Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 29 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • Prabowo Subianto
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Imbas Perang Timur Tengah, Harga Gas Industri Indonesia Berpotensi Ikut Melambung
Ekonomi Bisnis

Imbas Perang Timur Tengah, Harga Gas Industri Indonesia Berpotensi Ikut Melambung

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Juni 29, 2026 11:57 am
By
Anisa Aulia
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
1 jam lalu
Share
Kapal LNG. (Sumber: Unsplash/Karel Mistrík)
Kapal LNG. (Sumber: Unsplash/Karel Mistrík)
SHARE

Konflik bersenjata antara Amerika Serikat (AS)-Israel vs Iran mulai berdampak pada pasar gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) global. Gangguan pasokan akibat rusaknya fasilitas produksi di Timur Tengah memicu lonjakan harga LNG internasional dan berpotensi mendorong penyesuaian harga gas bagi sektor industri di Indonesia.

Daftar isi Konten
  • Harga LNG Global Melonjak Tajam
  • Harga Gas Industri RI Berpotensi Disesuaikan
  • Reforminer Usulkan Lima Langkah Antisipasi

Gangguan pasokan terjadi setelah kerusakan pada fasilitas gas South Pars di Iran dan fasilitas LNG Ras Laffan di Qatar. Kondisi tersebut memaksa produsen LNG, termasuk QatarEnergy, memberlakukan force majeure sehingga membatalkan sejumlah pengiriman kargo, termasuk ke Italia.

Selain menurunkan volume ekspor LNG, konflik juga menyebabkan pembatalan kontrak jangka panjang, terganggunya jalur pelayaran, serta kenaikan harga LNG di pasar spot. Dampaknya, impor LNG kawasan Asia mencatat penurunan terdalam dalam lebih dari tiga tahun terakhir akibat terganggunya rantai pasok.

Baca juga:
AS-Iran Kembali Memanas, Harga Minyak Merangkak Naik ke US$72,55 per… Harga minyak naik tipis pada Senin, setelah serangan militer kembali terjadi antara…
Rupiah 'Berotot' di Level Rp17.876, Tapi Terancam Loyo Dibayangi Eskalasi… Rupiah dibuka menguat pada perdagangan Senin, 29 Juni 2026. Nilai tukar 'berotot'…
Komnas Perempuan Ngadi-ngadi Sebut Kasus Yuvita Bukan Siksaan, DPR: Harus… Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsyi mengkritik pernyataan Komisi…
  • AS-Iran Kembali Memanas, Harga Minyak Merangkak Naik ke US$72,55 per Barel
  • Rupiah 'Berotot' di Level Rp17.876, Tapi Terancam Loyo Dibayangi Eskalasi AS-Iran
  • Komnas Perempuan Ngadi-ngadi Sebut Kasus Yuvita Bukan Siksaan, DPR: Harus Nunggu Fatal?

Harga LNG Global Melonjak Tajam

Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro mengatakan eskalasi konflik di Timur Tengah telah mendorong kenaikan harga energi dunia, termasuk LNG.

Peningkatan harga LNG global memberikan dampak secara langsung terhadap meningkatnya harga gas pada semua negara, termasuk harga gas untuk sektor industri di masing-masing negara,”

kata Komaidi dalam keterangan tertulis, Senin, 29 Juni 2026.

Ia menjelaskan, harga acuan LNG Japan Korea Marker (JKM) melonjak lebih dari 60 persen sejak awal 2026. Jika pada awal tahun harga masih berada di kisaran US$9-11,5 per MMBTU, kini meningkat menjadi sekitar US$15-19 per MMBTU dan bahkan sempat menyentuh US$22,3 per MMBTU seiring meningkatnya eskalasi konflik.

Menurut Komaidi, lonjakan harga LNG turut memengaruhi harga gas industri di berbagai negara. Berdasarkan data yang dihimpun Reforminer, harga gas berbasis LNG untuk industri di Filipina mencapai sekitar US$28,50 per MMBTU, Vietnam sebesar US$27,81 per MMBTU, sedangkan Singapura berada pada kisaran US$40-48 per MMBTU.

