Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 14 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • Purbaya
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / China Mampu Produksi 470 Drama AI Setiap Hari, Industri Hiburan Pindah Haluan
Hype

China Mampu Produksi 470 Drama AI Setiap Hari, Industri Hiburan Pindah Haluan

Ani RatnasariIvan OWRITE
Last updated: Mei 20, 2026 3:10 pm
By
Ani Ratnasari
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Warga saat menonton Film drama
Warga saat menonton Film drama (Foto: english.scio.gov.cn)
SHARE

Industri hiburan China sedang mengalami perubahan besar-besaran, setelah meledaknya drama pendek berbasis kecerdasan buatan atau AI.

Daftar isi Konten
  • Biaya Produksi Turun Drastis
  • Aktor Mulai Kehilangan Pekerjaan
  • Wajah Orang Dipakai Tanpa Izin
  • Pemerintah China Buat Regulasi Baru

Pada Januari 2026 saja, platform-platform di China meluncurkan lebih dari 14.600 drama pendek hasil produksi AI.

Artinya, setiap hari ada sekitar 470 judul baru yang muncul di berbagai platform streaming dan media sosial.

Drama pendek sendiri merupakan format serial berdurasi singkat, biasanya hanya dua hingga lima menit per episode, yang dibuat khusus untuk pengguna ponsel.

Format ini mirip sinetron versi cepat dengan alur dramatis, konflik intens, dan dibuat agar penonton terus menonton lewat sistem algoritma platform.

Dilansir dari Halo China tech, pada Februari 2026 jumlah drama AI di ekosistem digital China bahkan mencapai 127.800 judul.

Jumlah penontonnya diperkirakan akan menembus 280 juta orang pada tahun ini, naik drastis dibanding tahun sebelumnya yang berada di angka sekitar 120 juta pengguna.

Baca juga:
TikTok Bersiap PHK Massal 300 Karyawan, Dampak ke Pekerja di… Staf TikTok bersiap menghadapi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) pada Rabu pagi,…
AI Bisa Jadi Ancaman Bangsa, Pemerintah Diminta Tegas soal Regulasi Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira mendesak pemerintah segera…
Ketergantungan Bikin Indonesia Susah jadi Penguasa Teknologi Anggota Komisi I DPR RI, Junico Siahaan menyoroti lemahnya posisi Indonesia dalam…
  • TikTok Bersiap PHK Massal 300 Karyawan, Dampak ke Pekerja di RI Masih…
  • AI Bisa Jadi Ancaman Bangsa, Pemerintah Diminta Tegas soal Regulasi
  • Ketergantungan Bikin Indonesia Susah jadi Penguasa Teknologi

Biaya Produksi Turun Drastis

Sebelum AI masuk, industri drama pendek di China sebenarnya sudah sangat besar. Namun kehadiran teknologi AI ini membuat biaya produksi turun drastis dan proses pembuatan konten menjadi jauh lebih cepat.

Jika pada 2024 sebuah drama live-action membutuhkan biaya lebih dari 1 juta yuan atau sekitar Rp2,5 miliar, kini serial serupa bisa dibuat dengan AI hanya dengan biaya 50 ribu – 100 ribu yuan saja yakni sekitar Rp169 – Rp259 juta.

Beberapa studio di China bahkan menawarkan paket produksi drama lengkap dengan harga jauh lebih murah. Biaya produksi per menit yang sebelumnya berkisar 3 ribu sampai 5 ribu yuan kini turun menjadi sekitar 500 sampai 1.000 yuan, bahkan ada yang hanya 200 yuan per menit.

Perubahan ini membuat industri drama AI berkembang sangat cepat. Salah satu perusahaan produksi di Hangzhou dilaporkan sudah memiliki sekitar 1.000 karyawan dan menghasilkan pendapatan tahunan hingga 1 miliar yuan dengan laba bersih sekitar 200 hingga 300 juta yuan.

Perusahaan Judian bahkan mampu memproduksi sekitar 100 drama AI fotorealistik setiap bulan ditambah ribuan drama sulih suara AI.

