Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menghijau pada perdagangan Kamis pagi, 3 September 2026. IHSG menguat sebesar 0,42 persen ke level 6.623.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp1,3 triliun dengan melibatkan 1,3 miliar saham dalam 87,7 ribu kali transaksi. Sebanyak 115 saham turun, 232 tidak bergerak, dan 306 naik.
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman memperkirakan IHSG berpotensi balik menguat pada hari ini. Potensi penguatan itu setelah ditutup melemah 0,06 persen pada penutupan perdagangan Rabu, 2 September.
IHSG berpotensi kembali rebound hari ini,”
ujar Fanny dalam risetnya, Kamis, 3 September 2026.
Pasar Asia
Fanny menjelaskan untuk pasar saham Asia mengalami tekanan pada perdagangan Rabu, 2 September 2026 setelah aksi jual di pasar obligasi global yang mendorong ke kawasan Asia.
Kondisi tersebut diperburuk oleh serangan terbaru AS terhadap Iran yang mendorong harga minyak mentah kembali naik,”
jelas Fanny.
Adapun untuk indeks Nikkei 225 Jepang melemah 2,9 persen, Hang Seng Hong Kong melemah 0,07 persen, CSI 300 China turun 1,4 persen, ASX 200 Australia terkoreksi 1 persen.
Kemudian, Taiex Taiwan berkurang 1,7 persen, dan KOSPI Korea Selatan anjlok 4 persen. Sedangkan, FTSE Straits Times naik 0,6 persen, dan FTSE Malay KLCI menguat 0,5 persen.
Di sisi lain, investor juga semakin pesimistis terhadap kemungkinan tercapainya solusi dalam waktu dekat untuk mengakhiri konflik AS-Israel dengan Iran,”
tuturnya.
Lantas untuk perdagangan hari ini, Fanny memperkirakan IHSG akan bergerak di level support 6.520 hingga 6.550. Adapun level resist IHSG di kisaran 6.630 hingga 6.700.

























