Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih membahas usulan pemberian fasilitas tax holiday bagi Proyek Dragon yang melibatkan produsen baterai asal China, Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL).
Pembahasan dilakukan bersama Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan dan Kementerian Investasi/BKPM.
Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Erani Yustika mengatakan fokus pembahasan saat ini adalah memastikan interpretasi atas ketentuan yang menjadi dasar pemberian insentif perpajakan tersebut, khususnya bagi sejumlah perusahaan patungan (joint venture/JV) dalam proyek yang berlokasi di Karawang itu.
Itu terkait dengan tax holiday yang diajukan oleh Proyek Dragon yang di Karawang, mengenai interpretasi atas keputusan Menteri Keuangan terkait dengan tax holiday,”
kata Erani saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat, 3 Juli 2026.
Menyamakan Pemahaman


Selain itu, kata Erani, terdapat sejumlah penyesuaian pada beberapa perubahan, termasuk terkait penggunaan tahun sebagai salah satu acuan administrasi.
Menurut Erani, hingga kini belum ada keputusan akhir mengenai permohonan tersebut. Pemerintah juga masih berupaya menyamakan pemahaman antarlembaga agar dapat dipastikan apakah perusahaan-perusahaan patungan dalam Proyek Dragon memenuhi persyaratan untuk memperoleh fasilitas tax holiday.
Itu perlu ada kesepahaman antara DJP dengan BKPM, dengan ESDM, untuk memastikan apakah Proyek Dragon tadi itu, CATL, beberapa joint venture-nya itu bisa memperoleh fasilitas tersebut,”
ujarnya.
Harmonisasi Antarkementerian Masih Berlangsung


Ia menambahkan, proses pembahasan masih berlangsung dan akan dilanjutkan melalui harmonisasi antara Direktorat Jenderal Pajak dan Kementerian Investasi/BKPM.
Masih akan diharmonisasikan antara DJP dengan BKPM,”
sambung dia.
Saat dikonfirmasi apakah rapat tersebut juga membahas persoalan yang dihadapi sejumlah proyek smelter terkait pemberian tax holiday setelah penerapan Global Minimum Tax (GMT), Erani menegaskan agenda pertemuan hanya difokuskan pada permohonan insentif untuk perusahaan patungan dalam Proyek Dragon.
Secara spesifik sih enggak. Hanya untuk JV tadi,”
imbuh Erani.























