Harga minyak dunia naik pada perdagangan Jumat, karena para investor mencermati meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Sebab, Teheran mengancam akan menyerang infrastruktur di kawasan jika Presiden Donald Trump menepati ancamannya untuk menyerang fasilitas-fasilitas penting di Iran.
Dilansir dari CNBC pada Jumat, 17 Juli 2026, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk kontrak pengiriman Agustus naik 1,32 persen menjadi US$80,09 per barel. Sedangkan harga minyak Brent untuk kontrak pengiriman September naik 1,33 persen menjadi US$85,35 per barel.
Dalam wawancara dengan Fox News pada Selasa, Trump mengatakan pasukan AS akan menyerang infrastruktur Iran pada minggu depan kecuali kedua belah pihak mencapai terobosan diplomatik.
Ingatkan Trump


Menanggapi pernyataan tersebut, juru bicara komando militer tertinggi Iran dalam pernyataan yang diunggah di Telegram pada Kamis memperingatkan, jika ancaman Trump benar-benar dilaksanakan Iran akan menyerang infrastruktur di kawasan.
Segala sesuatu yang masih utuh yaitu, seluruh infrastruktur di kawasan tersebut akan dihancurkan,”
kata juru bicara komando militer tertinggi Iran.
Wakil Presiden Senior Rystad Energy Jorge León mengatakan bahwa skenario dasar lembaganya masih memperkirakan tercapainya kesepakatan terbatas antara Washington dan Teheran, meski tingkat keyakinan terhadap skenario tersebut kini mulai melemah.
Menurutnya, kedua belah pihak masih memiliki insentif ekonomi yang kuat untuk menghindari kegagalan total dalam perundingan. AS menginginkan harga minyak yang lebih rendah menjelang pemilu sela (midterm elections) pada November, sementara Iran enggan kehilangan berbagai insentif ekonomi yang ditawarkan.
Teheran memiliki paket insentif ekonomi yang sangat besar, termasuk akses terhadap aset-aset yang selama ini dibekukan serta keringanan izin ekspor, yang tidak ingin mereka tinggalkan secara permanen,”
ujar León.


























