“Saya melihat tidak dalam satu aspek pelemahan rupiah itu membuat Bapak Presiden harus membacakan sendiri ke KEM-PPKF,”
kata Misbakhun di DPR RI.
Misbakhun menilai langkah yang diambil Prabowo untuk membacakan KEM-PPKF karena presiden memberikan perhatian serius untuk penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027.
“Saya melihat ada sebuah perhatian serius dari Bapak Presiden bahwa APBN mulai dari awal menjadi sebuah kebijakan yang sungguh-sungguh untuk disampaikan kepada masyarakat secara luas, yang harus dilakukan secara langsung oleh Bapak Presiden,”
tutur dia.
Tiada Dalih
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan tak ada alasan khusus di balik keputusan Prabowo untuk membacakan pidato KEM-PPKF.
“Ini sejarah untuk pertama kali Presiden menyampaikan pidato dalam KEM-PPKF. Tidak ada (alasan). Tidak ada hukum (yang mengatur ketentuan), kan? Saya pikir tidak ada undang-undangnya, kebetulan Presiden mau (menyampaikan), ya, tidak apa,”
ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA, Selasa, 19 Mei 2026.
Dalam pidatonya, Prabowo akan menyampaikan pesan-pesan penting mengenai program unggulan. Sehingga Purbaya menganggap hal itu lebih tepat disampaikan langsung oleh kepala negara.
“Ada pesan-pesan penting di KEM-PPKF. Dalam KEM-PPKF itu ada program-program unggulan Presiden. Jadi harus dia yang bicara, bukan saya,”
kata Purbaya.