Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 11 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • MBG
  • Korupsi
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Bukan Sekadar Tarian, Ini 5 Tari Tradisional Indonesia yang Punya Makna Mendalam
Hype

Bukan Sekadar Tarian, Ini 5 Tari Tradisional Indonesia yang Punya Makna Mendalam

Ossid Duha Jussas SalmaAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Mei 24, 2026 1:45 pm
By
Ossid Duha Jussas Salma
ByOssid Duha Jussas Salma
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
4 bulan lalu
Share
Tari Saman dari Aceh
Tari Saman dari Aceh (Sumber: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh)
SHARE

Tari tradisional Indonesia bukan hanya sekedar pertunjukan seni yang memanjakan mata. Di balik gerakan, irama musik, kostum, hingga aksesoris yang dipakai terdapat filosofis dan nilai budaya yang diwariskan turun-temurun.

Daftar isi Konten
  • Tari Saman (Aceh)
  • Tari Kecak (Bali)
  • Tari Jaipong (Jawa Barat)
  • Tari Reog Ponorogo (Ponorogo, Jawa Timur)
  • Tari Tor-Tor (Sumatera Utara)

Berbagai tarian tradisional dari mulai untuk penyambutan, ungkapan syukur, hingga simbol keberanian dan penghormatan, semuanya memiliki pesan mendalam yang membuatkan tetap lestari hingga hari ini.

Mari mengenal tari tradisional Indonesia beserta maknanya. Berikut adalah lima tari tradisional Indonesia yang tidak hanya indah dipandang, tapi juga terdapat makna filosofi di dalamnya.

Baca juga:
Keracunan MBG Terus Terjadi, JPPI Bongkar Ancaman Serius: Negara Bangun… Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mengingatkan pemerintah agar tidak menganggap kasus keracunan…
Larung Kepala Kerbau di Pesisir: Menyelami Tradisi Sedekah Laut, Ritual… Indonesia dikenal sebagai negara maritim yang memiliki kekayaan budaya pesisir yang beragam.…
Bukan Cuma Hunian Megah, Ini Rahasia Filosofi Rumah Joglo dan… Rumah Joglo merupakan salah satu rumah adat khas Jawa. Lebih dari sekadar…
  • Keracunan MBG Terus Terjadi, JPPI Bongkar Ancaman Serius: Negara Bangun Budaya Impunitas
  • Larung Kepala Kerbau di Pesisir: Menyelami Tradisi Sedekah Laut, Ritual Para Nelayan…
  • Bukan Cuma Hunian Megah, Ini Rahasia Filosofi Rumah Joglo dan Konsep Manunggaling…

Tari Saman (Aceh)

    Tari Saman adalah warisan budaya masyarakat Aceh, persisnya dari daerah Gayo Lues. Dikutip dari laman Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, tari ini sudah ada sejak abad ke-13 dan dikembangkan oleh Syekh Saman dengan memasukkan nilai keagamaan.

    Umumnya, tari Saman dimainkan oleh belasan laki-laki dengan jumlah harus ganjil dengan para penari duduk berlutut dengan tumit dan berbaris rapat. Tak lupa kostum yang dikenakan juga bermotif Gayo berwarna-warni di atas dasar kain kostum hitam khasnya.

    Tari Saman sudah ditetapkan oleh UNESCO sebagai Daftar Representasi Budaya Takbenda (WBTb) pada 24 November 2011. Tarian ini dikembangkan oleh Syekh Saman dari Gayo di Aceh Utara. Tujuannya adalah sebagai media dakwah islam dengan menyisipkan berbagai syair-syair berisi pujian kepada Allah SWT dengan campuran bahasa Aran dan Gayo.

    Keunikan dari tarian ini adalah seluruh penari bergerak seragam mengikuti irama musik. Gerakannya serempak bertepuk tangan, menepuk dada, paha, dan tanah, menjentikkan jari, hingga mengayun dan memutar tubuh serta kepala. Seluruh gerakan tersebut dilakukan serubah bergantian dengan mengikuti ritme pukulan gendang dan nyanyian Syekh Saman. Hingga hari ini, tari Saman masih menjadi ikon Aceh yang masih lestari.

    7 Tradisi Unik di Indonesia yang Masih Dilestarikan Masyarakat

    Tari Kecak (Bali)

      Tari Kecak adalah salah satu tari tradisional Bali paling terkenal. Teknisnya, tarian ini dimainkan oleh puluhan hingga ratusan laki-laki yang duduk melingkar dan meneriakkan ‘cak’ secara bersamaan dan berirama.

