Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah serentak menguat pada penutupan perdagangan Jumat, 12 Juni 2026. Penguatan keduanya terjadi di tengah aksi demonstrasi mahasiswa.
Pada penutupan pasar, rupiah menguat 0,71 persen atau 126 poin ke level Rp17.860 per dolar Amerika Serikat (AS). Sedangkan IHSG menguat 2,07 persen ke level 6.007.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp21,6 triliun dengan melibatkan 37,2 miliar saham dalam 2,4 juta kali transaksi. Sebanyak 615 saham naik, 93 tidak bergerak, dan 108 turun.
Dilansir dari Stockbit, saham yang mengalami kenaikan tertinggi atau top gainer diantaranya PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) naik 33,82 persen ke Rp91, PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) menguat 30,91 persen ke Rp216.
Kemudian PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART) naik 24,84 persen ke Rp100, PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) menguat 24,84 persen ke Rp1.005, dan PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) naik 24,79 persen ke Rp3.020.
Dampak Kondisi Timur Tengah

Sementara itu, Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan rupiah ini salah satunya didorong oleh keputusan Presiden AS Donald Trump untuk membatalkan serangan ke Iran.
Trump mengatakan bahwa diskusi dengan Iran telah mengalami kemajuan dan kesepakatan damai yang akan membuka kembali Selat Hormuz untuk pelayaran dapat ditandatangani paling cepat akhir pekan ini, meskipun Teheran mengatakan belum membuat keputusan akhir,”
ujar Ibrahim dalam analisisnya.
Selain itu, data ekonomi AS terbaru pada Kamis memperkuat kekhawatiran bahwa tekanan inflasi tetap tinggi. Harga produsen naik lebih dari yang diperkirakan pada bulan Mei.
Dampak dari Situasi Domestik
Sedangkan dari dalam negeri, sentimen penguatan berasal dari revisi ke atas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5 persen pada 2026 oleh Bank Dunia.
Proyeksi terbaru ini lebih tinggi dibandingkan dengan estimasi lembaga tersebut pada April lalu yang mematok laju produk domestik bruto di level 4,7 persen. Proyeksi sebesar 5 persen untuk tahun ini mencerminkan kinerja perekonomian pada kuartal pertama yang lebih kuat dari perkiraan,”
terangnya.
Adapun pada hari ini Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan beberapa perguruan tinggi se-Jabodetabek turun ke jalan untuk menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta.
Sebanyak lima tuntutan dilayangkan yakni:
- Menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN),
- Menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM,
- Menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG),
- Menghentikan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, menghentikan militerisme di ranah sipil, serta
- Mendesak Presiden Prabowo Subianto mengakui kesalahan pemerintah dan tidak menghindari kritik publik.


