Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak amblas pada penutupan perdagangan Rabu, 3 Juni 2026. Rupiah melemah 0,71 persen ke level Rp17.966 per dolar Amerika Serikat (AS), sedangkan IHSG anjlok 4,11 persen ke 5.941.
Rupiah bersama mata uang Asia Tenggara kompak melemah melawan dolar AS. Ringgit Malaysia (MYR) melemah 0,79 persen, baht Thailand (THB) 0,44 persen, peso Filipina (PHP) melemah sebesar 0,12, dan dolar Singapura (SGD) melemah 0,20 persen.

Terdampak Inflasi Mei 2026
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan sentimen pelemahan rupiah pada hari ini berasal dari buruknya data inflasi Mei 2026 yang sebesar 0,28 persen secara month to month (mtm).
Sentimen mata uang garuda memburuk setelah inflasi Mei 2026 mencapai 0,28 persen secara, naik dari posisi April 2026 yang sebesar 0,13 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen dari 111,09 pada April 2026 menjadi 111,40 pada Mei 2026,”
ujar Ibrahim dalam analisis hariannya Rabu, 3 Juni 2026.
Selain itu, investor juga menyoroti menyempitnya surplus perdagangan di April 2026. Surplus perdagangan hanya sebesar US$89,1 juta, yang ditopang oleh kinerja perdagangan nonmigas.
Pelemahan rupiah juga dipengaruhi oleh situasi di konflik Timur Tengah yang kembali memanas. Untuk itu, rupiah pada perdagangan Kamis, 4 Juni diperkirakan akan melemah mencapai level Rp18.030 per dolar AS.
Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp17.960-Rp18.030,”
tuturnya.
Transaksi IHSG

Adapun untuk nilai transaksi IHSG pada penutupan perdagangan hari ini tercatat sebesar Rp25,2 triliun, dengan melibatkan 40,11 miliar saham dalam 2,7 juta kali transaksi. Sebanyak 698 saham turun, 54 tidak bergerak, dan 69 naik.
Dilansir dari Stockbit, ada lima saham yang paling banyak dijual asing atau net foreign sell diantaranya PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) senilai Rp253,67 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) sebesar Rp228,68 miliar.
Lalu PT Barito Pacific Tbk (BRPT) senilai Rp156,07 miliar, PT Petrosea Tbk (PTRO) sebesar Rp106,87 miliar, dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) senilai Rp88,86 miliar.


