan impor yang menjerat pimpinan PT Blueray Cargo Group, John Field.
Perkara ini terungkap dalam surat dakwaan Komisi Pemberantasan Korupsi Nomor 38/TUT.01.04/24/04/2026 yang dibacakan jaksa penuntut umum terhadap tiga terdakwa, yakni John Field selaku pimpinan Blueray Cargo Group, Dedy Kurniawan Sukolo sebagai Manager Operasional Custom Clearance Pelabuhan, dan Andri selaku Ketua Tim Dokumen Importasi.
Dalam dakwaan disebutkan, pada Juli 2025 digelar pertemuan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, yang dihadiri sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bersama para pengusaha kargo.
“Dilakukan pertemuan antara pejabat-pejabat di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai antara lain Djaka Budi Utama, Sisprian Subiaksono, dan Oralndo Hamonongan Sianipar dengan pengusaha-pengusaha kargo, diantaranya hadir dari Blueray Cargo,” ungkap jaksa.



