Penyanyi dan penulis lagu Indonesia, Idgitaf, kembali menyentuh hati pendengarnya lewat lagu berjudul ‘Mendung’. Lagu ini menjadi salah satu trek utama dalam album keduanya, Berusaha di Bawah Hujan, yang dirilis pada 15 Mei 2026. Dengan lirik yang jujur dan emosional, “Mendung” mengangkat kisah hubungan yang perlahan retak karena perbedaan yang semakin sulit dipersatukan.

Dalam liriknya, Idgitaf menggambarkan sepasang kekasih yang terus terjebak dalam perdebatan yang sama. Mereka saling menyalahkan, mempertahankan ego, dan kesulitan menemukan jalan keluar.

Melalui penggalan lirik yang menceritakan dua orang yang masih berdebat bahkan ketika perjalanan pulang hampir selesai, lagu ini menunjukkan bagaimana konflik yang berulang dapat mengikis kehangatan sebuah hubungan. Ego menjadi lebih dominan dibanding keinginan untuk saling memahami.

Salah satu bagian paling menyentuh dalam lagu ini adalah ketika Idgitaf menyinggung tentang perbedaan keyakinan antara dua orang yang saling mencintai. Kalimat tersebut memperlihatkan bahwa persoalan yang mereka hadapi bukan sekadar pertengkaran biasa, melainkan perbedaan mendasar yang sulit dijembatani.

Makna ini juga diperkuat oleh unggahan Idgitaf di akun Threads miliknya. Ia bercerita bahwa pernah berada dalam fase hubungan yang dipenuhi pertengkaran, hingga suatu saat menyadari bahwa dirinya dan pasangannya memiliki perbedaan agama. Dari pengalaman itulah lahir lagu “Mendung”, sebuah karya yang menggambarkan realita pahit ketika cinta harus berhadapan dengan keyakinan yang berbeda.

“Pernah aku sama pasangan lagi fase berantem mulu terus tiba-tiba aku ketawa, “eh kita ngapain sih berantem??? Kita tuh beda agama.” Semenjak itu gaperna lagi berantem-berantem WKWKWKW,”

tulis Idgitaf pada akun threads miliknya.

“Disitulah aku menulis lagu baruku berjudul ‘Mendung’. Minimal kalo mau pinggir jurang harus bahagia dong hubungannya,”

tambahnya.

Meski begitu, lagu ini tidak sepenuhnya dipenuhi kemarahan. Ada kerinduan untuk berdamai, keinginan agar hubungan tetap bertahan, serta harapan agar konflik yang terjadi bisa diselesaikan sebelum semuanya berakhir. 

Sejak dirilis, “Mendung” mendapat banyak perhatian karena dianggap dekat dengan pengalaman banyak orang. Liriknya yang sederhana namun mendalam membuat pendengar mudah memahami pesan yang ingin disampaikan Idgitaf. Lagu ini juga melanjutkan ciri khas Idgitaf yang kerap mengangkat tema refleksi diri, hubungan, dan perjalanan emosional manusia.

“Yang nulis gila yang nyanyi gila yang denger gila yang ngerti lebih gilaaa,”

tulis akun @priskilalenna dalam kolom komentar postingan Instagram Idgitaf.

Mendung adalah lagu tentang cinta yang diuji oleh pertengkaran, ego, dan perbedaan keyakinan. Melalui karya ini, Idgitaf menunjukkan bahwa tidak semua hubungan berakhir karena kurangnya cinta. Terkadang, dua orang masih saling menyayangi, tetapi harus menghadapi kenyataan bahwa mereka berjalan di jalan yang berbeda.

Lirik lagu Mendung

Sudah dekat rumah, dan kita masih berdebat

Tentang itu-itu saja

Berputar siapa lebih salah

Menunggu siapa yang akan mengalah

Mencari solusi

Tapi ego sendiri dulu yang disuapi

Kemana berarti

Semua emosi yang dulu kita bagi

Yakinnya sudah beda

Berdebat pula

Seakan kau tak pernah tergila-gila

Bukankah kita bersama sudah ide gila?

Apa yang engkau cari sebenarnya?

Jika masih berlanjut

Dan terasa berat usahakanku

Bersabarlah denganku

Jangan tidur sampai akur

Karena nanti malam ini

Ku akan hancur

Yakinnya sudah beda

Berdebat pula

Seakan kau tak pernah tergila-gila

Bukankah kita bersama sudah ide gila?

Apa yang engkau cari sebenarnya?

Yakini saja sesuai yakinmu

Debat sudah tak perlu

Jika menang menguntungkan

Seakan kau tak pernah tergila-gila

Bukankah kita bersama sudah ide gila?

Apa yang engkau cari?

Apa yang engkau cari sebenarnya?

Sebenarnya