Jika dibandingkan dengan harga gas di sejumlah negara tersebut, harga gas untuk sektor industri Indonesia yang bersumber dari LNG masih cukup kompetitif,”

ujar Komaidi.

Harga Gas Industri RI Berpotensi Disesuaikan

Di Indonesia, kenaikan harga LNG global telah mendorong penyesuaian harga gas industri non-Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) berbasis LNG dari sebelumnya US$14,9 per MMBTU menjadi sekitar US$21-25 per MMBTU.

Terkait peningkatan harga LNG, harga gas sektor industri yang dipenuhi oleh pemasok utama yaitu PGN kemungkinan perlu dilakukan penyesuaian,”

jelas Komaidi.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari struktur pasokan gas PT Perusahaan Gas Negara (PGN), yang saat ini sekitar 79 persen berasal dari gas pipa dan 21 persen dari regasifikasi LNG. Kenaikan harga LNG juga akan meningkatkan rata-rata biaya pengadaan gas yang dibeli perusahaan.

Ia menambahkan, harga gas berbasis LNG memang relatif lebih tinggi dibandingkan gas pipa karena terdapat tambahan komponen biaya, seperti pengangkutan (shipping), penyimpanan (storage), regasifikasi, hingga perbedaan harga gas di tingkat hulu sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 15 Tahun 2022.

Ilustrasi kegiatan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN)
Ilustrasi kegiatan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) (Foto: https://pgn.co.id/)

Reforminer Usulkan Lima Langkah Antisipasi

Meski demikian, Komaidi menilai pemerintah telah berupaya menjaga daya saing industri melalui implementasi kebijakan HGBT dan meminta pemasok gas menahan penyesuaian harga bagi industri non-HGBT. Namun, efektivitas kebijakan tersebut bergantung pada kapasitas fiskal pemerintah serta kemampuan keuangan badan usaha pemasok gas.

Ia menilai harga gas bukan satu-satunya faktor yang menentukan daya saing industri nasional. Berdasarkan berbagai kajian Reforminer, daya saing lebih banyak dipengaruhi strategi industrialisasi, permintaan pasar, serta ketersediaan sumber daya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 menunjukkan porsi biaya bahan bakar, termasuk gas dan listrik, hanya sekitar 6,35 persen dari total biaya input produksi sektor industri. Sebaliknya, komponen terbesar berasal dari bahan baku dan bahan penolong yang porsinya mencapai 64,60-96,76 persen, bergantung pada jenis industri.

Komaidi juga mencatat tidak semua sektor industri penerima fasilitas HGBT memiliki ketergantungan tinggi terhadap biaya gas. Sebagai contoh, porsi biaya gas pada industri oleokimia sekitar 3,30 persen, industri sarung tangan karet sebesar 7-14 persen, dan industri kaca sekitar 16 persen.

Untuk memperkuat daya saing industri di tengah gejolak harga LNG global, Reforminer mengusulkan lima langkah perbaikan kebijakan, yakni:

  1. Meningkatkan pasokan gas pipa untuk mengurangi penggunaan LNG, 
  2. Mengevaluasi prioritas alokasi gas domestik, 
  3. Merekonsiliasi penerima HGBT agar lebih tepat sasaran, 
  4. Memberikan fleksibilitas bagi industri dalam menyesuaikan kebutuhan gas hingga harga LNG kembali normal, serta
  5. Memastikan penurunan harga LNG di tingkat hulu dapat diteruskan kepada industri saat kondisi pasar membaik.

Selain itu, Komaidi menilai pemberian insentif pajak secara langsung akan lebih efektif dalam menjaga daya saing industri dibandingkan hanya mengandalkan kebijakan harga gas.

