Menjelang momen Idul Adha, umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan hari Arafah dengan memperbanyak ibadah, salah satunya berdoa.
Hari yang jatuh pada 9 Zulhijah ini dikenal sebagai salah satu waktu paling istimewa dan menjadi momen mustajab untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT.
Tidak hanya bagi jemaah haji yang sedang menjalankan wukuf di Padang Arafah, tapi keutamaan ini juga dirasakan oleh umat Muslim di seluruh dunia.
Karena itu, banyak ulama menganjurkan untuk memperbanyak doa, zikir, dan memohon ampunan pada hari tersebut.
Alasan Keistimewaan Hari Arafah
Melansir dari laman Majelis Ulama Indonesia (25/05/2026), terdapat tiga alasan yang membuat hari Arafah menjadi hari yang istimewa. Keistimewaannya adalah sebagai berikut:
1. Hari yang Disempurnakan oleh Allah SWT
Dalam sebuah hadis, terdapat sebuah riwayat:
فقال عُمَرُ: إنِّي لأعلَمُ اليومَ الذي نَزَلَت فيه، والمَكانَ الذي نَزَلَت فيه، نَزَلَت على رَسولِ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم بعَرَفاتٍ في يَومِ جُمُعةٍ
Artinya:
“Maka Umar berkata: ‘Sungguh aku mengetahui hari ketika ayat itu diturunkan, juga tempat turunnya. Ayat itu turun kepada Muhammad di Arafah pada hari Jumat.’” (HR Bukhari)
Riwayatnya, pada hari ini, ketika Nabi Muhammad SAW sedang wukuf di Padang Arafah saat Haji Wada’, Allah SWT menurunkan ayat yang menjelaskan bahwa agama Islam telah disempurnakan secara utuh bagi umat manusia.
Ayat tersebut yaitu surat Al Maidah ayat 3 yang berlafazkan:
اَلْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ الْاِسْلَامَ دِيْنًاۗ
Artinya:
“Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, telah Aku cukupkan nikmat Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu.”
Berdasarkan riwayat tersebut, para ulama memahami bahwa Hari Arafah bukan hanya istimewa karena menjadi waktu mustajab untuk berdoa, tetapi juga karena menjadi saksi turunnya ayat tentang kesempurnaan ajaran Islam.
2. Hari Pengampunan dan Kebebasan Siksa Neraka
Selain jadi momen penting dalam sejarah Islam, Hari Arafah juga dikenal sebagai hari penuh ampunan dan pembebasan dari siksa neraka. Karena itu, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak doa, istigfar, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT pada hari istimewa ini.
Keutamaan Hari Arafah dijelaskan dalam hadis riwayat Sayyidah Aisyah RA. Rasulullah SAW bersabda:
مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ
Artinya:
“Tidak ada hari ketika Allah lebih banyak membebaskan hamba dari neraka selain Hari Arafah. Allah mendekat lalu membanggakan mereka di hadapan para malaikat dan berfirman: ‘Apa yang diinginkan oleh mereka?’” (HR Muslim).
Hadis ini menunjukkan bahwa Hari Arafah bukan sekadar tanggal dalam kalender Islam, tetapi juga menjadi momen terbaik untuk meminta ampunan dan berharap kebaikan kepada Allah SWT.
3. Hari Penghapusan Dosa Selama Dua Tahun
Di tengah rutinitas sehari-hari yang padat, menjalankan puasa Arafah bisa menjadi momen refleksi dan ‘reset’ spiritual sebelum datangnya Hari Raya Idul Adha. Selain doa, berpuasa di hari Arafah juga memiliki keutaman yang besar.
Puasa Arafah bukan hanya ibadah sunnah tahunan, tetapi juga menjadi kesempatan besar bagi umat Muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memperbaiki kualitas iman.
Keutamaan puasa Arafah juga sangat besar. Dalam hadis riwayat Abu Qatadah, Rasulullah SAW bersabda:
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ
Artinya:
“Puasa Arafah (9 Zulhijah) dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR Muslim).
Maksud dari penghapusan dosa dua tahun adalah dosa setahun sebelumnya dan setahun setelahnya. Karena itu, banyak umat Muslim tidak ingin melewatkan puasa sunnah ini sebagai bentuk ikhtiar memohon ampun kepada Allah SWT.
Hari Arafah menjadi salah satu momen istimewa yang penuh keberkahan bagi umat Muslim. Tidak hanya dikenal sebagai waktu mustajab untuk berdoa, hari ini juga menyimpan banyak keutamaan, mulai dari turunnya ayat tentang kesempurnaan agama Islam.
Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan Hari Arafah dengan memperbanyak doa, zikir, istigfar, serta menjalankan puasa sunnah Arafah bagi yang tidak sedang berhaji.

