Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menekankan, kemandirian pangan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah di tengah berbagai tantangan global. Sejumlah tantangan itu mulai dari konflik geopolitik, perang dagang, serta gangguan rantai pasok dunia.
Gibran mengatakan, pemerintah akan terus membenahi tata kelola pertanian termasuk pengendalian alih fungsi lahan, penyediaan benih unggul, akses permodalan, kepastian pasar, serta distribusi pupuk subsidi yang lebih efektif.
Kita tidak boleh bergantung kepada negara lain dalam memenuhi kebutuhan pangan. Karena itu, kemandirian pangan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah,”
ujar Gibran dalam keterangannya Sabtu, 20 Juni 2026.
Swasembada
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melaporkan, target swasembada pangan yang semula diproyeksikan tercapai dalam empat tahun berhasil diwujudkan hanya dalam satu tahun.
Ini yang tercepat sepanjang sejarah Indonesia,”
ujar Amran.
Amran mengungkapkan, Indonesia mencatat kenaikan produksi pangan tertinggi kedua di dunia pada 2025 setelah Brasil. Capaian tersebut mendorong stok pangan nasional mencapai sekitar 5,2 juta ton.
Di tingkat petani, Amran mengklaim bahwa harga gabah sudah berada pada level Rp6.500 per kilogram sesuai kebijakan pemerintah. Sementara Nilai Tukar Petani (NTP) mencapai 127 atau tertinggi dalam 34 tahun terakhir.


Ekspor Pertanian Diklaim Meningkat
Selain itu, nilai ekspor pertanian meningkat Rp166 triliun sehingga total ekspor pertanian nasional mencapai Rp765 triliun. Pemerintah juga tengah menyiapkan program bantuan bibit gratis untuk komoditas strategis seperti kakao, kelapa, tebu, dan komoditas perkebunan lainnya yang akan mencakup lahan seluas 870 ribu hektare.
Amran menekankan, pemerintah ke depan akan mempercepat hilirisasi pertanian dan perkebunan. Hal ini untuk meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan pangan dunia.






















