Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung memeriksa mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo di kasus korupsi kuota haji Kementerian Agama (Kemenag). Pemeriksaan Dito berlangsung selama kurang lebih selama tiga jam.
Juru Bicara (Jubir) KPK, Budi Prasetyo menjelaskan alasan pemeriksaan Dito sebab dia diduga mengetahui awal mula pemerintah Arab Saudi memberikan kuota haji tambahan untuk jemaah pada tahun 2024.
Karena memang kami melihat Pak DA ini bisa menerangkan apa yang dibutuhkan oleh penyidik, karena memang Pak Dito pada saat itu ikut berangkat ke Arab Saudi bersama rombongan dari Pemerintah Indonesia,”
kata Budi kepada wartawan di KPK, Jumat, 23 Januari 2026.
Pemeriksaan Dito, menurut KPK melengkapi puzzle mengenai bagaimana terjadinya awal mula pemberian kuota haji tambahan dari Pemerintah Arab Saudi kepada Pemerintah Indonesia hingga akhirnya dikorupsi oleh pihak Kemenag.
Pemerintah Arab Saudi memberikan kuota haji tambahan sebanyak 20.000 kepada pemerintah Indonesia untuk memangkas antrean calon jemaah haji yang sudah menanti hingga 40 tahun.
Meski demikian, kata Budi penyidik masih harus melengkapi teka-teki korupsi kuota haji itu dengan memanggil beberapa saksi lainnya mulai dari proses diskresi hingga aliran dana kepada para pihak biro travel.
Penyidik masih akan terus memanggil dan meminta keterangan dari sejumlah pihak lain, termasuk untuk menjelaskan bagaimana soal proses diskresi, distribusi kuota, jual beli kuota, hingga soal aliran uang dari para biro travel ini kepada oknum-oknum di Kementerian Agama,”
jelas dia.
Mantan Menpora, Dito Ariotedjo selesai diperiksa KPK sekitar pukul 16.08, Jumat, 23 Januari 2026 tadi.
Dia menceritakan mengenai bagaimana proses kuota haji tambahan itu diberikan oleh Pemerintah Arab Saudi. Dia bilang pembahasan itu ada ketika Presiden ke-7 Joko Widodo sedang melakukan kunjungan bilateral dengan Mohamad bin Salman (MBS) yang saat itu masih menjadi putra Arab Saudi
Sejatinya pertemuan bilateral itu pemerintah ingin bekerjasama dengan Arab Saudi sektor olahraga.
Pertemuan tersebut kemudian berlanjut di meja makan, siang harinya. Jokowi dengan Mohammad bin Salman sempat menyinggung mengenai investasi di Ibu Kota Nusantara (IKN) Kalimantan Timur. Tidak luput juga, ada permintaan dari pemerintah Indonesia kuota tambahan haji.

