Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak menguat pada penutupan perdagangan Senin, 15 Juni 2026. Rupiah perkasa 0,85 persen ke level Rp17.708 per dolar Amerika Serikat (AS), dan IHSG menghijau 4,12 persen ke level 6.254.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp29,9 triliun dengan melibatkan 54,2 miliar saham dalam 3,2 juta kali transaksi. Sebanyak 603 saham naik, 90 tidak bergerak, dan 125 turun.
Dilansir dari Stockbit pada perdagangan hari ini ada lima saham yang mengalami kenaikan tertinggi atau top gainer diantaranya PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk (TRON) menguat 33,78 persen ke Rp99.
Kemudian PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) naik 28,57 persen ke Rp162, PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) menguat 25 persen ke Rp420, PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) naik 24,88 persen ke Rp1,25, serta PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP) menguat 24,86 persen ke Rp442.

Rupiah Menguat Akibat Kesepakatan Damai AS-Iran
Sementara itu, Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkapkan penguatan rupiah ini didorong oleh kesepakatan damai antara AS dan Iran.
Presiden AS Donald Trump dan wakil menteri luar negeri Iran mengatakan mereka telah mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri perang dan melanjutkan lalu lintas melalui Selat Hormuz. AS dan Iran akan menandatangani nota kesepahaman di Swiss pada hari Jumat,”
kata Ibrahim dalam analisis hariannya.
Harga Minyak Dunia Mulai Turun

Dari sisi domestik, penurunan rupiah juga didorong oleh penurunan harga minyak dunia di bawah US$80 per barel. Penurunan ini menjadi faktor positif bagi investor karena akan mengurangi tekanan terhadap defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pasar juga mencermati potensi efisiensi Anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta penurunan target pembangunan Koperasi Desa Merah putih sebesar 50 persen,”
katanya.
Adapun untuk Selasa, 16 Juni 2026 mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif, namun ditutup menguat di rentang Rp17.650-Rp17.700 per dolar AS.


