Ketua Umum Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Burhanudin Abdullah, menilai pernyataan Hotman Paris di hadapan wartawan memicu kegaduhan publik. Ia meminta pengacara lebih berhati-hati menyampaikan pendapat agar tidak menimbulkan polemik.
Seorang ahli hukum harus mampu menjaga tutur kata dan memilih bahasa yang santun. Pernyataan yang disampaikan kepada publik seharusnya memberikan edukasi, bukan justru memicu polemik,”
kata Burhanudin dalam keterangan kepada Owrite, Selasa, 21 Juli 2026.
Menurutnya, setiap pendapat yang disampaikan praktisi hukum kepada masyarakat harus berpijak pada norma hukum, etika, dan moral sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun keresahan di ruang publik.
Ia secara khusus menyoroti ucapan Hotman Paris yang menyebut wartawan dengan kalimat “tidak punya otak”. Burhanudin menilai, pernyataan tersebut tidak pantas disampaikan kepada profesi wartawan yang memiliki peran penting dalam kehidupan demokrasi.







