Harga minyak dunia naik pada perdagangan Kamis. Kenaikan didorong oleh serangkaian serangan mematikan terhadap kapal-kapal di Teluk Oman dan Laut Merah, sementara tumpahan minyak di dekat Oman terus meluas.
Dilansir dari CNBC, harga minyak mentah Brent untuk kontrak pengiriman Oktober naik 1,01 persen menjadi US$88,09 per barel. Sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman September naik 1,15 persen menjadi US$82,31 per barel.
Menurut laporan Reuters, garis pantai Oman mulai terdampak tumpahan minyak besar-besaran akibat kebocoran kapal tanker yang kandas pada 30 Juni. Kapal tersebut mengangkut sekitar 800.000 barel minyak Rusia dan saat ini berada di bawah sanksi internasional.
Kapal itu mengalami kebocoran di dekat kawasan cagar alam yang menjadi habitat berbagai satwa liar, termasuk paus bungkuk Laut Arab dan burung kormoran Socotra.
Permintaan Diperkirakan Turun


Sementara itu, International Energy Agency (IEA) mengatakan pada Rabu bahwa permintaan minyak global diperkirakan akan turun lebih dalam dari perkiraan sebelumnya tahun ini, seiring semakin dalamnya dampak penutupan Selat Hormuz.
IEA mengatakan kembali pecahnya konflik dan gangguan terhadap aktivitas maritim telah menghambat upaya untuk meningkatkan pasokan minyak global. Pasokan minyak masih 6,3 juta barel per hari lebih rendah secara tahunan pada Juli.
Selain itu, serangan mematikan terhadap kapal-kapal di Teluk Oman dan Laut Merah semakin meningkatkan kekhawatiran akan gangguan pasokan. Meskipun terdapat tanda-tanda bahwa upaya diplomatik untuk membuka kembali Selat Hormuz sedang berlangsung, perang yang telah berlangsung lebih dari lima bulan ini terus mengganggu aliran energi.
Ketidakjelasan mengenai kemungkinan pembukaan kembali jalur pelayaran secara penuh dapat membuat harga minyak rentan terhadap kenaikan di saat pasokan di pasar masih terbatas,”
kata Senior Market Strategist di Exness Christopher Tahir.
Ia menambahkan, setiap hambatan tambahan dalam upaya membuka kembali jalur tersebut dapat mendorong harga minyak semakin tinggi.

























