Presiden Prabowo Subianto membeberkan jurus yang ditempuh pemerintah dalam menuntaskan kemiskinan di Tanah Air, dalam Program 0 persen Kemiskinan. Beberapa diantaranya Program Keluarga Harapan (PKH) hingga subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan listrik.
Prabowo mengatakan, langkah pertama yang dilakukan pemerintah untuk menghapus kemiskinan di Tanah Air yakni bantuan PKH sebesar Rp75.000-Rp250 per bulan kepada 10 juta keluarga di desil 1-4.
Upaya untuk mengurangi dan menghadapi orang miskin sangat besar, kita punya program keluarga harapan 10 juta berarti kurang lebih 40 juta rakyat Indonesia menerima antara antara Rp75.000–250.000 per bulan,”
ujar Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara Senin, 20 Juli 2026.
Sederet Program


Kemudian pemerintah memiliki program sekolah rakyat untuk kelompok keluarga miskin desil 1 dan 2, dengan biaya yang diterima Rp4 juta per bulan kepada 44.635 siswa.
Lalu ada Kartu Indonesia Pintar (PIP) Kuliah dengan biaya hidup Rp800 ribu hingga Rp1,4 juta per bulan. Sebanyak 1.200.000 mahasiswa mendapat pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT).
Program Indonesia Pintar (PIP) sebesar Rp37.500-Rp150.000 per bulan kepada 22.100.000 siswa yang berada di desil 1-4. Kartu Sembako sebesar Rp200 ribu per bulan dengan penerima 18,25 juta keluarga di desil 1-5.
Selanjutnya, ada Bansos ATENSI maksimal bantuan Rp2,5 juta per tahun per penerima, yang ditujukan kepada 83.357 orang. PBI Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebesar Rp42 ribu per bulan kepada 96,8 juta orang di desil 1-5.
96,8 juta orang nyaris 100 juta, 20 kali lebih besar dari Singapura, 3,5 kali lebih besar dari Malaysia, kita beri jaminan,”
jelasnya.
Program Pemberdayaan Sosial
Selain itu, pemerintah memberikan bantuan pemberdayaan yang diantaranya Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) kurang lebih sebesar Rp5 juta per penerima kepada 15 ribu penerima, dan Pemberdayaan Warga Komunitas Adat Terpencil (KAT) sebesar Rp10 juta untuk 2.810 penerima.
Berikutnya, ada Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebesar Rp20 juta per rumah kepada 400 ribu penerima manfaat. Dalam hal ini Prabowo meminta kepada Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengkaji kemungkinan ditambahnya kuota penerima manfaat.
Saya minta menteri perumahan, menteri sosial dikaji kembali apakah ditambah penerima manfaat sehingga indeksnya bisa dikurangi. Dengan mungkin kita tidak kasih uang, kita kasih bahan, kasih semen kasih genteng kasih kayu, atau kasih baja ringan dan sebagainya,”
katanya.
Lebih lanjut untuk memberantas kemiskinan, pemerintah memberikan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar Rp727 ribu per bulan untuk 1.877.747 rumah tangga.
Kemudian ada bantuan bencana yang diantaranya bantuan stimulan sosial ekonomi Rp5 juta per penerima, bantuan pemulihan dan penguatan sosial sebesar Rp7,9 juta per penerima, serta bantuan kesiapsiagaan dan logistik bencana Rp600 ribu per penerima.
Bantuan bencana cukup besar bantuan bencana kita adalah Rp30 triliun per tahun,”
tuturnya.


Subsidi Energi
Tak hanya itu, pemerintah memberikan bantuan subsidi LPG sebesar Rp107.000 per bulan kepada 66.400.000 rumah tangga. Ia menilai, bantuan itu lebih besar dibandingkan Malaysia dan Singapura.
Subsidi LPG 66,4 juta rumah tangga dua kali Malaysia, 12 kali Singapura boleh juga pemerintah RI,”
tuturnya.
Selanjutnya, subsidi dan kompensasi solar sebesar Rp578.139 per bulan kepada 484.087 rumah tangga, kompensasi Pertalite Rp89.050 per bulan untuk 33.787.364 rumah tangga.
Subsidi dan kompensasi listrik Rp130.000–150.000 per bulan kepada 87 juta pelanggan rumah tangga. Diskon tarif kereta api kepada 1,3 juta penumpang, diskon tarif angkutan laut kepada 481.503 penumpang, serta bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng untuk tiga bulan.
Tunjukkan negara mana seperti kita, pasti ada yang lebih hebat pasti. Tapi untuk bangsa Indonesia not bad lah ya, jangan anggap enteng kita terus we are strong, we are strong, we are rich, and we will be richer kita akan lebih kaya,”
imbuhnya.






















