Banyak orang berpikir menambah berat badan itu mudah, cukup makan banyak dan selesai. Padahal kenyataannya, sebagian orang justru kesulitan menaikkan berat badan meski porsi makan sudah ditambah.
Kondisi metabolisme cepat, aktivitas harian yang tinggi, hingga faktor genetik bisa membuat tubuh tetap kurus meski sudah berusaha makan lebih banyak dari biasanya.
Tidak sedikit yang akhirnya mencoba “jalan pintas” seperti makan sembarangan, memperbanyak junk food, atau minum minuman manis berlebihan.
Memang berat badan bisa naik, tetapi risikonya jauh lebih besar, seperti kolesterol meningkat, perlemakan hati, sampai diabetes. Menaikkan berat badan itu bukan sekadar gemuk, tetapi sehat dan tetap terkontrol.
Karena itu, strategi menaikkan berat badan harus dilakukan dengan cara yang benar. Tujuannya bukan hanya menambah angka pada timbangan, tetapi membangun massa otot, memperbaiki pola makan, dan meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Nah kali ini owrite akan membagikan tips menaikkan berat badan dengan cara yang sehat, seperti dikutip dari akun TikTok dr Titra, Minggu, 7 Desember 2025.
- Latihan angkat beban
Dokter Tirta menegaskan gemuk secara sehat itu meningkatkan masaa otot. Cara meningkatkan massa otot dengan angkat beban calisthecnics, cross training, atau home workout di rumah. - Memenuhi kebutuhan nutrisi
Selain itu, penting juga untuk meningkatkan asupan nutrisi, terutama protein. Dokter Tirta menjelaskan minimal konsumsi protein sebanyak 0,8-1,2 gram/kg berat badan.
Kalau misalkan kalian makan banyak tapi tidak gemuk-gemuk, bisa dipastikan komposisi protein yang dimakan berkurang,”
katanya.
Protein tersebut berasal dari real food atau protein whey.
Maksud dari protein di sini adalah makanan yang diolahnya belum sampai ke ultra poses food. Jadi kalau kalian makan nasi usahakan lauknya yang banyak,”
jelasnya.
- Istrihat yang cukup
Hal yang tak kalah penting adalah istrihata yang cukup. Pasalnya kebanyakan masalah orang-orang adalah mereka latihannya bagus, nutrisinya bagus tapi tidurnya berantakan.
Tidurnya cuma 3 jam, 4 jam, 5 jam, yang berakibat sangat fatal bagi tubuh kalian. Membuat recoverynya berkurang dan rentan cedera,”
ujarnya.