Bahkan ada perusahaan baru, dan sudah memiliki 200 karyawan dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, dengan tim yang terdiri dari 10 orang mampu menyelesaikan serial 30 episode dalam waktu 20 hari.

Seorang pendiri startup bahkan mengungkapkan bahwa, seorang operator yang bekerja dengan alat pembuat video terbaru dari buatan ByteDance setiap hari mampu menghasilkan 40 menit konten siap distribusi.

Operator tersebut bahkan mendapatkan penghasilan sekitar 2.000 – 3.000 yuan per bulan, yang setara UMR perkotaan di Tiongkok.

Teknologi AI yang dipakai juga berkembang pesat. Pada Januari 2025, dari 5.000 drama pendek yang dihasilkan 4 diantaranya merupakan hasil AI, tapi pada November meningkat hingga 217.

Ketika ByteDance merilis Seedance 2.0, model terbaru ini memungkinkan untuk membuat adegan aksi fisik yang kompleks, konsistensi karakter di setiap adegan, hingga interaksi banyak tokoh secara realistis.

Aktor Mulai Kehilangan Pekerjaan

Namun di balik ekspansi industri ini, banyak pekerja kreatif mulai terkena dampaknya. Aktor drama pendek di Tiongkok mengaku jumlah pekerjaan mereka turun drastis.

Li Wenhao, aktor yang berbasis di Chongqing mengungkap, sebelumnya ia bisa syuting selama 50 hari tanpa henti kini hanya bekerja 6 hari sepanjang Maret 2026.

Panggilan casting yang dulu datang puluhan kali sehari kini hanya muncul beberapa hari sekali. Dari sekitar sepuluh rumah produksi drama pendek yang ia kenal, sebagian besar kini sudah beralih memakai AI dan berhenti mempekerjakan pemain manusia.

Beberapa studio seperti Chengdu Zhongdu bahkan secara terbuka mengumumkan penghentian produksi live-action dan beralih penuh ke sistem AI.

Bahkan perusahaan Yaoke Media yang merupakan salah satu perusahaan di balik beberapa drama tv Tiongkok yang terkenal, resmi mengontrak pemeran digital hasil AI untuk tampil dalam produksi mereka.

Wajah Orang Dipakai Tanpa Izin

Fenomena ini memicu kekhawatiran di kalangan artis. Aktris senior China, Hao Lei bahkan mengatakan AI berpotensi menggantikan 90 persen aktor manusia di masa depan.

Menurutnya, dalam beberapa jenis peran tertentu, AI bahkan mulai dianggap lebih unggul dibanding manusia.

Selain ancaman terhadap pekerjaan, muncul masalah baru yang lebih mengkhawatirkan, yaitu penggunaan wajah orang tanpa izin.

Banyak produser AI diketahui mengambil foto dari media sosial untuk dijadikan referensi karakter dalam drama mereka.

Beberapa korban baru menyadari wajah mereka dipakai setelah drama tersebut viral. Ada yang dijadikan karakter antagonis, tokoh jahat, hingga sosok manipulatif tanpa pernah dimintai izin ataupun diberi kompensasi.

Kasus ini bahkan menimpa sejumlah selebriti besar Tiongkok. Wajah karakter AI dalam beberapa drama disebut sangat mirip dengan aktor terkenal seperti Jackson Yee, Xiao Zhan, hingga Dilraba Dilmurat.

Pemerintah China Buat Regulasi Baru

Pemerintah Tiongkok akhirnya bergerak cepat. Pada April 2026, drama AI mulai diwajibkan masuk sistem registrasi nasional sebelum tayang. Asosiasi penyiaran juga melarang penggunaan wajah dan suara aktor tanpa izin.

Platform seperti Douyin dan Hongguo kemudian melakukan audit besar-besaran terhadap ribuan drama AI.

Ratusan konten akhirnya dikenai sanksi karena melanggar aturan, mulai dari penggunaan wajah tanpa izin hingga pelanggaran hak cipta.

Meski produksinya sangat besar, industri drama AI ternyata masih menghadapi satu masalah besar: kualitas cerita.

