Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa pemerintah belum berencana memangkas tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) seperti yang dilakukan oleh Jepang. Negara itu akan memotong tarif PPN atas makanan dan minuman dari 8 persen menjadi 1 persen.
Purbaya mengatakan pemerintah akan tetap mempertahankan tarif PPN umum sebesar 11 persen. Namun, monitoring terus dilakukan terhadap perkembangan kondisi ekonomi nasional.
“Belum (ada rencana). Jadi tidak naik, tidak turun, (Indonesia) steady,”
kata Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, dikutip pada Jumat, 11 September 2026.
Purbaya menilai langkah Jepang menurunkan tarif PPN lantaran ekonomi negara itu sedang menghadapi perlambatan, sehingga kebijakan itu guna mendorong perekonomian.






