Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 18 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Ramai Isu Patriot Bond untuk Cuci Uang, Purbaya: Negara Lain Lakukan Ini Sejak Dulu
Ekonomi Bisnis

Ramai Isu Patriot Bond untuk Cuci Uang, Purbaya: Negara Lain Lakukan Ini Sejak Dulu

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Juli 2, 2026 3:29 pm
By
Anisa Aulia
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
SHARE

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons isu terkait penerbitan surat utang khusus, yakni Patriot Bond dan Merah Putih Bond berpotensi menjadi tempat pencucian uang. 

Daftar isi Konten
  • Serahkan ke PPATK
  • Karpet Merah dari Negara

Hal ini sekaligus menanggapi surat yang dikirim oleh Koalisi masyarakat sipil Danantara Monitor yang bersurat kepada Sekretariat Financial Action Task Force (FATF), untuk meminta meninjau ulang keanggotaan penuh Indonesia. Mereka menyoroti Pasal 50A terkait pemerintah memberikan perlindungan hukum dan perpajakan kepada investor yang membeli surat utang khusus tersebut.

Purbaya mengatakan, kebijakan itu bukan dimaksudkan sebagai wadah tempat pencucian uang. Menurutnya, sejumlah negara juga sudah melakukan kebijakan serupa, termasuk Singapura.

Baca juga:
BEM UI Gagal Long March ke Bundaran HI, Massa Tertahan… Massa mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI tertahan aparat di depan…
10 K/L Dapat Anggaran Jumbo di 2027, BGN Urutan Pertama… Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengalokasikan anggaran belanja Kementerian Lembaga (K/L) sebesar…
Purbaya Siapkan Anggaran Rp5 Triliun untuk Penanganan Bencana Gempa NTT Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan dana untuk penanganan bencana gempa…
  • BEM UI Gagal Long March ke Bundaran HI, Massa Tertahan di Depan…
  • 10 K/L Dapat Anggaran Jumbo di 2027, BGN Urutan Pertama Disusul Kemenhan
  • Purbaya Siapkan Anggaran Rp5 Triliun untuk Penanganan Bencana Gempa NTT

Jadi Ini enggak nyuci uang, negara lain banyak melakukan ini lebih dulu dari kita. Coba lihat yang saya bilang pemain utamanya tadi (Singapura). Jadi ya enggak apa-apa kita lihat aja seperti apa, jalan aja,”

ujar Purbaya di Jakarta, Kamis, 2 Juli 2026.

Purbaya menyoroti, peran besar Singapura di FATF. Ia mengatakan bahwa Ketua FATF periode 2022-2024 berasal dari Singapura, yakni T. Raja Kumar. Ia menilai, uang hasil korupsi di Indonesia kerap ditempatkan di negara seperti Singapura

Salah satu pemain utama di FATF (itu) ketua sebelumnya adalah Singapura, jadi mereka mempunyai peran yang kuat sekali di FATF. Anda kan tahu uang korupsi kita taruh di mana? Itu kira-kira jawabannya,”

jelasnya.

Serahkan ke PPATK

Partiot Bond Bakal Jadi Surga Cuci Uang. (Gambar dibuat AI)
Partiot Bond Bakal Jadi Surga Cuci Uang. (Gambar dibuat AI)

Terkait kekhawatiran bahwa isu pencucian uang tersebut dapat memengaruhi keanggotaan Indonesia di FATF. Purbaya mengatakan bahwa hal tersebut merupakan ranah Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Saya enggak tahu, saya itu serahkan ke PPATK yang ngerti. Kalau saya sih jalankan kebijakan presiden seperti itu. Kan gini, dunia itu nggak hitam putih, kita jangan sampai dirugikan terlalu banyak aja,”

imbuhnya.

Adapun Koalisi masyarakat sipil Danantara Monitor secara resmi mengirimkan surat kepada Sekretariat FATF pada Rabu, 1 Juli 2026. Surat itu berisi permintaan untuk meninjau ulang keanggotaan penuh Indonesia. 

Bhima Yudhistira Adhinegara dari Koalisi Danantara Monitor menilai, Pasal 50A dalam UU tersebut berpotensi melemahkan rezim pencegahan pencucian, uang dan bertentangan dengan komitmen Indonesia sebagai anggota penuh FATF sejak 2023.

Pasal 50A berpotensi melanggar Rekomendasi 5 FATF terkait Customer Due Diligence. FATF merekomendasikan agar bank memverifikasi asal-usul dana yang masuk atau ditransaksikan, namun undang-undang ini justru melonggarkan pemeriksaan tersebut karena data tidak dapat digunakan sebagai alat bukti di pengadilan,”

katanya.