Dari lebih dari 127 ribu drama AI yang beredar, hanya sebagian sangat kecil yang berhasil benar-benar viral dan bertahan di ingatan penonton.

Banyak penonton merasa drama AI masih terasa “dingin” dan kurang emosional dibanding drama manusia asli. Secara visual memang realistis, tetapi ekspresi dan kedekatan emosionalnya dianggap belum sepenuhnya natural.

Kini industri drama AI di Tiongkok berkembang seperti mesin produksi konten massal. Fokus utamanya bukan lagi menciptakan karya yang berkesan, melainkan memproduksi sebanyak mungkin video untuk mengejar algoritma, iklan, dan traffic penonton.

Fenomena ini diperkirakan tidak hanya terjadi di Tiongkok. India hingga Hollywood mulai menunjukkan arah serupa.

AI perlahan mengubah industri hiburan global, bukan hanya dari sisi teknologi, tetapi juga soal pekerjaan manusia, hak identitas wajah, dan masa depan kreativitas di era digital.

Tag:AIDrama ChinaDunia Hiburan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Viral Peta SPPG Terbanyak: Dominasi TNI-Polri, Muhammadiyah Mengekor
By Ani Ratnasari
Komandan Lanud Haluoleo Kolonel Pnb Tarmuji Hadi Susanto (kedua kiri) bersama Ketua Umum Induk Koperasi Angkatan Udara (Inkopau) Marsekal Pertama TNI Ady Rachmanaya Panca Putra (ketiga kiri) melepas secara simbolis kendaraan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ambaipua Lanud Haluoleo di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Kamis (18/6/2026).
1
S&P Pertahankan Rating Utang RI, Purbaya Janji Perbaiki Hal Ini Agar Naik Kelas
By Anisa Aulia
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (sumber: owrite/Anisa Aulia)
2
Ambil Alih Kasus Eks Jampisdus Febrie, Kejagung Bentuk Tim Khusus Libatkan Supervisi KPK
By Rahmat Baihaqi
Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah beri keterangan pers.
3
Jabatan Copot Tameng Pun Hilang: TNI Stop ‘Jaga’ Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
By Rahmat Baihaqi
Suasana di depan kediaman Jaksa Agung Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, di Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (8/7/2026).
4
Gibran Dinilai Kalahkan AHY Soal Prestasi Politik, Relawan Beberkan Tolok Ukurnya
By Rahmat Tunny
Wapres Gibran Rakabuming Raka bersama Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)
5

BERITA LAINNYA

Komandan Lanud Haluoleo Kolonel Pnb Tarmuji Hadi Susanto (kedua kiri) bersama Ketua Umum Induk Koperasi Angkatan Udara (Inkopau) Marsekal Pertama TNI Ady Rachmanaya Panca Putra (ketiga kiri) melepas secara simbolis kendaraan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ambaipua Lanud Haluoleo di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Kamis (18/6/2026).
Hype

Viral Peta SPPG Terbanyak: Dominasi TNI-Polri, Muhammadiyah Mengekor

Sebuah video yang diunggah akun Instagram @satelitearth pada 11 Juli 2026 menampilkan…

Ani Ratnasariowrite-adi-briantika
By
Ani Ratnasari
Adi Briantika
6 jam lalu
Tradisi Castells masih lestari di Catalonia, Spanyol
Hype

Tradisi Castells dari Spanyol Viral, Mengenal Menara Manusia yang Mendunia

Belakangan ini, video yang memperlihatkan puluhan orang berdiri di atas bahu satu…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
18 jam lalu
Tamagoyaki atau Telur Gulung Jepang
Hype

Resep Tamagoyaki untuk Bekal Sekolah Anak, Telur Gulung Jepang yang Gurih dan Praktis

Tahun ajaran baru menjadi momen bagi banyak orang tua untuk kembali menyiapkan…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
18 jam lalu
Pulau Sirandah
Hype

Pulau Sirandah, Destinasi Bahari Menawarkan Panorama Laut Memukau

Berada cukup jauh dari keramaian pusat Kota Padang, Pulau Sirandah menawarkan suasana…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
18 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up