Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 7 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • Sepak Bola
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Vonis Kasus Sabu Dua Ton di Batam: Kapten Kapal Dihukum Seumur Hidup
Hukum

Vonis Kasus Sabu Dua Ton di Batam: Kapten Kapal Dihukum Seumur Hidup

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
Last updated: Maret 10, 2026 4:31 pm
Hadi Febriansyah
Ivan
Share
Ilustrasi
(ANTARA FOTO/Teguh Prihatna/YU)
SHARE

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Batam menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada Kapten kapal Sea Dragon, Hasiholan Samosir, dalam perkara penyelundupan narkotika jenis sabu dengan berat hampir dua ton.

Daftar isi Konten
  • Tiga Kru Kapal Diadili dalam Sidang Terakhir
  • Perjalanan Kasus Penyelundupan Sabu Hampir 2 Ton

Putusan tersebut lebih ringan dibandingkan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang sebelumnya meminta hukuman mati bagi terdakwa.

Kasus penyelundupan sabu dalam jumlah besar ini kini telah memasuki tahap akhir persidangan setelah serangkaian putusan terhadap para kru kapal yang terlibat.

Sebelumnya, majelis hakim juga menjatuhkan vonis kepada beberapa anak buah kapal (ABK) yang turut terlibat dalam perkara tersebut.

Salah satu ABK, Fandi Ramadhan, divonis lima tahun penjara. Putusan tersebut jauh lebih ringan dibandingkan tuntutan jaksa dan sempat menjadi sorotan publik.

Selain itu, dua ABK asal Thailand yang juga berada di kapal tersebut telah dijatuhi hukuman. Namun hukuman keduanya berbeda dengan Fandi yakni penjara seumur hidup dan 17 tahun penjara.

Tiga Kru Kapal Diadili dalam Sidang Terakhir

Dalam sidang yang digelar hari ini, majelis hakim mengadili tiga kru kapal lainnya, yakni Kapten kapal Hasiholan Samosir serta dua ABK, Leo Chandra Samosir dan Richard Halomoan Tambunan.

Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Tiwik dengan anggota Douglas Napitupulu dan Randi Jastin. Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan para terdakwa terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Narkotika.

Majelis hakim menilai seluruh unsur dalam dakwaan primer jaksa penuntut umum telah terpenuhi.

Perbuatan para terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana narkotika dan menimbulkan keresahan di masyarakat,”

ujarnya.

Dalam putusannya, majelis hakim menjatuhkan hukuman yang berbeda kepada masing-masing terdakwa.

Leo Chandra Samosir divonis 15 tahun penjara. Hakim mempertimbangkan sikap sopan terdakwa selama proses persidangan sebagai salah satu faktor yang meringankan hukuman.

Sementara itu, dua terdakwa lainnya, yakni Richard Halomoan Tambunan dan Kapten Hasiholan Samosir, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Richard Halomoan Tambunan dan Hasiholan Samosir dengan pidana penjara seumur hidup,”

ujar Tiwik.

Perjalanan Kasus Penyelundupan Sabu Hampir 2 Ton

Kasus penyelundupan sabu dalam jumlah besar ini bermula dari penangkapan kapal tanker Sea Dragon Tarawa oleh aparat gabungan di perairan Kepulauan Riau pada tahun 2025.

Aparat menduga kapal tersebut digunakan untuk mengangkut narkotika dalam jumlah sangat besar yang disembunyikan di dalam kapal. Rencananya, sabu tersebut akan dibawa dari Perairan Andaman menuju Filipina.

Pengungkapan ini menjadi salah satu kasus penyelundupan narkotika terbesar yang pernah terungkap di wilayah Indonesia.

Dalam operasi tersebut, aparat berhasil menangkap sejumlah kru kapal, termasuk kapten kapal Hasiholan Samosir serta beberapa anak buah kapal lainnya, di antaranya Fandi Ramadhan. Para kru kapal diduga terlibat dalam proses pengiriman sabu yang berasal dari jaringan narkotika internasional.

Selama proses persidangan di Pengadilan Negeri Batam, jaksa penuntut umum menilai tindakan para terdakwa sangat serius karena melibatkan barang bukti dalam jumlah sangat besar.

Jaksa menilai narkotika tersebut berpotensi merusak kehidupan masyarakat luas sehingga menuntut hukuman berat kepada para terdakwa, termasuk hukuman mati bagi beberapa pelaku.

