Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 2 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • KPK
  • Sepak Bola
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Prabowo Subianto
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Mengenal 12 Gending Banyuwangi yang Kini Resmi Jadi Warisan Budaya Terlindungi
Hype

Mengenal 12 Gending Banyuwangi yang Kini Resmi Jadi Warisan Budaya Terlindungi

Ani RatnasariSyifa Fauziah
Last updated: Mei 24, 2026 1:46 pm
By
Ani Ratnasari
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Follow:
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
4 bulan lalu
Share
Mengenal 12 Gending Banyuwangi
Mengenal 12 Gending Banyuwangi (Foto: Yuk Banyuwangi)
SHARE

Kabar membanggakan datang dari Banyuwangi. Sebanyak 12 lagu dan musik tradisi khas daerah tersebut kini resmi tercatat sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) oleh Kementerian Hukum RI. Pencatatan ini sekaligus menjadi bentuk perlindungan hukum terhadap warisan budaya lokal Banyuwangi agar tidak mudah diklaim pihak lain.

Sertifikat pencatatan itu diserahkan dalam acara Campus Call Out (CCO) yang digelar di Institut Teknologi Bandung pada 12 Mei 2026. Dalam pencatatan tersebut, 12 gending tradisional Banyuwangi masuk kategori Ekspresi Budaya Tradisional (EBT).

Berikut daftar gending Banyuwangi yang kini resmi menjadi bagian dari Kekayaan Intelektual Komunal:

1. Gending Keok-Keok

Gending ini dikenal memiliki irama yang lincah dan dinamis. Nama Keok-Keok diambil dari bunyi-bunyian khas yang menyerupai suara hewan atau permainan rakyat. Biasanya dimainkan dalam suasana hiburan rakyat dan pertunjukan tradisional.

2. Gending Kembang Waru

Kembang Waru identik dengan nuansa lembut dan puitis. Kembang Waru juga termasuk ke salah satu gending klasik dalam musik tradisional Blambangan/Banyuwangi. Gending ini sering dimaknai sebagai simbol keindahan alam dan kehidupan masyarakat Banyuwangi yang dekat dengan budaya agraris.

3. Gending Gurit Mangir

Gending ini memiliki unsur cerita atau guritan yang kuat. Biasanya dibawakan untuk mengiringi kisah-kisah tradisional dan sarat pesan moral tentang kehidupan serta perjuangan masyarakat.

Baca juga:
Filosofi Rumah Adat Tongkonan, Warisan Budaya Masyarakat Toraja Rumah adat Tongkonan menjadi salah satu warisan budaya yang melekat dalam kehidupan…
Sade Terbakar, Warisan Budaya Sasak Dipertaruhkan Kebakaran yang melanda Kampung Adat Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok…
Empat Tarian Bengkulu yang Unik sebagai Warisan Budaya Nusantara Bengkulu tidak hanya dikenal sebagai daerah yang menjadi habitat bunga Rafflesia arnoldii,…
  • Filosofi Rumah Adat Tongkonan, Warisan Budaya Masyarakat Toraja
  • Sade Terbakar, Warisan Budaya Sasak Dipertaruhkan
  • Empat Tarian Bengkulu yang Unik sebagai Warisan Budaya Nusantara

4.Gending Erang-Erang

Nuansa musiknya cenderung sendu dan emosional. Erang-Erang dalam bahasa lokal menggambarkan rasa sedih atau kerinduan, sehingga gending ini sering dipakai dalam pertunjukan bernuansa haru.

5. Gending Embat-Embat

Gending ini punya tempo yang lebih santai dan mengalun. Umumnya digunakan sebagai pengiring tarian atau pertunjukan budaya yang menampilkan kelembutan gerak.

6. Gending Podho Nonton

Secara harfiah Podho Nonton berarti “sama-sama menonton”. Ini adalah gending paling sakral dan wajib dalam kesenian Gandrung Banyuwangi, makna filosofinya tentang perjuangan dan kebersamaan. Gending ini identik dengan suasana meriah dan kebersamaan masyarakat ketika berkumpul dalam hajatan atau pertunjukan rakyat.

7. Gending Sekar Jenang

Nama “Sekar” berarti bunga atau lagu, sedangkan “Jenang” merujuk pada makanan tradisional. Gending ini menggambarkan keseharian masyarakat Banyuwangi yang lekat dengan tradisi dan simbol kesederhanaan.

