Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 11 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • MBG
  • Korupsi
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Salah Desil, Bisa Kehilangan Bansos! CORE Bongkar Kelemahan BPS Tak Segera Verifikasi
Ekonomi Bisnis

Salah Desil, Bisa Kehilangan Bansos! CORE Bongkar Kelemahan BPS Tak Segera Verifikasi

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: September 11, 2026 5:56 pm
By
Anisa Aulia
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
55 menit lalu
Share
Ekonom Core Indonesia Dipo Satria Ramli dan Ekonom Core Indonesia Yusuf Rendy Manilet (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonom Core Indonesia Dipo Satria Ramli dan Ekonom Core Indonesia Yusuf Rendy Manilet (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
SHARE

Pengelompokan desil masyarakat melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) belakangan menuai sorotan, karena tidak sesuai dengan kondisi ekonomi di lapangan. Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia pun menyoroti proses penyusunan data oleh BPS.

Daftar isi Konten
  • BPS Tak Verifikasi dan Validasi
  • Rekomendasi CORE
  • Jangan Jadikan Desil Indikator Peneriman Bansos

Ekonom Core Indonesia Dipo Satria Ramli menilai ketidakselarasan informasi desil dalam DTSEN dengan kondisi sebenarnya akan berdampak serius terhadap efektivitas kebijakan fiskal, miskalibrasi skala prioritas kebijakan ekonomi, dan kaburnya perencanaan pembangunan.

Ketidakselarasan informasi desil di dalam DTSEN dengan realitas di lapangan dapat berdampak serius terhadap efektivitas kebijakan fiskal, miskalibrasi skala prioritas kebijakan ekonomi, dan kaburnya perencanaan pembangunan,”

kata Dipo di Jakarta dikutip Jumat, 11 September 2026.
Baca juga:
Dudung Tegaskan Ulta Levenia Bukan Lagi Anak Buahnya di KSP,… Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman menegaskan Ulta Levenia Nababan…
Ribuan Bobotoh Banjiri GBLA, Persib Dapat Suntikan Gila Jelang Duel… Ribuan Bobotoh memenuhi Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kamis, 10 September…
50 Juta Warga Bakal Akses Portal Bansos, Pemerintah Uji Sistem… Pemerintah menyiapkan pengujian ketahanan sistem sebelum portal digitalisasi bantuan sosial (bansos) diterapkan…
  • Dudung Tegaskan Ulta Levenia Bukan Lagi Anak Buahnya di KSP, Bantah Fenomena…
  • Ribuan Bobotoh Banjiri GBLA, Persib Dapat Suntikan Gila Jelang Duel Panas Lawan…
  • 50 Juta Warga Bakal Akses Portal Bansos, Pemerintah Uji Sistem Agar Tak…

BPS Tak Verifikasi dan Validasi

Menurutnya, masalah utama DTSEN bukan berada pada penggabungan data. Masalah muncul karena BPS setelah melakukan pengabungan data tidak melalukan proses verifikasi dan validasi.

Dipo mengatakan, sampai saat ini belum diketahui metodologi apa yang digunakan oleh BPS dalam menentukan desil. Namun menurutnya, model estimasi DTSEN yang dilakukan BPS menggabungkan tiga dataset yang berbeda yakni Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE), dan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek).

Kalau kita melihat masalah utamanya sebenarnya bukan di metodologi penggabungannya data. Masalahnya itu adalah, ketika ini sudah digabungkan seharusnya ada validasi dan verifikasi, dan itu yang tidak dilakukan oleh BPS,”

tuturnya.

Dipo mengatakan, kebutuhan verifikasi dan validasi sebenarnya sudah disampaikan sejak DTSEN dibentuk pada Februari 2025. Saat itu, sejumlah pihak telah memperingatkan adanya potensi ketidakakuratan apabila data tidak diuji kembali di lapangan.

Pas ketika itu digabungkan di Februari 2025 tahun lalu banyak yang mengatakan ini harus validasi dan verifikasi, karena tidak akurat. Nah validasi dan verifikasi itu baru dilakukan di tahun ini, ketika viral itu masalahnya,”

jelasnya.
Ketua BPS, Amalia Adininggar Widyasanti
Ketua BPS, Amalia Adininggar Widyasanti (Foto: Ani Ratnasari)

Rekomendasi CORE

Sementara, Ekonom Core Indonesia lainnya Yusuf Rendy Manilet mengatakan ada sejumlah hal yang perlu dilakukan oleh pemerintah dalam jangka pendek dan pajang.

Adapun dalam jangka pendek, Yusuf mengatakan bahwa kebijakan desil sebagai rujukan penyaluran bantuan sebaiknya ditunda, sampai pemerintah memastikan data telah diperbaiki dan kualitas klasifikasinya lebih jelas.

Kalau dalam jangka pendek kami kira wajahnya untuk kemudian mencabut bantuan berbasis desil itu perlu ditunda sampai dengan kemudian datanya itu sudah diperbaiki ataupun lebih-lebih clear,”

jelasnya.

