Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 16 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • MBG
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Apa Itu Slow Fashion? Kenapa Gerakan Ini Lebih Ramah Lingkungan?
Hype

Apa Itu Slow Fashion? Kenapa Gerakan Ini Lebih Ramah Lingkungan?

Ani RatnasariIvan OWRITE
Last updated: Juni 3, 2026 2:12 pm
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
Share
Slow Fashion
Slow Fashion (Foto: magnific/ freepik)
SHARE

Di tengah maraknya tren pakaian murah, muncul juga gerakan yang mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam membeli dan menggunakan pakaian. Gerakan tersebut dikenal dengan istilah slow fashion atau fesyen lambat.

Daftar isi Konten
  • Apa Itu Slow Fashion?
  • Dalam Praktiknya, Slow Fashion Mengedepankan:
  • Mengapa Slow Fashion Penting?
  • Ciri-Ciri Brand Slow Fashion
  • 1. Produksi Terbatas
  • 2. Mengutamakan Kualitas
  • 3. Desain Timeless
  • 4. Menggunakan Material Ramah Lingkungan
  • 5. Transparan terhadap Rantai Pasok
  • 6. Mendukung Produksi Lokal

Mengutip dari Zero Waste Indonesia, slow fashion merupakan pendekatan dalam industri mode yang mengutamakan kualitas, daya tahan produk, etika produksi, serta dampak lingkungannya.

Konsep ini hadir sebagai respons terhadap praktik fast fashion yang mendorong konsumsi berlebihan dan menghasilkan limbah tekstil dalam jumlah besar.

Baca juga:
Mengenal Capsule Wardrobe, Gaya Berpakaian Simpel yang Kian Populer Di tengah tren fashion yang terus berubah, muncul konsep berpakaian yang mengutamakan…
Cara Hilangkan Bau Asap Bakar Sate pada Baju ala Desainer… Idul Adha menjadi momen yang tepat untuk berkumpul bersama keluarga. Salah satu…
  • Mengenal Capsule Wardrobe, Gaya Berpakaian Simpel yang Kian Populer
  • Cara Hilangkan Bau Asap Bakar Sate pada Baju ala Desainer Didiet Maulana

Apa Itu Slow Fashion?

Istilah slow fashion pertama kali diperkenalkan oleh peneliti dan jurnalis fesyen berkelanjutan, Kate Fletcher pada 2007.

Slow fashion bukan sekadar kebalikan dari fast fashion, melainkan cara pandang baru yang lebih sadar terhadap dampak pakaian terhadap pekerja, masyarakat, dan lingkungan.

Slow fashion adalah gerakan yang mendorong produksi dan konsumsi pakaian secara lebih bertanggung jawab.

Fokus utamanya bukan pada kecepatan produksi atau banyaknya koleksi baru yang dirilis, melainkan pada kualitas, umur pakai, dan keberlanjutan produk.

Dalam Praktiknya, Slow Fashion Mengedepankan:

  • Produksi pakaian dalam jumlah terbatas.
  • Penggunaan bahan yang lebih ramah lingkungan.
  • Upah dan kondisi kerja yang layak bagi pekerja.
  • Transparansi rantai pasok.
  • Pengurangan limbah tekstil.
  • Konsumsi yang lebih sadar dan tidak berlebihan.
  • Gerakan ini juga mengajak konsumen untuk mempertimbangkan kembali hubungan mereka dengan pakaian, termasuk kebiasaan membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

Mengapa Slow Fashion Penting?

Industri fesyen merupakan salah satu sektor yang memberikan tekanan besar terhadap lingkungan. Menurut Earth.Org, industri ini menyumbang sekitar 20 persen pencemaran air bersih global dan berkontribusi terhadap emisi karbon dunia.

Model bisnis fast fashion mendorong perusahaan terus memproduksi koleksi baru dalam waktu singkat dengan harga murah. Akibatnya, pakaian menjadi barang yang mudah dibuang ketika tren berganti.

Selain dampak lingkungan, praktik fast fashion juga kerap dikaitkan dengan persoalan sosial seperti upah rendah dan kondisi kerja yang buruk di sejumlah negara produsen pakaian.

Melalui slow fashion, perusahaan didorong untuk memproduksi pakaian secara lebih etis, sementara konsumen diajak membeli lebih sedikit namun dengan kualitas yang lebih baik.

Ciri-Ciri Brand Slow Fashion

Berbeda dengan brand fast fashion yang dapat merilis koleksi baru hampir setiap minggu, brand slow fashion umumnya memiliki sejumlah karakteristik berikut:

1. Produksi Terbatas

Koleksi yang dirilis cenderung sedikit dan tidak mengikuti tren musiman secara agresif. Produksi dilakukan dalam jumlah kecil untuk menghindari stok berlebih.

