Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 28 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • Piala Dunia 2026
  • prabowo
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Apa Itu Slow Fashion? Kenapa Gerakan Ini Lebih Ramah Lingkungan?
Hype

Apa Itu Slow Fashion? Kenapa Gerakan Ini Lebih Ramah Lingkungan?

Ani RatnasariIvan OWRITE
Last updated: Juni 3, 2026 2:12 pm
By
Ani Ratnasari
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Slow Fashion
Slow Fashion (Foto: magnific/ freepik)
SHARE

Di tengah maraknya tren pakaian murah, muncul juga gerakan yang mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam membeli dan menggunakan pakaian. Gerakan tersebut dikenal dengan istilah slow fashion atau fesyen lambat.

Daftar isi Konten
  • Apa Itu Slow Fashion?
  • Dalam Praktiknya, Slow Fashion Mengedepankan:
  • Mengapa Slow Fashion Penting?
  • Ciri-Ciri Brand Slow Fashion
  • 1. Produksi Terbatas
  • 2. Mengutamakan Kualitas
  • 3. Desain Timeless
  • 4. Menggunakan Material Ramah Lingkungan
  • 5. Transparan terhadap Rantai Pasok
  • 6. Mendukung Produksi Lokal

Mengutip dari Zero Waste Indonesia, slow fashion merupakan pendekatan dalam industri mode yang mengutamakan kualitas, daya tahan produk, etika produksi, serta dampak lingkungannya.

Konsep ini hadir sebagai respons terhadap praktik fast fashion yang mendorong konsumsi berlebihan dan menghasilkan limbah tekstil dalam jumlah besar.

Baca juga:
Mengenal Capsule Wardrobe, Gaya Berpakaian Simpel yang Kian Populer Di tengah tren fashion yang terus berubah, muncul konsep berpakaian yang mengutamakan…
Cara Hilangkan Bau Asap Bakar Sate pada Baju ala Desainer… Idul Adha menjadi momen yang tepat untuk berkumpul bersama keluarga. Salah satu…
  • Mengenal Capsule Wardrobe, Gaya Berpakaian Simpel yang Kian Populer
  • Cara Hilangkan Bau Asap Bakar Sate pada Baju ala Desainer Didiet Maulana

Apa Itu Slow Fashion?

Istilah slow fashion pertama kali diperkenalkan oleh peneliti dan jurnalis fesyen berkelanjutan, Kate Fletcher pada 2007.

Slow fashion bukan sekadar kebalikan dari fast fashion, melainkan cara pandang baru yang lebih sadar terhadap dampak pakaian terhadap pekerja, masyarakat, dan lingkungan.

Slow fashion adalah gerakan yang mendorong produksi dan konsumsi pakaian secara lebih bertanggung jawab.

Fokus utamanya bukan pada kecepatan produksi atau banyaknya koleksi baru yang dirilis, melainkan pada kualitas, umur pakai, dan keberlanjutan produk.

Dalam Praktiknya, Slow Fashion Mengedepankan:

  • Produksi pakaian dalam jumlah terbatas.
  • Penggunaan bahan yang lebih ramah lingkungan.
  • Upah dan kondisi kerja yang layak bagi pekerja.
  • Transparansi rantai pasok.
  • Pengurangan limbah tekstil.
  • Konsumsi yang lebih sadar dan tidak berlebihan.
  • Gerakan ini juga mengajak konsumen untuk mempertimbangkan kembali hubungan mereka dengan pakaian, termasuk kebiasaan membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

Mengapa Slow Fashion Penting?

Industri fesyen merupakan salah satu sektor yang memberikan tekanan besar terhadap lingkungan. Menurut Earth.Org, industri ini menyumbang sekitar 20 persen pencemaran air bersih global dan berkontribusi terhadap emisi karbon dunia.

Model bisnis fast fashion mendorong perusahaan terus memproduksi koleksi baru dalam waktu singkat dengan harga murah. Akibatnya, pakaian menjadi barang yang mudah dibuang ketika tren berganti.

Selain dampak lingkungan, praktik fast fashion juga kerap dikaitkan dengan persoalan sosial seperti upah rendah dan kondisi kerja yang buruk di sejumlah negara produsen pakaian.

Melalui slow fashion, perusahaan didorong untuk memproduksi pakaian secara lebih etis, sementara konsumen diajak membeli lebih sedikit namun dengan kualitas yang lebih baik.