Yusuf meminta, agar BPS membuka metodologi penentuan desil kepada publik. Sebab, transparansi metodologi diperlukan agar bisa dilakukan pengujuan ekaligus mengevaluasi dasar penentuan klasifikasi desil tersebut.

BPS sekarang belum mempublikasikan terkait metodologi yang mereka gunakan dalam penentian desil, saya kira dalam konteks tadi mengevaluasi bersama metodologinya saya kira juga perlu dibuka metodologi ke publik supaya bisa diuji secara bersama,”

katanya.

Selain itu, Yusuf meminta agar pemerintah diminta tidak bersikap pasif dengan hanya menunggu laporan masyarakat ketika terjadi kesalahan klasifikasi

Jangan kemudian warga ditunggu untuk melaporkan bahwa mereka ternyata salah dalam klasifikasi desil, mereka juga seharusnya dalam konteks yang ideal mendapatkan langkah proaktif dari pemerintah kalau misalnya perbaikan atau perbaharuan datanya itu sudah diterima oleh pemerintah,”

tuturnya.

Jangan Jadikan Desil Indikator Peneriman Bansos

Sedangkan dalam jangka menengah panjang, Yusuf menilai pemerintah tidak seharusnya menjadikan desil sebagai satu-satunya indikator dalam menentukan penerima bantuan maupun subsidi.

Saya pikir ada semacam verifikasi dua langkah yang kemudian nanti bisa digunakan oleh pemerintah,”

katanya.

Yusuf juga meminta agar masyarakat yang kehilangan hak bantuan akibat kesalahan klasifikasi desil diprioritaskan ketika sudah dilakukan perbaikan dan penyaluran bantuan.

Terakhir kita mendorong agar ada semacam registrasi mandiri. Jadi ini sekali lagi dimana masyarakat nanti mendaftar secara mandiri dan itu kemudian diperbarui dan itu digunakan pemerintah dalam penyeluruhan bantuan di berbagai aspek,”

imbuhnya.
Baca juga:
Terungkap, Eks Jampidsus Diduga Terlibat Kasus Pemerasan Eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah rupanya terlibat…
Puluhan Ribu Korban Keracunan MBG, PBHI Desak Presiden Kaji Ulang… Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) mendesak Presiden Prabowo…
Big Match Persija vs Persib Kembali ke Jakarta, I.League Minta… Direktur Utama I.League Ferry Paulus meminta agar seluruh pihak ikut menjaga agar…
  • Terungkap, Eks Jampidsus Diduga Terlibat Kasus Pemerasan
  • Puluhan Ribu Korban Keracunan MBG, PBHI Desak Presiden Kaji Ulang Program
  • Big Match Persija vs Persib Kembali ke Jakarta, I.League Minta Jakmania Jangan…
Tag:BansosBerita PentingBPSCore IndonesiaDesilDipo Satria RamliDTSEN
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Cara Menanam Cabai Rawit di Rumah, Mudah untuk Pemula
By Ossid Duha Jussas Salma
Cabai rawit
1
Iran Dikabarkan Siapkan Operasi Maritim di Asia, Selat Malaka hingga Tanjung Priok Disorot
By Natania Longdong
Ilustrasi pasukan IRGC Iran tutup Selat Hormuz.
2
Laut Kena Hujan Abu Anak Krakatau, Pakar Ungkap Nasib Ikan dan Ekosistem
By Syifa Fauziah
Gunung Anak Krakatau mengeluarkan abu vulkanik terlihat dari perairan Selat Sunda di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung,
3
Tiga Pegawai Dinas Pertanian Tewas Ditembak KKB, DPR Desak Pemerintah Bisa Tegas
By Rika Pangesti
Pasukan TPNPB-OPM di Yahukimo.
4
Harga Emas Hari Ini Jumat 11 September 2026: Global Tertekan, Antam Turun Rp25 Ribu
By Syifa Fauziah
Ilustrasi emas global dan Antam.
5

BERITA LAINNYA

Emas Antam.
Ekonomi Bisnis

Emas Jadi Mesin Uang ANTAM, Sumbang Rp50,39 Triliun

Bisnis emas menjadi penopang utama kinerja PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Natania Longdong
Adi Briantika
18 menit lalu
Petugas kilang LNG.
Ekonomi Bisnis

Kebutuhan LNG Tembus 50 Persen pada 2029, Danantara Desak Pertamina Genjot Produksi Lokal

BP BUMN dan Danantara meminta agar PT Pertamina (Persero) meningkatkan produksi LNG…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Natania Longdong
Adi Briantika
33 menit lalu
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam acara CNBC Energy Forum 2026 di Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026. (Sumber: Owrite/Natania Longdong)
Ekonomi Bisnis

El Nino Ancam Fasilitas LNG Tangguh, Kebakaran Hutan Gambut Nyaris Capai Tangki

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap dampak fenomena…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
37 menit lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kedua kiri) tiba untuk mengikuti rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (7/9/2026).
Ekonomi Bisnis

Jepang Pangkas PPN, Indonesia Tetap 11 Persen: Purbaya Pilih “Steady”

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa pemerintah belum berencana memangkas tarif…

Nisa-OWRITEowrite-adi-briantika
By
Anisa Aulia
Adi Briantika
55 menit lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up