2. Mengutamakan Kualitas

Pakaian dibuat agar tahan lama sehingga dapat digunakan selama bertahun-tahun, bukan hanya beberapa kali pemakaian.

3. Desain Timeless

Model pakaian biasanya sederhana dan tidak mudah ketinggalan zaman sehingga tetap relevan meski tren berubah.

4. Menggunakan Material Ramah Lingkungan

Banyak brand slow fashion memilih bahan seperti katun, linen, viscose, atau tencel yang punya dampak lingkungan lebih rendah dan dapat digunakan dalam jangka panjang.

5. Transparan terhadap Rantai Pasok

Perusahaan umumnya terbuka mengenai lokasi produksi, sumber bahan baku, hingga kondisi kerja para pekerjanya.

6. Mendukung Produksi Lokal

Sebagian besar brand slow fashion berupaya menggunakan bahan lokal dan memberdayakan tenaga kerja setempat sehingga rantai pasok menjadi lebih pendek dan mudah diawasi.

Slow fashion bukan hanya tentang cara berbelanja, tetapi juga perubahan pola pikir terhadap pakaian.

Gerakan ini mengajak masyarakat melihat nilai sebuah pakaian dari seluruh proses pembuatannya, mulai dari bahan baku, pekerja yang terlibat, hingga dampaknya terhadap lingkungan.

Di tengah meningkatnya kesadaran terhadap isu perubahan iklim dan keberlanjutan, slow fashion menjadi salah satu langkah nyata yang dapat dilakukan konsumen untuk mengurangi jejak lingkungan sekaligus mendukung industri mode yang lebih adil dan bertanggung jawab.

Tag:PakaianSlow FashionTren Pakaian Murah
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Anggaran Boros MBG Dibongkar, Insentif Rp6 Juta untuk Semua Dapur Bakal Disikat Habis
By Rika Pangesti
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari
1
PDIP soal Isu Jokowi Merapat ke PSI: Wong, Anaknya Sudah Ketum, Kami Tidak Takut!
By Hardani Triyoga
Politisi PDIP, Deddy Sitorus. doc: @Deddysitorus
2
Tiga Pejabat Prabowo ‘Diusir’ Mahasiswa UGM, Teriakan Revolusi Menggema!
By Rahmat Tunny
Tiga Menteri Prabowo saat diskusi di UGM. (Sumber: Ig @jogjastudent)
3
Jurus Bahlil Kurangi Elpiji-Bensin: Usulkan Rp1,45 Triliun demi Kompor & Motor Listrik
By Natania Longdong
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (kanan) berjabat tangan dengan anggota Komisi XII DPR usai rapat kerja di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026).
4
Anggaran MBG Rp268 Triliun, BGN Pastikan Masih Masuk Pos Pendidikan dan Kesehatan
By Rika Pangesti
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari
5

BERITA LAINNYA

Carol Cabrino WAGs Brasil
Hype

5 Potret Carol Cabrino, Istri Marquinhos yang Modis dan Selalu Setia Mendampingi Sang Kapten PSG

Carol Cabrino dikenal luas sebagai istri dari bek sekaligus kapten Paris Saint-Germain…

Hilwa UrwatulSyifa Fauziah
By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Syifa Fauziah
4 jam lalu
Ondel-ondel
Hype

Makna Lagu Kicir-Kicir, Irama Betawi yang Tak Pernah Absen Saat HUT Jakarta

Buat kamu yang sehari-hari naik KRL, nada lagu khas Betawi ini mungkin…

Ani RatnasariSyifa Fauziah
By
Ani Ratnasari
Syifa Fauziah
4 jam lalu
CREAVIBE FEST 2026
Hype

Tak Hanya Belajar di Kelas, 45 Mahasiswa Ini Kelola Festival untuk Publik dari Nol

Di tengah tuntutan industri kreatif yang semakin mengutamakan pengalaman kerja nyata, perguruan…

Syifa Fauziah
By
Syifa Fauziah
10 jam lalu
Jemaah haji Makassar dandan di pesawat
Hype

Viral Jemaah Haji Dandan di Pesawat Sebelum Mendarat, Warganet: Met Gala Versi 30 Ribu Kaki

Sebuah video yang dibagikan oleh pengguna TikTok Sulistiya Permatasari (@lililisti10) menarik perhatian warganet. Dalam…

Ossid Duha Jussas SalmaSyifa Fauziah
By
Ossid Duha Jussas Salma
Syifa Fauziah
10 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up