Nilai tukar rupiah melemah 0,22 persen atau 38 poin ke level Rp17.834 per dolar Amerika Serikat pada perdagangan Rabu pagi, 27 Mei 2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai anjloknya rupiah saat ini tidak masuk akal. Sebab, fundamental ekonomi Indonesia diklaimnya masih bagus.
“Ekonomi bagus, ini terjadi ketika fundamental bagus. Sebenarnya ini tidak masuk akal. Biasanya melemah kalau ada gangguan pada fundamental,”
ujar Purbaya di Kantor Pusat DJP, Jakarta, Rabu, 27 Mei 2026.
Stress Test
Purbaya menegaskan pemerintah tidak akan melakukan uji ketahanan (stress test) ulang terhadap APBN meskipun rupiah terus melemah. Alasannya karena pemerintah telah mengantisipasi kondisi ini melalui simulasi kalkulasi saat harga minyak dunia menyentuh angka US$100 per barel.