8. Gending Gurit Jawa

Gending ini dipengaruhi unsur sastra Jawa dan berisi syair-syair bernilai filosofi. Biasanya digunakan untuk menyampaikan petuah atau nasihat kehidupan.

9. Gending Santri Moleh

“Santri Moleh” berarti santri pulang. Gending ini menggambarkan suasana religius dan kedekatan masyarakat Banyuwangi dengan tradisi pesantren serta nilai spiritual.

10. Gending Thetel-Thetel

Irama gending ini cenderung ringan dan cepat. Nama “Thetel-Thetel” menggambarkan potongan-potongan kecil, sehingga musiknya terdengar riang dan enerjik.

11. Gending Kusir-Kusir

Terinspirasi dari kehidupan kusir atau pengemudi kereta tradisional. Irama musiknya menggambarkan perjalanan, kerja keras, dan kehidupan masyarakat tempo dulu. Lagu ini cukup populer dan sering dinyanyikan dalam kesenian rakyat.

12. Gending Layar Kemendhung

Gending ini memiliki nuansa dramatis dan mendalam. “Layar Kemendhung” menggambarkan langit mendung atau suasana yang penuh harapan sekaligus kegelisahan, sering dipakai dalam pertunjukan bernuansa reflektif. Ini merupakan gending klasik Banyuwangi yang sangat populer dan sering dibawakan dalam versi angklung caruk atau pementasan Gandrung.

Dengan pencatatan ini, masyarakat adat dan pelaku budaya Banyuwangi kini memiliki perlindungan hukum atas karya tradisional mereka, mulai dari hak moral, hak ekonomi, hingga perlindungan dari klaim sepihak pihak luar.

Tag:Gending BanyuwangiKekayaan Intelektual KomunalWarisan Budaya
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Trending di OWRITE
Mulai 1 September Harga BBM Pertamina Naik: Dexlite Tembus Rp23.700 per Liter
By Natania Longdong
Pengendara sepeda motor melintas usai mengisi bahan bakar minyak (BBM) Pertamax 92 di SPBU MT Haryono, Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (4/8/2026).
1
Viral Warga Bogor Segel Alfamart Minta Bangunan Dialihfungsikan Jadi Kopdes Merah Putih, Netizen: Emang Bakal Laku?
By Ani Ratnasari
Alfamart di Desa Cihideung Ilir, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor
2
Isu Reshuffle Menguat Jelang Dua Tahun Pemerintahan, Prabowo Layak Evaluasi Menteri
By Rahmat Tunny
Presiden Prabowo Subianto (tengah) berjalan di ruangan untuk memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara
3
Borgol Plastik Polri Dianggarkan Rp24 Miliar, Netizen Langsung Roasting: Murah Banget!
By Ani Ratnasari
Ilustrasi borgol plastik.
4
Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur BI, Ini yang Bakal Terjadi pada Kebijakan Rupiah dan Inflasi
By Anisa Aulia
Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti (tengah) bersama Deputi Gubernur Senior BI Aida S. Budiman (kiri) dan Deputi Gubernur BI Solikin M. Juhro (kanan) memberi salam saat mengikuti Rapat Paripurna DPR ke-4 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Dhemas Reviyanto/YU)
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi nasi dingin (Foto: unsplash Pille R. Priske)
Hype

Makan Nasi Dingin Lebih Sehat? Ini Fakta yang Perlu Diketahui

Nasi makanan pokok yang hampir selalu hadir dalam menu sehari-hari masyarakat Indonesia.…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
8 jam lalu
Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026
Hype

Spill Harga Tiket Presale 2 MotoGP Mandalika 2026: Mulai Rp320 Ribu, Gasss War Tiketnya!

Anak MotoGP merapat! Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 bakal kembali ngebul…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
10 jam lalu
Ilustrasi borgol plastik.
Hype

Borgol Plastik Polri Dianggarkan Rp24 Miliar, Netizen Langsung Roasting: Murah Banget!

Biasanya, borgol identik dengan benda berbahan besi yang digunakan polisi untuk memborgol…

Ani RatnasariHardani Triyoga
By
Ani Ratnasari
Hardani Triyoga
11 jam lalu
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait
Hype

Maruarar Berencana Bangun Rumah di Atas Sungai, Reaksi Warganet Beragam dari yang Pedas Hingga Lucu

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, punya ide cukup unik…

Ani RatnasariAmin-Suciady-Owrite
By
Ani Ratnasari
Amin Suciady
13 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up