      Uniknya, tarian ini sama sekali tidak menggunakan gamelan untuk musik pengiring, melainkan menggunakan suara manusia. Teriakan ‘cak, cak, cak’ inilah yang akhirnya disebut sebagai tari cak atau dikenal juga monkey chant dance dalam bahasa Inggris karena seperti meniru suara kawanan kera.

      Berbeda dari tari biasanya, tari Kecak ditampilkan dama bentuk teater. Cerita yang dibawakan dalam tarian adalah kisah perjuangan Ramayana yang dibantu Hanoman dan pasukan monyetnya untuk menyelamatkan Dewi Sita dari penculikan Rahwana. Seluruh kisahnya ditampilkan lewat ekspresi wajah, gerakan, hingga suara ritme ‘cak’ dari para penari.

      Namun selain gerakan dan kisah yang unik dalam rangkaian tari Kecak, tari ini pun memiliki makna yaitu untuk mengusir roh jahat dan membawa kekuatan pelindung. Adapun teriakan ‘cak’ yang berulang juga sebagai bentuk gabungan kekuatan dan energi spiritual. Lalu lingkaran penari juga melambangkan harmoni, keseimbangan, dan kebersamaan dalam kehidupan.

      Mengenal Sejarah dan Makna Tradisi Ogoh-Ogoh Jelang Nyepi 2026

      Tari Jaipong (Jawa Barat)

        Melansir dari laman Budaya Nusantara, tari ini lahir di era tahun 1960-an diciptakan oleh sang maestro Jaipongan, Gugum Gumbira. Tarian ini terinspirasi dari pengalaman Gugum Gumbira menonton kesenian rakyat seperti Ketuk Tilu dan Pencak Silat. Maka tidak heran jika tari Jaipong ini ditarikan luwes, namun dengan gerakan lincah dan rutme gendang yang cepat.

        Tari Jaipong (Sumber: budayanusantara.id)

        Tari ini diiringi oleh alat musik tradisional seperti gong, kecrek, dan rebab. Posisi duduk pemusik biasanya berada di belakang para penari. Tempo pukulannya cepat dan dinamis, mengisyaratkan gambaran masyarat yang semangat, berani dan pantang menyerah.

        Bukan hanya sekedar tari, Jaipong juga punya makna mendalam yang diambil dari nilai kehidupan masyarakat Sunda. Gerakan tangan yang gemulai adalah ciri kelembutan, sedangkan hentakan kaki dan ayunan yang cepat melambangkan semangat dan keberanian. Tidak heran jika hingga hari ini, tari Jaipong masih dilestarikan turun-temurun.

        Tari Reog Ponorogo (Ponorogo, Jawa Timur)

          Dikutip dari laman Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, tari Reog Ponorogo resmi masuk dalam Daftar Warisan Budaya Takbenda (WBTb) UNESCO sejak 3 Desember 2024. Ini menjadi bukti bahwa tari Reog Ponorogo memiliki keunikan yang harus terus dilestarikan.

          Reog Ponorogo adalah salah satu pertunjukan seni yang menampilkan paduan tari, musik, dan mitologi. Lewat topeng Dadak Merak yang ikonik, pesan tentang keberanian, solidaritas, hingga dedikasi terhadap lingkungan masyarakat disampaikan lewat tari Reog Ponorogo.

          Selain itu, karena tari ini memuat banyak elemen aksesoris untuk sebuah pertunjukan, Reog Ponorogo juga dinilai mengajarkan nilai keharmonisan dan mencapai tujuan bersama. Dan tentunya tari ini menjadi cerminan budaya, kearifan lokal, dan warisan budaya turun-temurun.

          Tari Tor-Tor (Sumatera Utara)

            Persisnya tari tradisional ini berasal budaya dan tradisi dari Suku Batak di Sumatera Utara. Dalam konteks masyarakat Batak Toba, Tor-tor biasanya dihadirkan sebagai hiburan dalam upacara adat, salah satunya pesta pernikahan. Namun bukan hanya sekedar hiburan, tari Tor-tor juga mencerminkan momen sakral dan penuh makna.

            Tari ini sudah dilakukan oleh masyarakat Suku Batak sejak abad ke-13. Khasnya, tarian ini diiringi oleh iringan musik dari tabuhan alat musik tradisional gondang. Dalam upacara adat tertentu, tari Tor-tor boleh ditampilkan setelah persetujuan dari keluarga dan kepala adat karena tarian ini dianggap sakral.

