Konflik Timur Tengah kembali memanas, setelah Amerika Serikat (AS) menyerang Iran imbas tewasnya prajurit AS akibat serangan rudal balistik dan drone Iran. Akibatnya, harga minyak dunia naik pada Senin karena meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pengiriman energi melalui Selat Hormuz.
Dilansir dari CNBC, pada Senin, 20 Juli 2026, harga minyak mentah Brent untuk kontrak pengiriman September naik sekitar 2,77 persen atau menembus level US$90 per barel. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman bulan Agustus naik 2,4 persen menjadi US$84,49 per barel.
Korban Bertambah


Ketegangan terbaru ini terjadi setelah militer AS mengonfirmasi bahwa seorang personel militernya menjadi korban tewas yang ketiga dalam operasi terbaru. Di saat yang sama, tim penyelidik menemukan jenazah yang belum teridentifikasi di dekat lokasi serangan Iran di Yordania, yang sebelumnya menewaskan dua personel militer AS dan menyebabkan satu orang lainnya dinyatakan hilang.
Pasukan AS telah memasuki malam kesembilan berturut-turut melancarkan serangan terhadap sasaran-sasaran di Iran.
Serangan-serangan ini akan terus melemahkan kemampuan militer Iran yang digunakan untuk menyerang kapal-kapal komersial dan pelaut sipil yang melintasi Selat Hormuz,”
kata Komando Pusat AS dalam sebuah pernyataan di X.
Kembali memanasnya ketegangan ini telah memicu kekhawatiran baru mengenai keamanan salah satu jalur pelayaran minyak paling penting di dunia.
Targetkan Sistem Pertahanan Iran


Adapun Komando Pusat AS (Centcom) menyatakan serangannya menargetkan sistem pengawasan pantai dan pertahanan udara Iran, aset-aset maritim, serta fasilitas penyimpanan rudal dan drone.
Pasukan AS juga telah menyerang unit-unit Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), yang dikaitkan dengan serangan terhadap personel militer Amerika di Yordania pada 17 Juli.
Analis Quantum Strategy David Roche dalam catatannya pada Senin mengatakan pasar minyak mentah global kini menjadi jauh lebih ketat karena ekspor dari kawasan Teluk terus menyusut.
Dengan laju penurunan seperti ini, persediaan minyak akan menjadi sangat ketat pada September dan bahkan AS akan mulai merasakan tekanannya. Kondisi itu akan meningkatkan tekanan terhadap Presiden Trump. Tetap ambil posisi beli (long) pada Brent dengan target harga US$95 hingga US$105 per barel,”
tulis Roche.






