Ciri-Ciri Brand Slow Fashion

Berbeda dengan brand fast fashion yang dapat merilis koleksi baru hampir setiap minggu, brand slow fashion umumnya memiliki sejumlah karakteristik berikut:

1. Produksi Terbatas

Koleksi yang dirilis cenderung sedikit dan tidak mengikuti tren musiman secara agresif. Produksi dilakukan dalam jumlah kecil untuk menghindari stok berlebih.

2. Mengutamakan Kualitas

Pakaian dibuat agar tahan lama sehingga dapat digunakan selama bertahun-tahun, bukan hanya beberapa kali pemakaian.

3. Desain Timeless

Model pakaian biasanya sederhana dan tidak mudah ketinggalan zaman sehingga tetap relevan meski tren berubah.

4. Menggunakan Material Ramah Lingkungan

Banyak brand slow fashion memilih bahan seperti katun, linen, viscose, atau tencel yang punya dampak lingkungan lebih rendah dan dapat digunakan dalam jangka panjang.

5. Transparan terhadap Rantai Pasok

Perusahaan umumnya terbuka mengenai lokasi produksi, sumber bahan baku, hingga kondisi kerja para pekerjanya.

6. Mendukung Produksi Lokal

Sebagian besar brand slow fashion berupaya menggunakan bahan lokal dan memberdayakan tenaga kerja setempat sehingga rantai pasok menjadi lebih pendek dan mudah diawasi.

Slow fashion bukan hanya tentang cara berbelanja, tetapi juga perubahan pola pikir terhadap pakaian.

Gerakan ini mengajak masyarakat melihat nilai sebuah pakaian dari seluruh proses pembuatannya, mulai dari bahan baku, pekerja yang terlibat, hingga dampaknya terhadap lingkungan.

Di tengah meningkatnya kesadaran terhadap isu perubahan iklim dan keberlanjutan, slow fashion menjadi salah satu langkah nyata yang dapat dilakukan konsumen untuk mengurangi jejak lingkungan sekaligus mendukung industri mode yang lebih adil dan bertanggung jawab.

Tag:PakaianSlow FashionTren Pakaian Murah
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Terungkap! Ini Alasan John Herdman Nonton Timnas Indonesia dari Tribun saat Lawan Kamboja
By Hadi Febriansyah
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman
1
Viral Kabar Ajudan Febrie Adriansyah Tewas Ditembak, Polisi: Hoaks
By Rahmat Baihaqi
Tersangka yang merupakan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah (kanan) dikawal menuju Rutan Cabang KPK, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (24/7/2026).
2
Polisi Ungkap Kronologi Bentrok Maut di Jalan Tambak, Berawal dari Teguran Warga
By Syifa Fauziah
Bentrok di Jalan Tambak, Jakarta Pusat
3
PSSI Deg-degan! Fortuna Sittard Belum Putuskan Nasib Justin Hubner untuk Piala AFF 2026
By Hadi Febriansyah
Bek Timnas Indonesia Justine Hubner.
4
Tanpa Pandang Pangkat: Polri Ogah Pilih Kasih, Kasat Narkoba Polres Tangsel cs Disikat
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi polisi menyalahgunakan etomidate.
5

BERITA LAINNYA

Jemuran handuk
Hype

Jangan Tunggu Bau! Ini Waktu yang Tepat untuk Mencuci Handuk Mandi

Handuk merupakan salah satu perlengkapan mandi yang digunakan setiap hari. Meski fungsinya…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
15 jam lalu
Hype

Resep Mie Nyemek ala Devina Hermawan, Gurih Pedas dengan Kuah Kental Medok yang Bikin Nagih

Mie nyemek  menjadi salah satu hidangan rumahan yang  digemari karena memadukan cita…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
18 jam lalu
Bunga Lavender
Hype

Aroma Lavender Bantu Kurangi Stress dan Tingkatkan Kualitas Tidur, Benarkah?

Bagi banyak orang yang sering mengalami kesulitan tidur atau insomnia ringan, aroma…

Hilwa UrwatulIvan OWRITE
By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Ivan Syahruna Lubis
22 jam lalu
Ilustrasi Jago Kasih Janji Manis
Hype

Doi Cuma Jago Kasih Janji Manis? Hati-hati, Bisa Jadi Kamu Kena Future Faking! Yuk Kenali Ciri-cirinya 

Pernah nggak sih di awal hubungan pasangan kamu mengungkapkan pujian dan janji…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
23 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up