            Tari Tor Tor
            Tari Tor Tor (Sumber: budbas.data.kemdikbud.go.id)

            Uniknya, tari Tor-tor punya ketentuan khusus terhadap gerakan yang disebut juga manortor. Ciri khasnya, penari harus memakai kain ulos Batak. Kemudian penari juga punya pantangan untuk tangan penortor tidak boleh naik lebih tinggi dari bahu. Karena kalau lebih tinggi, artinya ia menantang dengan tenaga batin.

            Hingga hari ini, pada upacara pernikahan dan syukur di Suku Batak lainnya, tari Tor-tor masih menjadi persembahan sakral dan penuh makna.

            Itulah lima tari tradisional yang bisa dipelajari. Mulai dari tari Saman yang penuh kekompakan, tari Kecak dengan nuansa spiritual, hingga Tot-tor yang punya sarat makna adat.

            Setiap tarian menyimpan cerita dan pesan yang diwariskan dari leluhur secara turun temurun. Maka itu, menjaga kelestarian tari tradisional Indonesia bukan hanya menjaga kesenian, tapi juga merawat jati diri dan kekayaan budaya Indonesia.

            Tag:adatbudayakeseniantaritari jaipongtari kecaktari reog ponorogotari samantari tor tor
            Share This Article
            Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
            Amin-Suciady-Owrite
            ByAmin Suciady
            Redaktur Pelaksana
            Follow:
            Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
            Trending di OWRITE
            Timnas Indonesia U-20 Lolos Piala Asia 2027, Nova Arianto Langsung Bidik Target Lebih Besar
            By Hadi Febriansyah
            Timnas Indonesia U-20 saat berhadapan dengan Australia
            1
            Aturan Bagasi Garuda Berubah, Fraksi PDIP: UMKM Oleh-oleh Bisa Kehilangan Pembeli
            By Rahmat Tunny
            Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman
            2
            Bupati Kukar Tebar 1 Ton Benih Padi di Danau Semayang, Videonya Viral Bikin Netizen Heran
            By Ani Ratnasari
            Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri menebar benih padi di kawasan Danau Semayang
            3
            Ikan Tongkol Sudah Digoreng tapi Tetap Bisa Bikin Keracunan? Dokter Ungkap Bahaya yang Sering Tak Disadari
            By Ani Ratnasari
            Ikan Tongkol
            4
            Asian Games 2026: Indonesia “Cuma Berani” Bidik 4 Emas, Thailand Malah Menggila
            By Hadi Febriansyah
            Menpora Erick Thohir (tengah) berswafoto dengan atlet Indonesia usai Pengukuhan Tim Indonesia untuk Asian Games 2026 di Wisma Serba Guna Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (9/9/2026).
            5

            BERITA LAINNYA

            Ilustrasi membaca AU
            Hype

            Alternative Universe, Bacaan Digital Favorit Remaja Masa Kini

            Di tengah kebiasaan remaja menikmati konten singkat di media sosial, cerita fiksi…

            Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
            By
            Ossid Duha Jussas Salma
            Ivan Syahruna Lubis
            12 jam lalu
            Film Memburu Pemangsa Siap Tayang
            Hype

            Film Memburu Pemangsa Siap Tayang di Bioskop pada 24 September 2026, Ini Sinopsis dan Daftar Pemainnya

            Bioskop Indonesia siap dihantui dengan keseruan film Memburu Pemangsa yang akan membawa…

            Ani RatnasariIvan OWRITE
            By
            Ani Ratnasari
            Ivan Syahruna Lubis
            12 jam lalu
            Hype

            Kenapa Kindness Bisa Meruntuhkan Ego Seseorang? Ini Jawabannya

            Pernah nggak sih kamu ketemu orang yang kalau lagi debat selalu pengen…

            Ani RatnasariIvan OWRITE
            By
            Ani Ratnasari
            Ivan Syahruna Lubis
            14 jam lalu
            Ilustrasi Korban Bullying
            Hype

            Skor PISA Indonesia Naik, P2G Soroti 24 Persen Murid Jadi Korban Bullying

            Hasil PISA 2025 menunjukkan capaian akademik murid Indonesia mulai mengalami perbaikan. Namun,…

            Syifa FauziahIvan OWRITE
            By
            Syifa Fauziah
            Ivan Syahruna Lubis
            15 jam lalu
            OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

            Your Reading Dose, Right Here:
            Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

            Info lainnya

            • Redaksi
            • Beriklan
            • Tentang Kami
            • Pedoman Media
            • Kebijakan Privasi
            FacebookLike
            InstagramFollow
            YoutubeSubscribe
            TiktokFollow
            © PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
            OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
            Everything's gonna be owrite!

            Sign in to your account

            Username or Email Address
            Password

            Lost your password?

            Not a member? Sign Up