Pemberian insentif pajak secara langsung terbukti telah mampu menjaga dan meningkatkan kinerja dan daya saing industri nasional pada periode sebelum, selama, dan pasca (pemulihan) pandemi Covid-19,”

terang Komaidi.
Baca juga:
Tuding Demo Mahasiswa Ada Bandar tapi Nihil Proses Hukum: Prabowo… Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang…
Boncos tapi Gaji Jalan Terus, Prabowo Targetkan Sisa 250 BUMN… Presiden Prabowo Subianto menargetkan perampingan massal Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga…
Latsarmil Kopdes Cacat Sejak dalam Pikiran: Mereka Urus Koperasi, Bukan… Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) besutan pemerintah memicu duka setelah lima…
  • Tuding Demo Mahasiswa Ada Bandar tapi Nihil Proses Hukum: Prabowo Bikin Rakyat…
  • Boncos tapi Gaji Jalan Terus, Prabowo Targetkan Sisa 250 BUMN Tahun Ini
  • Latsarmil Kopdes Cacat Sejak dalam Pikiran: Mereka Urus Koperasi, Bukan Mau Perang!
Tag:Gas Industriharga gasHeadlineLNGPGNSerangan AS-Israeltimur tengah
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Alarm Bahaya Brasil, Jepang Siap Tebar Teror dan Paksa Favorit Juara Angkat Koper
By Hadi Febriansyah
Pemain Brasil saat laga melawan Skotlandia di grup C Piala Dunia. (Foto: FIFA).
1
Tangis PMI Asal Cianjur di Libya Viral! Kemlu Pastikan AJ Selamat, Kronologi Masih Didalami
By Natania Longdong
Pekerja Migran Indonesia inisial AJ mengaku alami perlakuan tak menyenangkan saat bekerja di Libya.
2
Tak Cuma Cari Keringat, Mahasiswa UI-Trisakti Gelar Aspirasi ‘Indonesia Bangkrut’ di CFD
By Rahmat Tunny
Gabungan mahasiswa menggelar aksi CFD and Solidarity Campaign di kawasan Car Free Day, Minggu, 28 Juni 2026.
3
Contek Inggris, KLH Bakal Bikin Badan Independen Pengendali Iklim Nasional, Biar Bebas Drama Sektoral?
By Adi Briantika
Pemerintah Indonesia bertemu dengan Climate Change Committee di London, Juni 2026.
4
Komnas Perempuan Ngadi-ngadi Sebut Kasus Yuvita Bukan Siksaan, DPR: Harus Nunggu Fatal?
By Rahmat Tunny
Koordinator Jaringan Advokasi Nasional Pekerja Rumah Tangga (JALA PRT) Lita Anggraini (ketiga kiri) bersama Direktur Institut Sarinah Eva Kusuma Sundari (kiri) dan Ketua Komnas Perempuan Maria Ulfah Anshor (kedua kiri) mengikuti Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Badan Legislasi DPR di Kompleks Parlemen, Senayan
5

BERITA LAINNYA

Buruh tebang mengangkut tebu ke atas truk di Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (26/6/2026).
Ekonomi Bisnis

Siasat Bahlil Pangkas Impor Bensin 20 Juta KL: Siap-Siap Kendaraan “Minum” E20 Jagung-Tebu

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bakal menerapkan program bioetanol E20…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Natania Longdong
Adi Briantika
46 menit lalu
Warga menggunakan senter untuk berangkat menuju masjid saat pemadaman listrik bergilir di Cinunuk, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (19/6/2026).
Ekonomi Bisnis

Batu Bara RI Tembus 790 Juta Ton Tapi Masih Byarpet: Kenapa PLN Masih Krisis Pasokan?

Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat mengkritisi…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Natania Longdong
Adi Briantika
48 menit lalu
Pengeboran Minyal Lepas Pantai. (Sumber: Unsplash/Sheng Hu )
Ekonomi Bisnis

AS-Iran Kembali Memanas, Harga Minyak Merangkak Naik ke US$72,55 per Barel

Harga minyak naik tipis pada Senin, setelah serangan militer kembali terjadi antara…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
2 jam lalu
Harga emas Antam
Ekonomi Bisnis

Emas Antam Masih Merosot! Harga 1 Gram Kini Rp2.645.000, Buyback Turun Rp18.000

Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) pada Senin, 29 Juni…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
2 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up