Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 12 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Ketergantungan Batu Bara Masih Tinggi, IESR: Regulasi RI Terlalu Memihak Energi Fosil
Ekonomi Bisnis

Ketergantungan Batu Bara Masih Tinggi, IESR: Regulasi RI Terlalu Memihak Energi Fosil

iren natania longdongdusep-malik
Last updated: Juni 25, 2026 7:39 pm
By
Natania Longdong
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id,...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Ilustrasi produksi batu bara RI. (Sumber: Dok. ESDM)
Ilustrasi produksi batu bara RI. (Sumber: Dok. ESDM)
SHARE

Institute for Essential Services Reform (IESR) menjelaskan bahwa ketergantungan Indonesia terhadap batu bara masih tinggi. Sekitar 70-80 persen bauran energi nasional masih berasal dari batu bara, sementara kontribusi energi baru terbarukan (EBT) masih berada di kisaran 11 persen. 

Daftar isi Konten
  • Harus Sadar Ketidakadilan Penggunaan Energi Fosil
  • Siapkan Peta Jalan‎ Daerah Tergantung Batu Bara

Selain itu, keberadaan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) captive yang menyuplai kebutuhan energi industri juga semakin memperkuat dominasi batu bara.

‎Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa Indonesia sebenarnya bukan memiliki pilihan energi lain, melainkan masih memilih untuk mempertahankan penggunaan batu bara. Hal itu juga dipengaruhi oleh sistem energi, regulasi, serta skema tarif yang selama ini dinilai lebih berpihak pada energi fosil dibandingkan energi terbarukan.

‎Bukan kita tidak punya pilihan lain. tapi kita yang memilih batu bara. Secara sistem, regulasi, dan tarif sangat berpihak ke batu bara,”

kata Manajer Riset Kebijakan dan Transisi Berkeadilan IESR Martha Jesica Solomasi Mendrofa dalam acara nonton bareng (nobar) film dokumenter Pelita Asa dan diskusi publik bertajuk “Transisi Energi di Tengah Kepungan Batu bara” bersama Aliansi Jurnalistik Indonesia (AJI) di Jakarta, dikutip Kamis, 25 Juni 2026.
Baca juga:
Target Ekspor Satu Pintu Makin Dekat, Publik Pertanyakan Kesiapan Tata… Target pemerintah menerapkan kebijakan ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumber Daya…
Omon-Omon Prabowo dan Aparat Loyo: Denny Indrayana Soroti Tambang Ilegal… Pakar Hukum Tata Negara Denny Indrayana menyorot dugaan aktivitas pertambangan ilegal marak…
Batu Bara Sitaan Laku Keras, ESDM Keruk PNBP Rp20,98 Miliar… Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melelang 76.742 metrik ton (MT)…
  • Target Ekspor Satu Pintu Makin Dekat, Publik Pertanyakan Kesiapan Tata Kelola Danantara
  • Omon-Omon Prabowo dan Aparat Loyo: Denny Indrayana Soroti Tambang Ilegal di Kalsel
  • Batu Bara Sitaan Laku Keras, ESDM Keruk PNBP Rp20,98 Miliar Lewat Lelang…

Harus Sadar Ketidakadilan Penggunaan Energi Fosil

Solar Panel (PLTS) dan Pembangkit LIstrik Tenaga Bayu (angin). (Sumber: Unsplash/Arno Senoner)
Solar Panel (PLTS) dan Pembangkit LIstrik Tenaga Bayu (angin). (Sumber: Unsplash/Arno Senoner)

‎Martha menekankan bahwa pembahasan mengenai transisi energi berkeadilan harus dimulai dengan menyadari adanya ketidakadilan yang telah berlangsung sejak lama akibat penggunaan energi berbasis fosil.

Transisi menuju energi bersih tidak hanya soal mengganti sumber energi, tetapi juga menjadi upaya untuk memperbaiki dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang selama ini ditanggung masyarakat.

Menurut Martha, transisi energi tidak cukup hanya bergantung pada kebijakan sektor energi, tetapi harus menjadi bagian dari kebijakan pembangunan nasional yang lebih menyeluruh dan holistik karena masih banyak tantangan yang harus diselesaikan.

Koordinator Ketenagalistrikan, Direktorat Transmisi, Ketenagalistrikan, Kedirgantaraan, dan Antariksa (TKKA) Kementerian PPN/Bappenas Jayanti Maharani mengatakan transisi energi di Indonesia terbagi dalam beberapa tahapan, mulai 2025 hingga 2045. Lima tahun pertama yang dilakukan yakni penguatan transformasi menuju energi bersih. Itu mengapa saat ini di Indonesia masih banyak PLTU batu bara.

‎Kita akan melakukan transisi energi secara bertahap, sehingga kita masih membutuhkan pembangkit fosil,”

ujarnya.

Siapkan Peta Jalan‎ Daerah Tergantung Batu Bara

Selain itu, menurut Jayanti, pemerintah juga menyiapkan peta jalan untuk daerah yang selama ini bergantung pada batu bara. Dengan melakukan penguatan skill agar bisa beralih ke profesi lain.

