Meski sama-sama berpusat pada ajaran Yesus Kristus, Kristen Protestan dan Katolik memiliki sejumlah perbedaan dalam tradisi, tata ibadah, hingga pemahaman ajaran tertentu.
Namun, masih banyak orang yang menganggap keduanya sama karena memiliki kitab suci dan dasar kepercayaan yang serupa.
Perbedaan antara Kristen Protestan dan Katolik sebenarnya telah muncul sejak ratusan tahun lalu melalui sejarah panjang perkembangan gereja.
Dari cara beribadah, kepemimpinan gereja, hingga tradisi keagamaan, masing-masing memiliki ciri khas tersendiri.
Lalu, apa saja perbedaan Kristen dan Katolik yang sering membuat orang salah paham?
Perbedaan Katolik dan Kristen
Melansir dari laman Gereja Katolik Paroki Santo Marinus Yohanes, berikut adalah perbedaan dari Katolik dan Kristen.
1. Cara Beribadah
Di Gereja Katolik, umat biasanya memulai dan mengakhiri doa dengan tanda salib sambil mengucapkan “Dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus.” Ibadah Katolik juga cenderung lebih teratur karena mengikuti tata liturgi gereja.
Sementara itu, di banyak gereja Protestan, tanda salib nggak terlalu umum digunakan. Umat biasanya berdoa dengan menutup mata dan melipat tangan. Meski begitu, gaya ibadah Protestan bisa beda-beda tergantung gereja atau denominasinya.
2. Pemuka Agama
Dalam Gereja Katolik, hanya pria yang dapat ditahbiskan menjadi pastor atau pemimpin rohani. Sementara itu, wanita dapat menjalani kehidupan religius sebagai biarawati atau suster.
Berbeda dengan Protestan, banyak gereja Protestan tidak membedakan gender dalam kepemimpinan gereja sehingga pria maupun wanita dapat menjadi pendeta, tergantung aturan masing-masing denominasi.
3. Jumlah Alkitab
Aliktab Katolik memiliki total 73 kitab, yang terdiri dari 46 kitab Perjanjian Lama dan 27 kitab Perjanjian Baru. Sedangkan Alkitab Kristen Protestan terdiri dari 66 kitab, yaitu 39 kitab Perjanjian Lama dan 27 kitab Perjanjian Baru.
4. Pengakuan Terhadap Paus
Umat Katolik mengakui Paus sebagai pemimpin tertinggi Gereja Katolik di dunia yang berkedudukan di Vatikan. Sementara itu, umat Kristen Protestan tidak mengakui Paus sebagai pemimpin tertinggi agama karena setiap gereja atau denominasi Protestan memiliki sistem kepemimpinan masing-masing.
5. Pelayanan Gereja
Dalam Gereja Katolik, ada biarawan dan biarawati yang mengabdikan hidupnya khusus untuk pelayanan gereja. Mereka memilih hidup selibat atau tidak menikah sebagai bentuk pengabdian kepada Tuhan dan gereja.
Sementara itu, di gereja Protestan umumnya tidak ada tradisi biarawan atau biarawati seperti dalam Katolik. Jika ada pelayan gereja yang memilih tidak menikah, biasanya itu merupakan keputusan pribadi, bukan aturan khusus dari gereja.
6. Penggunaan Kitab Suci/ Alkitab
Dalam Gereja Katolik, pembacaan Alkitab telah diatur melalui sistem Liturgi Sabda sehingga kitab-kitab Deuterokanonika turut dibaca dan digunakan dalam khotbah resmi gereja. Sementara itu, gereja Protestan umumnya menggunakan 66 kitab yang dianggap sebagai kanon utama dan tidak mengakui Deuterokanonika sebagai bagian dari kitab suci resmi.
7. Sejarah Pembentukan Alkitab
Gereja Katolik menetapkan daftar kitab sucinya melalui Konsili Trente pada abad ke-16 sebagai respons terhadap Reformasi Protestan. Proses penetapan kitab-kitab resmi yang diakui gereja ini disebut kanonisasi.
Sementara itu, para tokoh Reformasi seperti Martin Luther memilih mengacu pada kitab-kitab yang termasuk dalam kanon Ibrani, yang jumlahnya lebih sedikit. Hal inilah yang kemudian menjadi dasar susunan Alkitab Protestan hingga sekarang.
8. Aturan Perkawinan dan Perceraian
Dalam Gereja Katolik, pastor dan biarawati tidak diperbolehkan menikah karena menjalani hidup selibat. Sementara untuk umat Katolik, pernikahan dianggap sakral dan umumnya tidak bisa bercerai, kecuali pasangan meninggal dunia atau ada keputusan khusus dari gereja.
Berbeda dengan Protestan, pendeta umumnya boleh menikah. Aturan soal perceraian dan menikah lagi juga cenderung lebih fleksibel, meski tetap tergantung aturan masing-masing gereja atau denominasi.
Demikian beberapa perbedaan antara Kristen Katolik dan Kristen Protestan. Perbedaan ini bukan untuk membandingkan mana yang paling benar atau lebih baik, melainkan sebagai tambahan pengetahuan agar tidak salah paham.
Meski memiliki tradisi dan tata ibadah yang berbeda, keduanya sama-sama beriman kepada Yesus Kristus dan memiliki akar ajaran yang sama dalam Kekristenan.


