Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 25 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Ketergantungan Batu Bara Masih Tinggi, IESR: Regulasi RI Terlalu Memihak Energi Fosil
Ekonomi Bisnis

Ketergantungan Batu Bara Masih Tinggi, IESR: Regulasi RI Terlalu Memihak Energi Fosil

iren natania longdongdusep-malik
Last updated: Juni 25, 2026 7:39 pm
By
Natania Longdong
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id,...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
2 jam lalu
Share
Ilustrasi produksi batu bara RI. (Sumber: Dok. ESDM)
Ilustrasi produksi batu bara RI. (Sumber: Dok. ESDM)
SHARE

Institute for Essential Services Reform (IESR) menjelaskan bahwa ketergantungan Indonesia terhadap batu bara masih tinggi. Sekitar 70-80 persen bauran energi nasional masih berasal dari batu bara, sementara kontribusi energi baru terbarukan (EBT) masih berada di kisaran 11 persen. 

Daftar isi Konten
  • Harus Sadar Ketidakadilan Penggunaan Energi Fosil
  • Siapkan Peta Jalan‎ Daerah Tergantung Batu Bara

Selain itu, keberadaan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) captive yang menyuplai kebutuhan energi industri juga semakin memperkuat dominasi batu bara.

‎Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa Indonesia sebenarnya bukan memiliki pilihan energi lain, melainkan masih memilih untuk mempertahankan penggunaan batu bara. Hal itu juga dipengaruhi oleh sistem energi, regulasi, serta skema tarif yang selama ini dinilai lebih berpihak pada energi fosil dibandingkan energi terbarukan.

‎Bukan kita tidak punya pilihan lain. tapi kita yang memilih batu bara. Secara sistem, regulasi, dan tarif sangat berpihak ke batu bara,”

kata Manajer Riset Kebijakan dan Transisi Berkeadilan IESR Martha Jesica Solomasi Mendrofa dalam acara nonton bareng (nobar) film dokumenter Pelita Asa dan diskusi publik bertajuk “Transisi Energi di Tengah Kepungan Batu bara” bersama Aliansi Jurnalistik Indonesia (AJI) di Jakarta, dikutip Kamis, 25 Juni 2026.
Baca juga:
Ancaman Blackout Ada, DPR Ingatkan Defisit 2,6 Juta Ton Batu… Ancaman pemadaman listrik massal (blackout) disebut masih bisa terulang apabila pasokan batu…
CERI Sebut Bahlil Bohongi Prabowo soal Pasokan Batu Bara untuk… Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman mengklaim…
Tak Tinggal Diam, Bahlil Gandeng Kejagung Telusuri Penyebab Pemadaman Listrik… Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia angkat suara terkait…
  • Ancaman Blackout Ada, DPR Ingatkan Defisit 2,6 Juta Ton Batu Bara Tak…
  • CERI Sebut Bahlil Bohongi Prabowo soal Pasokan Batu Bara untuk PLN
  • Tak Tinggal Diam, Bahlil Gandeng Kejagung Telusuri Penyebab Pemadaman Listrik Bergilir

Harus Sadar Ketidakadilan Penggunaan Energi Fosil

Solar Panel (PLTS) dan Pembangkit LIstrik Tenaga Bayu (angin). (Sumber: Unsplash/Arno Senoner)
Solar Panel (PLTS) dan Pembangkit LIstrik Tenaga Bayu (angin). (Sumber: Unsplash/Arno Senoner)

‎Martha menekankan bahwa pembahasan mengenai transisi energi berkeadilan harus dimulai dengan menyadari adanya ketidakadilan yang telah berlangsung sejak lama akibat penggunaan energi berbasis fosil.

Transisi menuju energi bersih tidak hanya soal mengganti sumber energi, tetapi juga menjadi upaya untuk memperbaiki dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang selama ini ditanggung masyarakat.

Menurut Martha, transisi energi tidak cukup hanya bergantung pada kebijakan sektor energi, tetapi harus menjadi bagian dari kebijakan pembangunan nasional yang lebih menyeluruh dan holistik karena masih banyak tantangan yang harus diselesaikan.

Koordinator Ketenagalistrikan, Direktorat Transmisi, Ketenagalistrikan, Kedirgantaraan, dan Antariksa (TKKA) Kementerian PPN/Bappenas Jayanti Maharani mengatakan transisi energi di Indonesia terbagi dalam beberapa tahapan, mulai 2025 hingga 2045. Lima tahun pertama yang dilakukan yakni penguatan transformasi menuju energi bersih. Itu mengapa saat ini di Indonesia masih banyak PLTU batu bara.

‎Kita akan melakukan transisi energi secara bertahap, sehingga kita masih membutuhkan pembangkit fosil,”

ujarnya.

Siapkan Peta Jalan‎ Daerah Tergantung Batu Bara

Selain itu, menurut Jayanti, pemerintah juga menyiapkan peta jalan untuk daerah yang selama ini bergantung pada batu bara. Dengan melakukan penguatan skill agar bisa beralih ke profesi lain.

‎Dari pekerja daerah tambang beralih ke profesi lain. Hal tersebut sudah masuk dalam mitigasi risiko,”

ungkapnya.

