Majelis Hakim Pengadilan Militer II-08 menegur oditur karena dianggap tidak profesional ketika menampilkan barang bukti pada sidang penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.
Awalnya, oditur menunjukkan sejumlah barang bukti yang dikeluarkan satu per satu dari kardus besar berwarna cokelat. Oditur menampilkan sebuah tumbler yang menjadi wadah air keras yang merupakan campuran air aki dan pembersih karat, kacamata dan kaus kelir putih milik korban yang compang-camping akibat cairan air keras.
Hakim Ketua Kolonel Chk Fredy Ferdian Isnartanto geram dengan tindakan oditur. Sebab, selama menunjukkan barang bukti tersebut tidak menggunakan sarung tangan, melainkan tisu.