Karpet Merah dari Negara

Sebagaimana diketahui, dalam UU P2SK, patriot bond dan merah putih bond diterbitkan oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Pasal 50A ayat (5) menjelaskan bahwa investor yang membeli surat utang tersebut akan mendapat perlindungan khusus dari negara.

Negara menjamin dan melindungi pembelian instrumen surat utang khusus dari penuntutan secara pidana umum, pidana khusus termasuk di dalamnya pidana perpajakan, dan dari gugatan secara perdata,”

tulis Pasal tersebut.

Lalu pada Pasal 50A ayat (6) mengatur bahwa data dan informasi yang berasal dari kegiatan pembelian surat utang khusus tidak dapat dijadikan dasar pengenaan pajak, serta menjadi alat bukti dalam proses hukum di pengadilan.

Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (5) dan ayat (6) berlaku untuk transaksi yang dilakukan di pasar primer,”

bunyi aturan itu.
Baca juga:
IHSG Terbang 1,07 Persen ke 6.470, Bursa Asia Ikut Menguat!… Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menghijau pada perdagangan Selasa, 18 Agustus…
Pemulihan Listrik Pascagempa NTT Capai 99,5 Persen, 2.732 Belum Tertangani Pemerintah menyebut pemulihan listrik di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak…
Tragedi Gempa NTT: 51 Tewas, 132 Luka-luka, Basarnas Sisir Wilayah… Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii…
  • IHSG Terbang 1,07 Persen ke 6.470, Bursa Asia Ikut Menguat! Ini Level…
  • Pemulihan Listrik Pascagempa NTT Capai 99,5 Persen, 2.732 Belum Tertangani
  • Tragedi Gempa NTT: 51 Tewas, 132 Luka-luka, Basarnas Sisir Wilayah Terdampak
Tag:Berita PentingDanantaraMenteri KeuanganMerah Putih BondPatriot Bondpencucian uangPurbayaSurat utang khusus
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Doa Menag di Istana Saat HUT RI ke-81 Viral, Netizen: “Kok Ada Persentase?”
By Ani Ratnasari
Menag Nasaruddin Umar dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI
1
Prabowo Diapit Jokowi-Gibran di HUT RI, Sinyal Hubungan Kertanegara-Solo Baik-Baik Saja?
By Hardani Triyoga
Presiden RI Prabowo Subianto duduk diapit Presiden ke-7 RI Jokowi dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Merdeka. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S).
2
BEM UI Demo, Bawa 8 Tuntutan “Merebut Kemerdekaan”
By Rahmat Baihaqi
Ketua BEM Universitas Indonesia (UI) Yatalathof Imawan.
3
Praperadilan Febrie Adriansyah Dimulai: Prosedur Penetapan Tersangka Masuk Ruang Uji
By Rahmat Baihaqi
Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, Febri Diansyah (tengah) dan Firman Wijaya (kiri) menyampaikan keterangan pers di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
4
BEM UI Gagal Long March ke Bundaran HI, Massa Tertahan di Depan Gedung UOB
By Rahmat Baihaqi
Mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI tertahan aparat di depan gedung UOB saat ingin unjuk rasa menuju Bundaran HI, Jakarta Pusat.
5

BERITA LAINNYA

Helikopter Presiden Prabowo di Kawasan Istana Negara IKN (sumber: Instagram @basukihadimuljono)
Ekonomi Bisnis

Nasib Warisan Jokowi, Prabowo Cuma Kasih Anggaran IKN Rp6,7 Triliun pada 2027

Presiden Prabowo Subianto mengalokasikan anggaran untuk Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) sebesar…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
2 jam lalu
Petugas kebersihan membersihkan kaca ruang Pusat Pelayanan Terpadu Badan Gizi Nasional (BGN) di kantor BGN Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Muhammad Adimaja/wsj)
Ekonomi Bisnis

10 K/L Dapat Anggaran Jumbo di 2027, BGN Urutan Pertama Disusul Kemenhan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengalokasikan anggaran belanja Kementerian Lembaga (K/L) sebesar…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
3 jam lalu
Ilustrasi Motor Listrik
Ekonomi Bisnis

Airlangga Buka-bukaan Soal Insentif 1 Juta Motor Listrik, Begini Perkembangan Barunya

Presiden Prabowo Subianto akan memberikan insentif kepada perusahaan yang mampu memproduksi 1…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
3 jam lalu
Ilustrasi industri nikel. (Sumber: Unsplash/Morteza Mohammadi)
Ekonomi Bisnis

APNI Klaim Bursa Mineral Bisa Persempit Praktik Underinvoicing Sektor Pertambangan

Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) menilai pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
3 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up