Pemerintah Indonesia memberikan pengecualian terhadap empat negara dari kewajiban penempatan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA). Keempat negara itu diantaranya Amerika Serikat (AS), China, Australia, dan Kanada.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pengecualian itu diberikan lantaran adanya perjanjian kerja sama bilateral antara Indonesia dengan negara-negara tersebut.
Beberapa negara yang kita cukup banyak yang dengan bilateral. Salah satunya misalnya dengan China, dengan Amerika, kemudian Australia dan Kanada,”
ujar Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat, 24 Juli 2026.
Wajib di Rekening Khusus


Namun, Airlangga mengatakan bahwa relaksasi hanya berlaku pada pilihan bank penyimpanan dana. Artinya, eksportir dari empat negara tersebut tetap bisa menempatkan DHE SDA pada rekening khusus di bank non-Himbara yang berasal dari negara masing-masing.
Itu untuk perbankannya aja. Bukan itu untuk perbankan dari negara tersebut,”
tuturnya.
Airlangga mengatakan, kebijakan ini nantinya akan dievaluasi secara menyeluruh pada September 2026. Adapun relaksasi ini menjadi bagian dari implementasi kebijakan DHE SDA yang mulai berlaku pada 1 Juni 2026.
Nanti dievaluasi pertengahan September,”
tuturnya.
Alasannya


Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan pemberian relaksasi bagi keempat negara tersebut karena adanya perjanjian bilateral serta investasi jumbo dari negara tersebut.
Ada perjanjian bilateral atau multilateral, satu. Yang kedua investasinya besar kalau nggak salah. Terus ada apa lagi ya? Banknya eksis di sini sudah cukup lama, kira-kira gitu,”
tuturnya.
Purbaya mengatakan, aturan DHE ini pada dasarnya ditujukan agar dana hasil ekspor tidak kabur ke luar negeri. Sehingga, kewajiban menyimpan dana ini akan meningkatkan pasokan devisa nasional.
Pada dasarnya kita ditujukan untuk perusahaan-perusahaan dalam negeri yang punya uang banyak di bank sini kemudian uangnya taruh di luar negeri. Itu kan utamanya itu targetnya, jadi bukan perusahaan asing yang operasi di sini,”
imbuhnya.






















