Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak melemah pada penutupan perdagangan Kamis, 10 September 2026. Rupiah melemah 0,21 persen ke level Rp17.547 per Dolar Amerika Serikat (AS), serta IHSG merosot hingga 1,33 persen ke 6.589.
Berdasarkan data perdagangan sore ini, sejumlah nilai tukar negara Asia turut melemah diantaranya Rupee India (INR) 0,29 persen, Won Korea (KRW) melemah 0,16 persen.
Kemudian Peso Filipina (PHP) melemah 0,05 persen, Yen Jepang (JPY) melemah 0,03 persen, Dolar Singapura (SGD) melemah 0,02 persen terhadap dolar AS.
Sentimen Rupiah


Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan melemahnya rupiah ini didorong oleh eskalasi konflik di Timur Tengah antara AS dan Iran.
AS dan Iran terlibat dalam serangkaian serangan terparah terhadap kapal-kapal sejak konflik bermula pada bulan Februari, di tengah kembali memanasnya pertempuran antara kedua pihak setelah sempat mereda sejenak pada bulan Agustus,”
kata Ibrahim dalam risetnya.
Selain itu, saat ini pasar tengah bersiap menyambut rilis data Indeks Harga Produsen (PPI) AS hari ini dan data inflasi Indeks Harga Konsumen (CPI) pada hari Jumat besok.
Laporan-laporan ini dapat memberikan petunjuk mengenai apakah The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuannya minggu depan untuk meredam tekanan harga,”
tuturnya.
Saham Melemah


Di samping itu, nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp21,5 triliun dengan melibatkan 50 miliar saham dalam 2,6 juta kali transaksi. Sebanyak 150 saham naik, 516 tidak bergerak, dan 127 turun.
Dilansir dari Stockbit, saham yang mengalami penurunan terdalam alias top loser sebagai berikut:
- PT Ever Shine Textile Tbk (ESTI) melemah 12,56 persen ke Rp174
- PT Pool Advista Finance Tbk (POLA) melemah 12,35 persen ke Rp71
- PT Planet Properindo Jaya Tbk (PLAN) melemah 10 persen ke Rp72























