Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 akan terjaga di bawah 3 persen, karena pemotongan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Purbaya mengatakan, terjaganya defisit APBN 2026 bisa dicapai bila anggaran Program MBG tidak direlokasi. Adapun alokasi awal program ini sebesar Rp335 triliun, yang mana pagu anggaran sebesar Rp268 triliun sedangkan sisanya Rp67 triliun berada di dana cadangan Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN).
Harusnya kalau nggak ada pengalihan pembiayaan ya turun defisitnya, cuma kan bisa aja ada kenaikan pembiayaan di tempat yang lain, kita belum lihat,”
dalam media briefing di Kantor Kemenkeu, Jakarta, pada Jumat, 26 Juni 2026.
Jamin Tak Lewati Batas


Purbaya memastikan, kondisi fiskal RI akan aman dengan defisit tidak melebihi ketentuan batas 3 persen. Kondisi ini juga sejalan dengan harga minyak dunia yang sudah berangsur pulih di US$73 per barel.
Defisit tidak akan melebihi 3 persen hampir pasti, kita bisa dikendalikan dengan baik karena ruangnya semakin terbuka lebar, termasuk harga minyak ini yang turun mendekati US$73 per barel, saya pikir akan turun terus, saya pikir aman,”
tuturnya.
Adapun defisit APBN per Mei 2026 tercatat sebesar Rp180,4 triliun atau 0,70 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Pada tahun ini rasio defisit APBN terhadap PDB ditargetkan sebesar 2,86 persen.
Sementara itu, harga minyak mentah Brent pada hari ini turun 19 sen atau 0,25 persen, menjadi US$75,07 per barel pada pukul 00.55 waktu setempat. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 13 sen atau 0,18 persen, menjadi US$71,79 per barel.
