Dalam putusan akhirnya, majelis hakim menjatuhkan hukuman berbeda kepada para terdakwa sesuai dengan peran masing-masing.

Kapten kapal Hasiholan Samosir, ABK Richard Halomoan Tambunan, serta warga negara Thailand Mr Pong dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Sementara itu, Leo Chandra Samosir dan Terapong masing-masing divonis 15 tahun dan 17 tahun penjara. Adapun ABK Fandi Ramadhan sebelumnya divonis lima tahun penjara setelah kasusnya menjadi perhatian publik.

Tag:BatamHukumansabuVonis
Share This Article
Email Salin Tautan Print
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Follow:
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Ivan OWRITE
ByIvan
Redaktur
Follow:
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Sefruit

Shio Kambing di 2026: Hindari Hal Ini Kalau Gak Mau Capek Sendiri

Shio Kambing 2026 punya tantangan tersembunyi yang bikin energi cepat habis — bukan dari luar, tapi dari kebiasaan sendiri. Mulai dari susah bilang tidak, sering nahan perasaan, hingga terus balik…

By
Salsabillah Irwanda
5 Min Read
Gambar Ilustrasi Jakarta berawan
Megapolitan

Prakiraan Cuaca Kamis 7 Mei 2026, Jakarta Diprediksi Berawan

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk wilayah DKI Jakarta pada hari ini, Kamis, 7 Mei 2026, dilansir dari laman BMKG, wilayah DKI Jakarta akan berawan. Wilayah…

By
Syifa Fauziah
Ivan
1 Min Read
Gedung Sate
Hype

5 Rekomendasi Kuliner Bandung yang Bikin Kamu Balik Lagi

Rekomendasi kuliner Bandung selalu dicari banyak orang yang ingin liburan ke kota dengan julukan Kota Kembang itu. Pasalnya, Bandung merupakan salah satu destinasi favorit warga ibu kota yang ingin menikmati…

By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Syifa Fauziah
5 Min Read

BERITA LAINNYA

Aktivis membentangkan poster saat aksi solidaritas untuk Andrie Yunus di depan Markas Pusat Polisi Militer Angkatan Darat, Jakarta, Kamis (16/4/2026). Mereka menuntut persidangan kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus digelar di pengadilan sipil.
Hukum

“Biang Kerok” Dualisme Kasus Andrie Yunus: UU Peradilan Militer Perlu Direvisi

Penanganan kasus penyiraman air terhadap Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus kini berjalan…

Ani Ratnasariowrite-adi-briantika
By
Ani Ratnasari
Adi Briantika
12 jam lalu
Penampakan kaos putih milik Andrie Yunus usai terkena cairan kimia.
Hukum

Begini Cerita Mengerikan Saksi soal Peristiwa Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Salah seorang saksi bernama Hidayat menceritakan kondisi Wakil Koordinator KontaS, Andrie Yunus…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteAmin Suciady
By
Rahmat
Amin Suciady
13 jam lalu
Oditur Militer menunjukkan barang bukti berupa pakaian yang digunakan korban pada sidang lanjutan kasus penyiraman air keras kepada aktivis KontraS Andrie Yunus di Pengadilan Militer II-08, Jakarta, Rabu (6/5/2026). Sidang tersebut beragendakan mendengar keterangan delapan orang saksi yaitu lima orang anggota TNI dan tiga orang warga sipil yang dihadirkan Oditur Militer.
Hukum

Sidang Andrie Yunus: Hakim Geram Oditur Sentuh Bukti Cuma Pakai Tisu

Majelis Hakim Pengadilan Militer II-08 menegur oditur karena dianggap tidak profesional ketika…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat
Adi Briantika
13 jam lalu
Terdakwa kasus penyiraman air keras kepada aktivis KontraS Andrie Yunus, Serda Edi Sudarko (kedua kanan), Lettu Budhi Hariyanto Cahyono (kiri), Lettu Sami Lakka (kedua kiri), dan Kapten Nandala Dwi Prasetya (kanan) menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Militer II-08, Jakarta, Rabu (6/5/2026). Sidang tersebut beragendakan mendengar keterangan delapan orang saksi yaitu lima orang anggota TNI dan tiga orang warga sipil yang dihadirkan Oditur Militer.
Hukum

Sidang Andrie Yunus: Hakim Gemas Operasi 4 Terdakwa BAIS TNI Amatir

Majelis Hakim Pengadilan Militer menyindir empat terdakwa kasus penyiraman air keras terhadap…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat
Adi Briantika
14 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up