Siapa sih yang nggak takut kena ain? Belakangan banyak umat muslim mulai peduli dengan penyakit ain, bahkan ada yang mengkaitkannya dengan kejadian tiba-tiba mendadak sakit, kehilangan rezeki, hingga musibah tanpa sebab medis yang jelas.
Di media sosial pun pembahasan ini banyak dibicarakan oleh warganet, terutama ketika seseorang dirasa terlalu mengumbar mengenai pencapaian, harta, ataupun kebahagiannya.
Namun, dalam islam ain bukan sekedar mitos atau kepercayaan tanpa dasar. Ain merupakan pandangan mata yang disertai rasa kagum, iri, dengki, atau kebencian yang dapat membawa dampak buruk kepada orang lain atas izin Allah SWT.
Karena itu, penting bagi setiap muslim untuk paham cara menjaga diri agar tidak terkena ain sekaligus tidak menjadi penyebab ain bagi orang lain. Dikutip dari berbagai sumber, berikut beberapa tips yang bisa kamu lakukan agar terhindar dari ain.
Hal-Hal yang bisa Memicu Ain
Sadar atau tidak, sebenarnya seseorang bisa menjadi penyebab datangnya ain lewat sikap atau perkataan spontannya. Ini adalah beberapa perilaku yang bisa menyebabkan ain.
1. Memberikan Pujian
Mungkin ini kedengarannya sepele ya, bahkan mungkin kamu banyak melakukan ini. Siapa orang yang tidak pernah memuji keindahan atau siapa orang yang tidak senang kalau di puji? Pastinya seseorang selalu menikmati keindahan dan pujian.
Namun, disinilah masalahnya. Ketika kamu melihat kecantikan, ketampanan, kesuksesan, kekayaan, atau bahakan sesuatu yang membuatmu kagum, secara spontan kamu memujinya dan lupa mengucapkan doa keberkahan seperti “MasyaAllah” atau “Allahumma baarik”.
Karena dalam islam, hal ini dianjurkan untuk diucapkan, agar rasa kagum tidak berubah menjadi ain bagi orang lain.
2. Flexing di Medsos
Zaman sekarang, banyak orang bermain media sosial (medsos) bahkan punya banyak akun. Biasanya medsos adalah tempat seseorang untuk berlomba-lomba menunjukkan pencapaian hidup, mulai dari liburan mewah, kendaraan baru, rumah yang megah, hingga hubungan asmara.
Padahal kebiasaan ini berpotensi besar memancing rasa iri dari orang lain dan memicu ain. Tapi bukan berarti kamu tidak boleh membagikan pencapaian mu, yang perlu di ingat adalah kamu harus bijak dan tidak boleh berlebihan dalam menunjukkan kenikmatan hidup.
3. Rasa Iri dan Dengki
Rasa iri dan dengki yang terus disimpan dan dipupuk dalam hati bisa jadi pemicu datangnya ain. Saat kamu menatap orang lain dengan dengki atau kebencian atas izin Allah SWT, itu akan membawa dampak buruk bari orang lain.
Makanya di Islam sangat menekankan pentingnya membersihkan hati dan memperbanyak rasa syukur atas nikmat yang sudah Allah berkan.
Cara Agar Tidak Jadi Sumber Ain Orang
Mencagah ain tidak hanya lewat ucapan, pandangan, dan hati agar tidak menyakiti orang lain. Karena itu semua belum cukup, berikut beberapa langkah yang bisa kmau terapkan.
1. Biasakan Membaca Doa Keberkahan
Saat kamu melihat ciptaan-Nya yang sangat menakjubkan, biasakan untuk mengucap kalimat “MasyaAllah’, “Allahumma baarik”, atau “MasyaAllah laa quwwata illa billah” sebelum memberikan pujian lebih lanjut. Karena seperti sabda Rasullullah dalam sebuah hadis.
“Jika seseorang dari kalian melihat pada diri saudaranya sesuatu yang menakjubkan, maka doakanlah keberkahan baginya, karena ain itu benar adanya.” (HR. An-Nasa’i)
2. Jangan Pamer Berlebihan
Sebenarnya tidak semua kebahagiaan harus di-share kepada orang lain. Untuk itu cobalah agar lebih bijak membagikan kehidupan pribadi di medsos, supaya tidak memicu rasa iri hati orang lain.
Sebaiknya bagikan konten yang bermanfaat, inspiratif, atau bernilai edukasi tertentu. Itu jauh lebih baik daripada hanya flexing kekayaan dan gaya hidup.
3. Latih Hati untuk Bersyukur
Cara terbaik untuk menghindari ain adalah dengan memperbanyak rasa syukur. Karena, ketika kamu melihat orang lain sukses, itu akan jadi motivasi kamu untuk terus berkembang, bukan malah jadi alasan untuk dengki.
Cara Melindungi Diri dari Ain
Ternyata menjaga diri saja belum cukup untuk menghindari ain, maka Rasulullah menganjurkan untuk melindungi diri dari kemungkinan terkena ain.
1. Membaca Doa Perlindungan
Rasullullah saw pernah membaca doa perlindungan untuk Hasan dan Husain. Bunyi doa tersebut adalah
U‘īżukumā bikalimātillāhit-tāmmati min kulli syaithānin wa hāmmah, wa min kulli ‘ainin lāmmah.
Artinya:
“Aku memohon perlindungan untuk kalian berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari setiap setan, binatang berbahaya, dan dari setiap mata yang jahat (ain).”
Doa ini diriwayatkan dalam hadis Abu Dawud dan bisa jadi salah satu entuk ikhtiar spiritual untuk meminta perlindungan kepada Allah SWT.
2. Melakukan Ruqyah
Ruqyah syar’iyyah merupakan metode pengobatan yang diajarkan Rasulullah saw. untuk mengatasi gangguan seperti ain. Ruqyah dilakukan dengan membaca ayat Al-Qur’an dan doa-doa perlindungan sesuai syariat Islam.
3. Memperbanyak Sedekah
Sedekah dipercaya dapat menjadi sebab datangnya perlindungan Allah SWT. Dalam hadis disebutkan bahwa sedekah dapat menolak bala dan musibah. Selain membantu sesama, sedekah juga melatih hati agar lebih ikhlas dan tidak dipenuhi iri dengki.
Memahami penyakit ain memang penting, tetapi jangan sampai membuat hidup dipenuhi rasa takut dan curiga kepada semua orang. Karena didalam Islam mengajarkan keseimbangan antara ikhtiar dan tawakal.
Kesadaran tentang ain seharusnya membuat seorang muslim lebih berhati-hati dalam berbicara, lebih rendah hati saat mendapatkan nikmat, dan lebih rajin berdoa kepada Allah SWT. Dengan begitu, kita tidak hanya menjaga diri sendiri, tetapi juga menjaga orang lain dari dampak buruk pandangan yang tidak disadari.