‎Dari pekerja daerah tambang beralih ke profesi lain. Hal tersebut sudah masuk dalam mitigasi risiko,”

ungkapnya.

‎Sementara itu, Sub Koordinator Analisis dan Evaluasi Konservasi Energi Kementerian ESDM M Atthar Majid mengungkapkan bahwa pihaknya memandang transisi energi sebagai proses bertahap menuju penggunaan energi baru dan terbarukan, sehingga tidak dapat dilakukan secara instan. 

Dalam masa transisi, Indonesia masih memanfaatkan sumber energi fosil seperti gas alam sebagai energi transisi, serta batu bara yang diklaim menggunakan teknologi yang lebih bersih untuk menekan dampak emisinya.

‎Karena dalam transisi energi membutuhkan investasi yang besar. Termasuk membutuhkan investasi dari luar negeri,”

jelasnya.

Karena itu, pemerintah berupaya menarik investasi hijau dari dalam maupun luar negeri untuk mendukung pembangunan energi terbarukan di Indonesia. Selain itu, pemerintah juga menerapkan mekanisme tarif karbon, di mana perusahaan yang menghasilkan emisi karbon akan dikenakan kewajiban pembayaran sesuai aturan yang berlaku sebagai bagian dari upaya pendanaan transisi energi.

Baca juga:
Soal Kuota Nikel dan Batu Bara, Indef Minta Pemerintah 'Buka… Indef Green Transition Initiative (GTI) mendesak pemerintah membuka secara transparan dasar penentuan…
Revisi RKAB 2026: Indef Ingatkan Pemerintah Tak Sekadar Pembagian Kuota… Indef Green Transition Initiative (GTI) mengingatkan pemerintah agar revisi Rencana Kerja dan…
10 Orang Terkaya di Indonesia per Agustus 2026, Nomor Satu… Daftar 10 orang terkaya di Indonesia mengalami perubahan pada Agustus 2026. Berdasarkan…
  • Soal Kuota Nikel dan Batu Bara, Indef Minta Pemerintah 'Buka Kartu' RKAB…
  • Revisi RKAB 2026: Indef Ingatkan Pemerintah Tak Sekadar Pembagian Kuota Nikel dan…
  • 10 Orang Terkaya di Indonesia per Agustus 2026, Nomor Satu Dipegang Raja…
Tag:Batu baraEnergi Baru TerbarukanEnergi fosilIESRInvestasi HijauPLTU
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Seskab Teddy-Bahlil Masuk Tiga Besar Menteri Terbaik Versi IPO, Pengamat: Sangat Tidak Logis
By Rika Pangesti
Ilustrasi Bahlil
1
Mengerikan! WNI Jadi Korban Serangan Rudal Houthi, Kapal Tihama Terbakar di Selat Bab al-Mandeb
By Natania Longdong
Ilustrasi kapal yang diserang rudal.
2
Viral Challenge Hafalan Alquran Berhadiah Miras, Newport Akhirnya Klarifikasi dan Minta Maaf
By Syifa Fauziah
Booth Newport di festival musik.
3
Utang Pemerintah Membengkak Rp373 Triliun dalam 3 Bulan, Kini Tembus Rp10.293 Triliun
By Anisa Aulia
Tumpukan uang rupiah dari tabungan masyarakat. (Sumber: Unsplash/Mufid Majnun)
4
Survei AOM: 76 Persen Orang Tua Jadi yang Pertama Sadari Anak Alami Neurodivergent
By Ani Ratnasari
Survei “Suara Orang Tua” yang dilakukan oleh Atelier of Minds (AOM)
5

BERITA LAINNYA

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). DPR menggelar rapat paripurna dengan agenda antara lain penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal oleh Presiden Prabowo.
Ekonomi Bisnis

Proyek dan Program Prabowo Bertebaran, Pengamat: Kesejahteraan Warga Belum Terasa

Pengamat ekonomi dari Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI) Ronny P.…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
8 menit lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan situasi keuangan negara pada konferensi pers APBN KiTa edisi Juli 2026 di Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Bayu Pratama S/wsj)
Ekonomi Bisnis

Purbaya Klaim Rp20,5 Triliun Bantuan Pusat Sudah Mengalir ke 490 Pemda

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah sudah menyalurkan bantuan dana sebesar…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
1 jam lalu
Tumpukan uang rupiah dari tabungan masyarakat. (Sumber: Unsplash/Mufid Majnun)
Ekonomi Bisnis

Utang Pemerintah Membengkak Rp373 Triliun dalam 3 Bulan, Kini Tembus Rp10.293 Triliun

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mencatat utang pemerintah…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
3 jam lalu
Ilustrasi Pengeboran Lepas Pantai. (Sumber: Unsplash/Maria Lupan)
Ekonomi Bisnis

Kedamaian AS-Iran Semakin Tak Pasti, Harga Minyak Dunia Naik Lagi ke US$89,63 per Barel

Harga minyak dunia naik pada perdagangan Rabu. Kenaikan terjadi di tengah ketidakpastian…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
5 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up