COO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Dony Oskaria mengatakan rencana Graha Merah Putih (GMP) Telkom di Jl. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, beralih fungsi menjadi kantor pusat Badan Gizi Nasional (BGN), sudah melalui proses kajian dari Telkom.
Gedung diklaim sudah disewa di atas harga pasar dan penyewaan itu merupakan bagian dari optimalisasi aset milik Telkom.
“Itu corporate action bahwa sudah ada pertimbangan. Kadang-kadang (publik) melihat isu negatif, ini optimalisasi aset pasti sudah dilakukan. Tentu sudah dikaji oleh Telkom,”
kata Dony di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis, 10 September 2026.
Proses Normal
Dony mengatakan proses penggunaan gedung Graha Merah Putih Telkom oleh BGN melalui proses transaksi bisnis normal. Sebab, Telkom merupakan perusahaan terbuka.
“Tidak mungkin dilakukan sesuatu yang merugikan Telkom, itu yang paling penting. Jadi kalau kami punya gedung ideal, pasti kami optimalkan. Ini yang paling penting, terjadi berdasarkan kepada transaksi bisnis yang normal,”
ujar dia.
Ia menuturkan Danantara sebagai pengelola BUMN mendukung pengoptimalan aset. Sebab BUMN di Indonesia terlalu banyak kepemilikan gedung.
“Dewan Danantara akan mengoptimalkan aset kami. Kami sudah cukup dengan foya-foya berlebihan. Ada gedung di sini, gedung di sana, semua kami sewakan. Tetapi proses sewa tentu karena perusahaan terbuka melewati tadi benturan kepentingan (ada kebutuhan),”
tutur Dony.
Di Atas Harga Pasar
Dony mengungkapkan BGN menawarkan harga tinggi untuk penyewaan Graha Merah Putih.
“Saya dengar harga (sewa) di atas daripada harga (penyewaan) pasar. Ini yang paling penting,”
kata dia.
Adapun untuk nasib pegawai Telkom yang selama ini bekerja di gedung itu, Dony mengatakan Perseroan telah menyiapkan tempat anyar.