‎Sementara itu, Sub Koordinator Analisis dan Evaluasi Konservasi Energi Kementerian ESDM M Atthar Majid mengungkapkan bahwa pihaknya memandang transisi energi sebagai proses bertahap menuju penggunaan energi baru dan terbarukan, sehingga tidak dapat dilakukan secara instan. 

Dalam masa transisi, Indonesia masih memanfaatkan sumber energi fosil seperti gas alam sebagai energi transisi, serta batu bara yang diklaim menggunakan teknologi yang lebih bersih untuk menekan dampak emisinya.

‎Karena dalam transisi energi membutuhkan investasi yang besar. Termasuk membutuhkan investasi dari luar negeri,”

jelasnya.

Karena itu, pemerintah berupaya menarik investasi hijau dari dalam maupun luar negeri untuk mendukung pembangunan energi terbarukan di Indonesia. Selain itu, pemerintah juga menerapkan mekanisme tarif karbon, di mana perusahaan yang menghasilkan emisi karbon akan dikenakan kewajiban pembayaran sesuai aturan yang berlaku sebagai bagian dari upaya pendanaan transisi energi.

Baca juga:
Pasokan Batu Bara PLN Habis Bulan Juni, Bahlil: Ilmu Abuleke… Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap hasil evaluasi…
PLN Ditantang Buka Nama 2 IPP Penyebab Listrik Padam Bergilir,… Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) mendesak Direktur Utama PT PLN…
Listrik Padam Bergilir, Ekonom Sentil PLN: Ibarat Punya Beras tapi… Pemadaman listrik bergilir yang berulang kali tak dipandang sebagai gangguan teknis semata.…
  • Pasokan Batu Bara PLN Habis Bulan Juni, Bahlil: Ilmu Abuleke Apalagi ini?
  • PLN Ditantang Buka Nama 2 IPP Penyebab Listrik Padam Bergilir, CERI: Ada…
  • Listrik Padam Bergilir, Ekonom Sentil PLN: Ibarat Punya Beras tapi Salah Jenis
Tag:Batu baraEnergi Baru TerbarukanEnergi fosilIESRInvestasi HijauPLTU
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Heboh Isu Keponakan Prabowo Budi Djiwandono ‘Awasi’ Gibran, Gerindra Akhirnya Buka Suara
By Rika Pangesti
Ketua DPP Gerindra sekaligus Sekretaris Fraksi Gerindra di DPR Bambang Haryadi.
1
Gerindra Bela Gibran soal Isu Danai Demo Mahasiswa UBK: Jangan Adu Domba Presiden dan Wapres
By Rika Pangesti
Wakil Ketua Komisi XII DPR RI sekaligus Sekretaris Fraksi Partai Gerindra Bambang Haryadi
2
Pasokan Batu Bara PLN Habis Bulan Juni, Bahlil: Ilmu Abuleke Apalagi ini?
By Natania Longdong
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam acara CNBC Energy Forum 2026 di Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026. (Sumber: Owrite/Natania Longdong)
3
Korban Bertambah! Calon Manajer Kopdes-KNPM Meninggal saat Latihan Militer, Total 3 Nyawa Melayang
By Rahmat Baihaqi
Seleksi Manajer Koperasi Desa di Stadion
4
Tak Tinggal Diam, Bahlil Gandeng Kejagung Telusuri Penyebab Pemadaman Listrik Bergilir
By Natania Longdong
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam acara CNBC Energy Forum 2026 di Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026. (Sumber: Owrite/Natania Longdong)
5

BERITA LAINNYA

Sejumlah buruh yang tergabung dalam Gabungan Serikat Pekerja Manufaktur Independen Indonesia (GSPMII) membawa poster saat aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda Monas, Jakarta, Jumat (1/5/2026). Aksi dalam rangka memperingati hari buruh internasional tersebut menuntut tentang penghapusan upah murah dan penghapusan outsorcing. (ANTARA FOTO/Salma Talita)
Ekonomi Bisnis

Kemenperin Panggil PT Pakerin Imbas Kabar PHK Massal 2.500 Pekerja, Ini Hasilnya

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) merespons terkait rencana Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap sekitar…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
2 jam lalu
Tumpukan uang rupiah dari tabungan masyarakat. (Sumber: Unsplash/Mufid Majnun)
Ekonomi Bisnis

Orang Kaya Makin Tajir, LPS: Tabungan di Atas Rp5 Miliar Melonjak 21,45 Persen

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengungkapkan tabungan orang kaya, yakni di atas Rp5…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
3 jam lalu
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Energy Forum di Hotel Borobudur, Jakarta. (Sumber: Owrite/Natania Longdong)
Ekonomi Bisnis

Bahlil Ngaku Dimarahin Pelaku Usaha Karena Pangkas Impor BBM, Tapi Ini Jawabnya

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa kebijakan…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
3 jam lalu
Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu.
Ekonomi Bisnis

LPS Naikkan Tingkat Bunga Penjaminan Jadi 3,75 Persen, Kenapa?

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memutuskan, menaikkan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) sebesar 25…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
3 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up